<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>OJK Catat Penghimpunan Dana di Pasar Modal Capai Rp56,06 Triliun</title><description>OJK mencatat tren penghimpunan dana di pasar modal masih menunjukkan perkembangan positif hingga akhir April 2025. &#13;
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2025/05/09/278/3137780/ojk-catat-penghimpunan-dana-di-pasar-modal-capai-rp56-06-triliun</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2025/05/09/278/3137780/ojk-catat-penghimpunan-dana-di-pasar-modal-capai-rp56-06-triliun"/><item><title>OJK Catat Penghimpunan Dana di Pasar Modal Capai Rp56,06 Triliun</title><link>https://economy.okezone.com/read/2025/05/09/278/3137780/ojk-catat-penghimpunan-dana-di-pasar-modal-capai-rp56-06-triliun</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2025/05/09/278/3137780/ojk-catat-penghimpunan-dana-di-pasar-modal-capai-rp56-06-triliun</guid><pubDate>Jum'at 09 Mei 2025 18:16 WIB</pubDate><dc:creator>Dinar Fitra Maghiszha</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/05/09/278/3137780/pasar_modal_indoesia-5dxA_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Pasar Modal Indoesia (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/05/09/278/3137780/pasar_modal_indoesia-5dxA_large.jpg</image><title>Pasar Modal Indoesia (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat tren penghimpunan dana di pasar modal masih menunjukkan perkembangan positif hingga akhir April 2025.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
1. Total Nilai Penawaran&#13;
&#13;
Total nilai penawaran umum mencapai Rp56,06 triliun, terdiri dari sejumlah aset sepanjang tahun berjalan&#13;
&#13;
Dari jumlah tersebut, sebesar Rp3,31 triliun berasal dari enam emiten baru yang melakukan penawaran saham perdana atau initial public offering (IPO).&#13;
&#13;
Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon (KE PMDK) OJK, Inarno Djajadi, memastikan partisipasi pelaku usaha dalam penghimpunan dana publik masih berjalan di tengah tekanan eksternal.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Dari sisi penghimpunan dana di pasar modal masih dalam tren yang positif,&amp;rdquo; ujar Inarno dalam konferensi pers RDKB di Jakarta, Jumat (9/5/2025).&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Di luar mekanisme IPO, OJK juga mencatat perkembangan pada ekosistem urun dana atau securities crowdfunding (SCF) yang terus bertumbuh sejak ketentuan SCF diberlakukan.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Per 30 April 2025, terdapat 18 penyelenggara SCF yang telah mendapat izin dari OJK.&#13;
&#13;
Dari 18 penyelenggara tersebut, kata Inarno, tercatat 805 penerbit efek berasal dari 510 entitas. Penggunaan skema SCF dinilai memberi ruang alternatif pendanaan bagi pelaku usaha skala kecil dan menengah.&#13;
&#13;
2. Jumlah Pemodal&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Jumlah pemodal yang terlibat dalam SCF juga mengalami peningkatan. Hingga April 2025, jumlahnya mencapai 179.363 pemodal.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Total dana SCF yang dihimpun dan teradministrasi di Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) sudah mencapai Rp1,53 triliun,&amp;rdquo; jelasnya.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat tren penghimpunan dana di pasar modal masih menunjukkan perkembangan positif hingga akhir April 2025.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
1. Total Nilai Penawaran&#13;
&#13;
Total nilai penawaran umum mencapai Rp56,06 triliun, terdiri dari sejumlah aset sepanjang tahun berjalan&#13;
&#13;
Dari jumlah tersebut, sebesar Rp3,31 triliun berasal dari enam emiten baru yang melakukan penawaran saham perdana atau initial public offering (IPO).&#13;
&#13;
Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon (KE PMDK) OJK, Inarno Djajadi, memastikan partisipasi pelaku usaha dalam penghimpunan dana publik masih berjalan di tengah tekanan eksternal.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Dari sisi penghimpunan dana di pasar modal masih dalam tren yang positif,&amp;rdquo; ujar Inarno dalam konferensi pers RDKB di Jakarta, Jumat (9/5/2025).&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Di luar mekanisme IPO, OJK juga mencatat perkembangan pada ekosistem urun dana atau securities crowdfunding (SCF) yang terus bertumbuh sejak ketentuan SCF diberlakukan.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Per 30 April 2025, terdapat 18 penyelenggara SCF yang telah mendapat izin dari OJK.&#13;
&#13;
Dari 18 penyelenggara tersebut, kata Inarno, tercatat 805 penerbit efek berasal dari 510 entitas. Penggunaan skema SCF dinilai memberi ruang alternatif pendanaan bagi pelaku usaha skala kecil dan menengah.&#13;
&#13;
2. Jumlah Pemodal&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Jumlah pemodal yang terlibat dalam SCF juga mengalami peningkatan. Hingga April 2025, jumlahnya mencapai 179.363 pemodal.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Total dana SCF yang dihimpun dan teradministrasi di Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) sudah mencapai Rp1,53 triliun,&amp;rdquo; jelasnya.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
