<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>OJK Minta Lembaga Jasa Keuangan Mitigasi Dampak Impor Tarif AS</title><description>Mahendra Siregar meminta seluruh lembaga jasa keuangan agar proaktif dalam mengantisipasi dampak ketidakpastian global.&#13;
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2025/05/09/320/3137755/ojk-minta-lembaga-jasa-keuangan-mitigasi-dampak-impor-tarif-as</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2025/05/09/320/3137755/ojk-minta-lembaga-jasa-keuangan-mitigasi-dampak-impor-tarif-as"/><item><title>OJK Minta Lembaga Jasa Keuangan Mitigasi Dampak Impor Tarif AS</title><link>https://economy.okezone.com/read/2025/05/09/320/3137755/ojk-minta-lembaga-jasa-keuangan-mitigasi-dampak-impor-tarif-as</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2025/05/09/320/3137755/ojk-minta-lembaga-jasa-keuangan-mitigasi-dampak-impor-tarif-as</guid><pubDate>Jum'at 09 Mei 2025 17:24 WIB</pubDate><dc:creator>Dinar Fitra Maghiszha</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/05/09/320/3137755/ketua_ojk-DnVk_large.PNG" expression="full" type="image/jpeg">Ketua OJK Mahendra Siregar (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/05/09/320/3137755/ketua_ojk-DnVk_large.PNG</image><title>Ketua OJK Mahendra Siregar (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Mahendra Siregar meminta seluruh lembaga jasa keuangan agar proaktif dalam mengantisipasi dampak ketidakpastian global akibat kebijakan tarif Amerika Serikat.&#13;
&#13;
1. Tetap Berisiko&#13;
&#13;
Menurutnya, meskipun Presiden AS Donald Trump mengumumkan penundaan pemberlakuan tarif selama 90 hari, tensi perdagangan antara AS dan China, tetap berisiko&#13;
&#13;
Ketegangan ini dinilai berpotensi memengaruhi kinerja debitor, terutama mereka yang memiliki eksposur langsung ke sektor terdampak.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;OJK meminta lembaga jasa keuangan secara proaktif melakukan asesmen atas perkembangan terkini dan melakukan asesmen lanjutan atas dampak kebijakan penerapan tarif,&amp;rdquo; kata Mahendra dalam konferensi pers RDKB, Jumat (9/5/2025).&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
2. Ketidakpastian Global&#13;
&#13;
Menurut Mahendra, ketidakpastian global masih berdampak luas, meskipun fundamental ekonomi RI dinilai masih tangguh menghadapi tekanan eksternal.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Beberapa lembaga internasional seperti IMF, Bank Dunia, dan WTO telah menurunkan proyeksi pertumbuhan global.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
IMF, misalnya, memperkirakan ekonomi dunia tahun ini hanya tumbuh 2,8 persen, turun tajam dibanding rerata historis pra-pandemi di level 3,7 persen.&#13;
&#13;
3. OJK Lakukan Monitor&#13;
&#13;
Mahendra mengatakan OJK melakukan monitor dan stress test untuk mengukur ketahanan sektor jasa keuangan nasional terhadap dampak eksternal tersebut.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Hasilnya menunjukkan bahwa industri jasa keuangan masih berada dalam kondisi stabil dan resilien berkat permodalan yang solid.&#13;
&#13;
Meski begitu, OJK tetap menekankan perlunya langkah antisipatif di tingkat industri.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&amp;ldquo;Lembaga jasa keuangan perlu mengambil langkah mitigasi termasuk membentuk pencadangan yang memadai,&amp;rdquo; jelasnya.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Mahendra Siregar meminta seluruh lembaga jasa keuangan agar proaktif dalam mengantisipasi dampak ketidakpastian global akibat kebijakan tarif Amerika Serikat.&#13;
&#13;
1. Tetap Berisiko&#13;
&#13;
Menurutnya, meskipun Presiden AS Donald Trump mengumumkan penundaan pemberlakuan tarif selama 90 hari, tensi perdagangan antara AS dan China, tetap berisiko&#13;
&#13;
Ketegangan ini dinilai berpotensi memengaruhi kinerja debitor, terutama mereka yang memiliki eksposur langsung ke sektor terdampak.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;OJK meminta lembaga jasa keuangan secara proaktif melakukan asesmen atas perkembangan terkini dan melakukan asesmen lanjutan atas dampak kebijakan penerapan tarif,&amp;rdquo; kata Mahendra dalam konferensi pers RDKB, Jumat (9/5/2025).&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
2. Ketidakpastian Global&#13;
&#13;
Menurut Mahendra, ketidakpastian global masih berdampak luas, meskipun fundamental ekonomi RI dinilai masih tangguh menghadapi tekanan eksternal.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Beberapa lembaga internasional seperti IMF, Bank Dunia, dan WTO telah menurunkan proyeksi pertumbuhan global.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
IMF, misalnya, memperkirakan ekonomi dunia tahun ini hanya tumbuh 2,8 persen, turun tajam dibanding rerata historis pra-pandemi di level 3,7 persen.&#13;
&#13;
3. OJK Lakukan Monitor&#13;
&#13;
Mahendra mengatakan OJK melakukan monitor dan stress test untuk mengukur ketahanan sektor jasa keuangan nasional terhadap dampak eksternal tersebut.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Hasilnya menunjukkan bahwa industri jasa keuangan masih berada dalam kondisi stabil dan resilien berkat permodalan yang solid.&#13;
&#13;
Meski begitu, OJK tetap menekankan perlunya langkah antisipatif di tingkat industri.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&amp;ldquo;Lembaga jasa keuangan perlu mengambil langkah mitigasi termasuk membentuk pencadangan yang memadai,&amp;rdquo; jelasnya.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
