<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Wall Street Bervariasi Jelang Pertemuan Dagang AS-China</title><description>Bursa saham Amerika Serikat atau Wall Street dibuka bervariasi pada perdagangan Jumat&#13;
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2025/05/09/278/3137846/wall-street-bervariasi-jelang-pertemuan-dagang-as-china</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2025/05/09/278/3137846/wall-street-bervariasi-jelang-pertemuan-dagang-as-china"/><item><title>Wall Street Bervariasi Jelang Pertemuan Dagang AS-China</title><link>https://economy.okezone.com/read/2025/05/09/278/3137846/wall-street-bervariasi-jelang-pertemuan-dagang-as-china</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2025/05/09/278/3137846/wall-street-bervariasi-jelang-pertemuan-dagang-as-china</guid><pubDate>Jum'at 09 Mei 2025 21:46 WIB</pubDate><dc:creator>Dinar Fitra Maghiszha</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/05/09/278/3137846/saham-78wc_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Wall Street dibuka bervariasi pada perdagangan Jumat. (Foto: Okezone.com/Freepik)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/05/09/278/3137846/saham-78wc_large.jpg</image><title>Wall Street dibuka bervariasi pada perdagangan Jumat. (Foto: Okezone.com/Freepik)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Bursa saham Amerika Serikat atau Wall Street dibuka bervariasi pada perdagangan Jumat (waktu setempat), seiring sikap investor yang mencermati pernyataan terbaru Presiden AS Donald Trump soal tarif terhadap barang-barang China, menjelang pertemuan penting antara perwakilan kedua negara akhir pekan ini.&#13;
&#13;
Indeks Dow Jones melemah tipis 0,05%, S&amp;amp;P 500 naik 0,06%, dan Nasdaq 100 menguat 0,09%. Demikian dilansir dari Investing, Jumat (9/5/2025).&#13;
&#13;
Presiden Trump menyatakan bahwa tarif 80% untuk barang asal China dinilai cukup tepat. Padahal, bea masuk saat ini yang diberlakukan Amerika Serikat terhadap produk China masih berada di level 145%.&#13;
&#13;
Pernyataan ini memicu ketidakpastian baru di kalangan pelaku pasar.&#13;
&#13;
Di sisi lain, laporan Reuters menyebut India menawarkan pemangkasan tarifnya dengan AS dari hampir 13% menjadi di bawah 4% demi mendapatkan pengecualian dari tarif Trump.&#13;
&#13;
Sementara itu, pelaku pasar juga menantikan pernyataan beberapa pejabat The Fed usai bank sentral AS memutuskan untuk menahan suku bunga.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Pejabat The Fed, Michael Barr, mengatakan kebijakan tarif Trump bisa mendorong inflasi, memangkas pertumbuhan, dan meningkatkan pengangguran tahun ini.&#13;
&#13;
Gubernur The Fed lainnya, Adriana Kugler, menyebut pasar tenaga kerja AS masih stabil di level saat ini.&#13;
&#13;
Dari sisi korporasi, musim laporan keuangan mulai mereda dengan sekitar 75 persen emiten S&amp;amp;P 500 mencatat laba di atas ekspektasi. Namun, banyak perusahaan memangkas proyeksi tahunan karena ketidakpastian dagang.&#13;
&#13;
Saham Expedia (NASDAQ: EXPE) anjlok 10% setelah kinerja keuangan meleset dari ekspektasi. Sebaliknya, saham Trade Desk (NASDAQ: TTD) melonjak 13,4%, diikuti Pinterest (NYSE: PINS) yang naik 12,6%. Lyft (NASDAQ: LYFT) pun melesat 11,4% setelah mengumumkan program pembelian kembali (buyback) saham.&#13;
&#13;
&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Bursa saham Amerika Serikat atau Wall Street dibuka bervariasi pada perdagangan Jumat (waktu setempat), seiring sikap investor yang mencermati pernyataan terbaru Presiden AS Donald Trump soal tarif terhadap barang-barang China, menjelang pertemuan penting antara perwakilan kedua negara akhir pekan ini.&#13;
&#13;
Indeks Dow Jones melemah tipis 0,05%, S&amp;amp;P 500 naik 0,06%, dan Nasdaq 100 menguat 0,09%. Demikian dilansir dari Investing, Jumat (9/5/2025).&#13;
&#13;
Presiden Trump menyatakan bahwa tarif 80% untuk barang asal China dinilai cukup tepat. Padahal, bea masuk saat ini yang diberlakukan Amerika Serikat terhadap produk China masih berada di level 145%.&#13;
&#13;
Pernyataan ini memicu ketidakpastian baru di kalangan pelaku pasar.&#13;
&#13;
Di sisi lain, laporan Reuters menyebut India menawarkan pemangkasan tarifnya dengan AS dari hampir 13% menjadi di bawah 4% demi mendapatkan pengecualian dari tarif Trump.&#13;
&#13;
Sementara itu, pelaku pasar juga menantikan pernyataan beberapa pejabat The Fed usai bank sentral AS memutuskan untuk menahan suku bunga.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Pejabat The Fed, Michael Barr, mengatakan kebijakan tarif Trump bisa mendorong inflasi, memangkas pertumbuhan, dan meningkatkan pengangguran tahun ini.&#13;
&#13;
Gubernur The Fed lainnya, Adriana Kugler, menyebut pasar tenaga kerja AS masih stabil di level saat ini.&#13;
&#13;
Dari sisi korporasi, musim laporan keuangan mulai mereda dengan sekitar 75 persen emiten S&amp;amp;P 500 mencatat laba di atas ekspektasi. Namun, banyak perusahaan memangkas proyeksi tahunan karena ketidakpastian dagang.&#13;
&#13;
Saham Expedia (NASDAQ: EXPE) anjlok 10% setelah kinerja keuangan meleset dari ekspektasi. Sebaliknya, saham Trade Desk (NASDAQ: TTD) melonjak 13,4%, diikuti Pinterest (NYSE: PINS) yang naik 12,6%. Lyft (NASDAQ: LYFT) pun melesat 11,4% setelah mengumumkan program pembelian kembali (buyback) saham.&#13;
&#13;
&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
