<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>15 Pesawat Masuk Kandang, Ini Alasan Garuda Indonesia&amp;nbsp;</title><description>Garuda Indonesia Group mengoptimalkan kapasitas produksi di tengah tantangan industri penerbangan global, khususnya dinamika rantai pasok.&#13;
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2025/05/06/320/3136672/15-pesawat-masuk-kandang-ini-alasan-garuda-indonesia-nbsp</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2025/05/06/320/3136672/15-pesawat-masuk-kandang-ini-alasan-garuda-indonesia-nbsp"/><item><title>15 Pesawat Masuk Kandang, Ini Alasan Garuda Indonesia&amp;nbsp;</title><link>https://economy.okezone.com/read/2025/05/06/320/3136672/15-pesawat-masuk-kandang-ini-alasan-garuda-indonesia-nbsp</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2025/05/06/320/3136672/15-pesawat-masuk-kandang-ini-alasan-garuda-indonesia-nbsp</guid><pubDate>Selasa 06 Mei 2025 13:14 WIB</pubDate><dc:creator>Taufik Fajar</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/05/06/320/3136672/garuda_indonesia-U1JR_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Pesawat Garuda Indonesia (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/05/06/320/3136672/garuda_indonesia-U1JR_large.jpg</image><title>Pesawat Garuda Indonesia (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Garuda Indonesia Group mengoptimalkan kapasitas produksi di tengah tantangan industri penerbangan global, khususnya dinamika rantai pasok suku cadang pesawat yang kini melanda hampir sebagian besar pelaku industri transportasi udara dunia.&#13;
&#13;
&amp;quot;Garuda Indonesia Group terus mendorong optimalisasi kapasitas produksi di tengah tantangan industri penerbangan global,&amp;quot; kata Direktur Teknik Garuda Indonesia Rahmat Hanafi di Jakarta, Selasa (6/5/2025).&#13;
&#13;
1. Ada 15 Pesawat Masuk Kandang&#13;
&#13;
Dia menyebutkan satu armada Garuda dan 14 armada Citilink saat ini tengah menunggu penjadwalan perawatan rutin berupa heavy maintenance dan penggantian suku cadang.&#13;
&#13;
Termasuk penggantian suku cadang, untuk kembali siap beroperasi. Keseluruhan proses perawatan armada tersebut direncanakan akan dilaksanakan pada tahun ini.&#13;
&#13;
&amp;quot;Tidak dapat dipungkiri kondisi keterbatasan supply chain atas suku cadang saat ini tengah dihadapi hampir seluruh pelaku industri penerbangan, sehingga menyebabkan pelaksanaan heavy maintenance membutuhkan waktu yang lebih panjang,&amp;quot; ucapnya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
2. Pastikan Standar Keselamatan&#13;
&#13;
Lebih lanjut, dia menyampaikan bahwa proses heavy maintenance diperlukan guna memastikan standar keselamatan dan kelaikan terbang tetap terjaga untuk pesawat yang akan dioperasikan.&#13;
&#13;
Adapun sejalan dengan langkah optimalisasi armada tersebut, Garuda Indonesia sejak akhir tahun 2024 juga telah mendatangkan empat armada narrow body yakni Boeing 737-800NG (PK-GUF dan PK-GUG). Sementara dua lainnya (PK-GUH dan PK-GUI) mulai beroperasi pada kuartal II 2025.&#13;
&#13;
&amp;quot;Langkah ini sejalan dengan pemulihan permintaan dan peningkatan trafik penumpang pasca pandemi serta pertumbuhan sektor pariwisata nasional,&amp;quot; jelasnya dikutp Antara.&#13;
&#13;
Dia menambahkan, optimalisasi kapasitas produksi akan terus diselaraskan dengan outlook kinerja perusahaan sesuai dengan pertumbuhan demand pasar, guna memastikan penguatan landasan kinerja usaha dapat senantiasa terjaga secara berkelanjutan.&#13;
&#13;
&amp;quot;Garuda Indonesia optimis dapat terus bertransformasi menjadi maskapai yang agile dan berdaya saing, menghadirkan layanan udara yang aman dan andal bagi masyarakat,&amp;quot; kata Rahmat.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Garuda Indonesia Group mengoptimalkan kapasitas produksi di tengah tantangan industri penerbangan global, khususnya dinamika rantai pasok suku cadang pesawat yang kini melanda hampir sebagian besar pelaku industri transportasi udara dunia.&#13;
&#13;
&amp;quot;Garuda Indonesia Group terus mendorong optimalisasi kapasitas produksi di tengah tantangan industri penerbangan global,&amp;quot; kata Direktur Teknik Garuda Indonesia Rahmat Hanafi di Jakarta, Selasa (6/5/2025).&#13;
&#13;
1. Ada 15 Pesawat Masuk Kandang&#13;
&#13;
Dia menyebutkan satu armada Garuda dan 14 armada Citilink saat ini tengah menunggu penjadwalan perawatan rutin berupa heavy maintenance dan penggantian suku cadang.&#13;
&#13;
Termasuk penggantian suku cadang, untuk kembali siap beroperasi. Keseluruhan proses perawatan armada tersebut direncanakan akan dilaksanakan pada tahun ini.&#13;
&#13;
&amp;quot;Tidak dapat dipungkiri kondisi keterbatasan supply chain atas suku cadang saat ini tengah dihadapi hampir seluruh pelaku industri penerbangan, sehingga menyebabkan pelaksanaan heavy maintenance membutuhkan waktu yang lebih panjang,&amp;quot; ucapnya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
2. Pastikan Standar Keselamatan&#13;
&#13;
Lebih lanjut, dia menyampaikan bahwa proses heavy maintenance diperlukan guna memastikan standar keselamatan dan kelaikan terbang tetap terjaga untuk pesawat yang akan dioperasikan.&#13;
&#13;
Adapun sejalan dengan langkah optimalisasi armada tersebut, Garuda Indonesia sejak akhir tahun 2024 juga telah mendatangkan empat armada narrow body yakni Boeing 737-800NG (PK-GUF dan PK-GUG). Sementara dua lainnya (PK-GUH dan PK-GUI) mulai beroperasi pada kuartal II 2025.&#13;
&#13;
&amp;quot;Langkah ini sejalan dengan pemulihan permintaan dan peningkatan trafik penumpang pasca pandemi serta pertumbuhan sektor pariwisata nasional,&amp;quot; jelasnya dikutp Antara.&#13;
&#13;
Dia menambahkan, optimalisasi kapasitas produksi akan terus diselaraskan dengan outlook kinerja perusahaan sesuai dengan pertumbuhan demand pasar, guna memastikan penguatan landasan kinerja usaha dapat senantiasa terjaga secara berkelanjutan.&#13;
&#13;
&amp;quot;Garuda Indonesia optimis dapat terus bertransformasi menjadi maskapai yang agile dan berdaya saing, menghadirkan layanan udara yang aman dan andal bagi masyarakat,&amp;quot; kata Rahmat.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
