<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Implementasi Suplai Gas untuk Industri Belum Sejalan</title><description>Presiden Prabowo melakukan berbagai cara guna menarik investasi.&#13;
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2025/05/10/320/3137947/implementasi-suplai-gas-untuk-industri-belum-sejalan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2025/05/10/320/3137947/implementasi-suplai-gas-untuk-industri-belum-sejalan"/><item><title>Implementasi Suplai Gas untuk Industri Belum Sejalan</title><link>https://economy.okezone.com/read/2025/05/10/320/3137947/implementasi-suplai-gas-untuk-industri-belum-sejalan</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2025/05/10/320/3137947/implementasi-suplai-gas-untuk-industri-belum-sejalan</guid><pubDate>Sabtu 10 Mei 2025 13:33 WIB</pubDate><dc:creator>Kurniasih Miftakhul Jannah</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/05/10/320/3137947/migas-vxhi_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Implementasi Suplai Gas untuk Industri Belum Sejalan (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/05/10/320/3137947/migas-vxhi_large.jpg</image><title>Implementasi Suplai Gas untuk Industri Belum Sejalan (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Presiden Prabowo melakukan berbagai cara guna menarik investasi. Termasuk merawat dan mendorong industri dalam negeri terus tumbuh berkembang walau dalam situasi ekonomi global yang terus bergejolak.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Sayangnya, di dalam pemerintahnya sendiri, baik kementerian dan lembaga terutama di level pelaksana lapangan belum satu irama. Hal ini tercermin dengan masih sulitnnya mendapatkan pasokan gas yang memadai untuk industri didalam negeri.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
1. Pasokan Gas Industri&#13;
&#13;
Beberapa pelaku bidang industri pengguna gas yang tergabung dalam Kadin bidang perindustrian sudah mengeluh sulitnya mendapatkan pasokan gas untuk industri. Padahal pabriknya berada di pusat-pusat industri seperti di Jawa Barat dan Jawa Timur.&#13;
&#13;
&amp;quot;Jadi saya melihat sepertinya ditataran implementasi di lapangan mereka masih belum rela harga gas untuk industri ditentukan dengan harga yang dipatok pemerintah pusat sehingga suplai-nya ya dengan berbagai cara dipersulit dengan berbagai alasan. Jadi ego sektoralnya masih sangat kuat dan mereka tidak berpikir dampaknya secara nasional hanya berpikir sektornya saja,&amp;quot; ujar Wakil Ketua Umum Kadin Perindustrian Saleh Husin di Jakarta, Sabtu (10/5/2025).&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
2. Sidak ke Industri&#13;
&#13;
Untuk itu dia sangat berharap Presiden Prabowa sidak ke industri-industri pengguna gas secara diam-diam sehingga dapat mengetahui secara langsung apa yang sebenarnya terjadi. Karena selama hal ini dibiarkan berlarut-larut maka jangan berharap capaian ekonomi tumbuh 8%.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Hal ini sudah bisa kita lihat bersama sebagaimana yang telah dirilis oleh Biro Pusat Statistik kemarin dimana pertumbuhan ekonomi kuartal I 2025 hanya tumbuh 4,87 %,&amp;quot; katanya.&#13;
&#13;
&amp;quot;Saya kasihan melihat Bapak Presiden Prabowo yang begitu berapi-api ingin Indonesia maju. Tapi sayang tidak didukung oleh para pengambil keputusan dilapangan dalam hal suplai alokasi gas untuk industri (AGIT) yang tidak seirama dengan Bapak Presiden Prabowo,&amp;quot; ujar mantan Ketua MWA UI Saleh Husin.&amp;nbsp;&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Presiden Prabowo melakukan berbagai cara guna menarik investasi. Termasuk merawat dan mendorong industri dalam negeri terus tumbuh berkembang walau dalam situasi ekonomi global yang terus bergejolak.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Sayangnya, di dalam pemerintahnya sendiri, baik kementerian dan lembaga terutama di level pelaksana lapangan belum satu irama. Hal ini tercermin dengan masih sulitnnya mendapatkan pasokan gas yang memadai untuk industri didalam negeri.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
1. Pasokan Gas Industri&#13;
&#13;
Beberapa pelaku bidang industri pengguna gas yang tergabung dalam Kadin bidang perindustrian sudah mengeluh sulitnya mendapatkan pasokan gas untuk industri. Padahal pabriknya berada di pusat-pusat industri seperti di Jawa Barat dan Jawa Timur.&#13;
&#13;
&amp;quot;Jadi saya melihat sepertinya ditataran implementasi di lapangan mereka masih belum rela harga gas untuk industri ditentukan dengan harga yang dipatok pemerintah pusat sehingga suplai-nya ya dengan berbagai cara dipersulit dengan berbagai alasan. Jadi ego sektoralnya masih sangat kuat dan mereka tidak berpikir dampaknya secara nasional hanya berpikir sektornya saja,&amp;quot; ujar Wakil Ketua Umum Kadin Perindustrian Saleh Husin di Jakarta, Sabtu (10/5/2025).&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
2. Sidak ke Industri&#13;
&#13;
Untuk itu dia sangat berharap Presiden Prabowa sidak ke industri-industri pengguna gas secara diam-diam sehingga dapat mengetahui secara langsung apa yang sebenarnya terjadi. Karena selama hal ini dibiarkan berlarut-larut maka jangan berharap capaian ekonomi tumbuh 8%.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Hal ini sudah bisa kita lihat bersama sebagaimana yang telah dirilis oleh Biro Pusat Statistik kemarin dimana pertumbuhan ekonomi kuartal I 2025 hanya tumbuh 4,87 %,&amp;quot; katanya.&#13;
&#13;
&amp;quot;Saya kasihan melihat Bapak Presiden Prabowo yang begitu berapi-api ingin Indonesia maju. Tapi sayang tidak didukung oleh para pengambil keputusan dilapangan dalam hal suplai alokasi gas untuk industri (AGIT) yang tidak seirama dengan Bapak Presiden Prabowo,&amp;quot; ujar mantan Ketua MWA UI Saleh Husin.&amp;nbsp;&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
