<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Tok! The Fed Tahan Suku Bunga </title><description>Federal Reserve, kembali memutuskan untuk menahan suku bunga acuannya pada kisaran 4,25% hingga 4,5%.&#13;
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2025/05/08/320/3137244/tok-the-fed-tahan-suku-bunga</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2025/05/08/320/3137244/tok-the-fed-tahan-suku-bunga"/><item><title>Tok! The Fed Tahan Suku Bunga </title><link>https://economy.okezone.com/read/2025/05/08/320/3137244/tok-the-fed-tahan-suku-bunga</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2025/05/08/320/3137244/tok-the-fed-tahan-suku-bunga</guid><pubDate>Kamis 08 Mei 2025 06:41 WIB</pubDate><dc:creator>Dinar Fitra Maghiszha</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/05/08/320/3137244/the_fed-oj6b_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">The Fed Tahan Suku Bunga (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/05/08/320/3137244/the_fed-oj6b_large.jpg</image><title>The Fed Tahan Suku Bunga (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Bank Sentral Amerika Serikat atau Federal Reserve, kembali memutuskan untuk menahan suku bunga acuannya pada kisaran 4,25% hingga 4,5%.&#13;
&#13;
Kebijakan ini diambil dalam rapat kebijakan (FOMC) yang digelar Rabu (6/5/2025) waktu setempat.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Ini menjadi ketiga kalinya berturut-turut The Fed menahan suku bunga, meski Presiden Donald Trump gencar mendesak pemangkasan suku bunga di tengah penerapan tarif impor yang agresif.&#13;
&#13;
1. Ambil Langkah ke Depan&#13;
&#13;
Gubernur The Fed Jerome Powell menyampaikan pihaknya tidak terburu-buru dalam mengambil langkah moneter ke depan.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kami tidak merasa perlu tergesa-gesa,&amp;rdquo; ujar Powell dalam konferensi persnya.&#13;
&#13;
Ia menegaskan bahwa ketidakpastian ekonomi akibat tarif membuat arah perekonomian semakin sulit diprediksi.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Insting saya mengatakan, ketidakpastian terhadap jalannya perekonomian saat ini sangat tinggi,&amp;rdquo; ucap Powell, dilansir Yahoo Finance, Kamis (8/5/2025).&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
2. Cermati Dampak Kebijakan Tarif Trump&#13;
&#13;
Ia menambahkan, The Fed akan terus mencermati dampak kebijakan tarif terhadap inflasi dan ketenagakerjaan sebelum mengambil keputusan lanjutan.&#13;
&#13;
Dalam pernyataan resminya, regulator mencatat risiko terhadap outlook ekonomi telah &amp;ldquo;semakin meningkat.&amp;rdquo;&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Meski demikian, mereka menyatakan ekonomi AS masih tumbuh dalam laju yang &amp;ldquo;solid&amp;rdquo;, walaupun sempat tertekan oleh fluktuasi ekspor-impor di awal 2025.&#13;
&#13;
Produk Domestik Bruto (PDB) mengalami kontraksi pada triwulan pertama dalam tiga tahun terakhir. Penurunan ini dipicu oleh lonjakan impor yang terjadi sebelum tarif baru diberlakukan oleh pemerintah Trump.&#13;
&#13;
3. Khawatir Inflasi&#13;
&#13;
The Fed juga menyampaikan kekhawatiran atas risiko meningkatnya inflasi dan pengangguran. Namun, dalam waktu dekat, pasar tenaga kerja dinilai tetap tangguh dengan tingkat pengangguran yang stabil dalam beberapa bulan terakhir.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Hal ini didukung oleh data ketenagakerjaan April yang tetap kuat meski diwarnai ketidakpastian kebijakan pemerintah federal.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Bank Sentral Amerika Serikat atau Federal Reserve, kembali memutuskan untuk menahan suku bunga acuannya pada kisaran 4,25% hingga 4,5%.&#13;
&#13;
Kebijakan ini diambil dalam rapat kebijakan (FOMC) yang digelar Rabu (6/5/2025) waktu setempat.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Ini menjadi ketiga kalinya berturut-turut The Fed menahan suku bunga, meski Presiden Donald Trump gencar mendesak pemangkasan suku bunga di tengah penerapan tarif impor yang agresif.&#13;
&#13;
1. Ambil Langkah ke Depan&#13;
&#13;
Gubernur The Fed Jerome Powell menyampaikan pihaknya tidak terburu-buru dalam mengambil langkah moneter ke depan.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kami tidak merasa perlu tergesa-gesa,&amp;rdquo; ujar Powell dalam konferensi persnya.&#13;
&#13;
Ia menegaskan bahwa ketidakpastian ekonomi akibat tarif membuat arah perekonomian semakin sulit diprediksi.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Insting saya mengatakan, ketidakpastian terhadap jalannya perekonomian saat ini sangat tinggi,&amp;rdquo; ucap Powell, dilansir Yahoo Finance, Kamis (8/5/2025).&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
2. Cermati Dampak Kebijakan Tarif Trump&#13;
&#13;
Ia menambahkan, The Fed akan terus mencermati dampak kebijakan tarif terhadap inflasi dan ketenagakerjaan sebelum mengambil keputusan lanjutan.&#13;
&#13;
Dalam pernyataan resminya, regulator mencatat risiko terhadap outlook ekonomi telah &amp;ldquo;semakin meningkat.&amp;rdquo;&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Meski demikian, mereka menyatakan ekonomi AS masih tumbuh dalam laju yang &amp;ldquo;solid&amp;rdquo;, walaupun sempat tertekan oleh fluktuasi ekspor-impor di awal 2025.&#13;
&#13;
Produk Domestik Bruto (PDB) mengalami kontraksi pada triwulan pertama dalam tiga tahun terakhir. Penurunan ini dipicu oleh lonjakan impor yang terjadi sebelum tarif baru diberlakukan oleh pemerintah Trump.&#13;
&#13;
3. Khawatir Inflasi&#13;
&#13;
The Fed juga menyampaikan kekhawatiran atas risiko meningkatnya inflasi dan pengangguran. Namun, dalam waktu dekat, pasar tenaga kerja dinilai tetap tangguh dengan tingkat pengangguran yang stabil dalam beberapa bulan terakhir.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Hal ini didukung oleh data ketenagakerjaan April yang tetap kuat meski diwarnai ketidakpastian kebijakan pemerintah federal.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
