<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Hilirisasi Batu Bara Dorong Transformasi Ekonomi Indonesia&amp;nbsp;</title><description>Hilirisasi batu bara merupakan langkah strategis untuk mentransformasi ekonomi Indonesia menuju kedaulatan energi.&#13;
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2025/05/11/320/3138217/hilirisasi-batu-bara-dorong-transformasi-ekonomi-indonesia</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2025/05/11/320/3138217/hilirisasi-batu-bara-dorong-transformasi-ekonomi-indonesia"/><item><title>Hilirisasi Batu Bara Dorong Transformasi Ekonomi Indonesia&amp;nbsp;</title><link>https://economy.okezone.com/read/2025/05/11/320/3138217/hilirisasi-batu-bara-dorong-transformasi-ekonomi-indonesia</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2025/05/11/320/3138217/hilirisasi-batu-bara-dorong-transformasi-ekonomi-indonesia</guid><pubDate>Minggu 11 Mei 2025 19:04 WIB</pubDate><dc:creator>Fatihah Delasifa</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/05/11/320/3138217/batu_bara-XMYg_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Hilirisasi Batu Bara (Foto: Freepik)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/05/11/320/3138217/batu_bara-XMYg_large.jpg</image><title>Hilirisasi Batu Bara (Foto: Freepik)</title></images><description>JAKARTA - Hilirisasi batu bara merupakan langkah strategis untuk mentransformasi ekonomi Indonesia menuju kedaulatan energi dan penguatan industri nasional. Indonesia diketahui menjadi salah satu eksportir batu bara terbesar&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Dari data Kementerian ESDM dari total penjualan 811,01 juta ton, sekitar 433,17 juta ton diekspor ke berbagai negara.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Selama ini Indonesia terlalu bergantung pada ekspor bahan mentah, padahal potensi batu bara sangat besar untuk diolah menjadi produk bernilai tinggi,&amp;quot; kata Anggota Komisi XII DPR Dewi Yustisiana di Jakarta, Minggu&amp;nbsp;(11/5/2025).&#13;
&#13;
1. Hilirisasi Batu Bara&#13;
&#13;
Salah satu prioritas hilirasi adalah gasifikasi batu bara menjadi Dimethyl Ether (DME) sebagai substitusi LPG impor, seperti yang tengah dijalankan oleh PT Bukit Asam di Tanjung Enim.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Selain itu, batu bara juga dapat diolah menjadi bahan baku industri penting seperti metanol dan urea untuk sektor petrokimia dan pupuk.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
PTBA dengan PGN juga mengembangkan Subtitute Natural Gas &amp;nbsp;(SNG) atau gas alam sintetis yang memungkinkan batu bara diubah menjadi bahan bakar cair seperti diesel dan bensin sintetis, juga menjadi bagian dari peta jalan hilirisasi meski masih dalam tahap awal.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
2. Diversifikasi Produk Hilirisasi&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Lebih lanjut, Dewi menyoroti pentingnya diversifikasi produk hilirisasi seperti briket, karbon aktif, hingga grafit sintetis untuk mendukung berbagai industri termasuk industri baterai kendaraan listrik yang sedang berkembang.&#13;
&#13;
Untuk mendukung akselerasi hilirisasi batu bara, pemerintah dalam hal ini Kementerian ESDM terus melakukan langkah-langkah strategis. Dia mendorong pemerintah menyiapkan berbagai insentif fiskal dan non-fiskal, termasuk pembebasan pajak, kemudahan perizinan, serta skema off-taker untuk menjamin kepastian pasar.&#13;
&#13;
&amp;quot;Hilirisasi ini bukan semata proyek ekonomi, tapi bagian dari agenda besar menciptakan ekonomi yang mandiri dan berdaulat,&amp;rdquo; katanya.&#13;
&#13;
3. Tantangan Hilirisasi Batu Bara&#13;
&#13;
Dia juga mengingatkan bahwa upaya ini menghadapi tantangan besar seperti kebutuhan investasi tinggi, ketergantungan teknologi asing, serta ketidakpastian harga pasar produk hilir dibandingkan batubara mentah.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Karena itu, dia mendorong kolaborasi erat antara pemerintah, BUMN, dan swasta agar transformasi ini berjalan konsisten dan berdampak langsung pada kesejahteraan rakyat.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Hilirisasi batu bara merupakan langkah strategis untuk mentransformasi ekonomi Indonesia menuju kedaulatan energi dan penguatan industri nasional. Indonesia diketahui menjadi salah satu eksportir batu bara terbesar&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Dari data Kementerian ESDM dari total penjualan 811,01 juta ton, sekitar 433,17 juta ton diekspor ke berbagai negara.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Selama ini Indonesia terlalu bergantung pada ekspor bahan mentah, padahal potensi batu bara sangat besar untuk diolah menjadi produk bernilai tinggi,&amp;quot; kata Anggota Komisi XII DPR Dewi Yustisiana di Jakarta, Minggu&amp;nbsp;(11/5/2025).&#13;
&#13;
1. Hilirisasi Batu Bara&#13;
&#13;
Salah satu prioritas hilirasi adalah gasifikasi batu bara menjadi Dimethyl Ether (DME) sebagai substitusi LPG impor, seperti yang tengah dijalankan oleh PT Bukit Asam di Tanjung Enim.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Selain itu, batu bara juga dapat diolah menjadi bahan baku industri penting seperti metanol dan urea untuk sektor petrokimia dan pupuk.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
PTBA dengan PGN juga mengembangkan Subtitute Natural Gas &amp;nbsp;(SNG) atau gas alam sintetis yang memungkinkan batu bara diubah menjadi bahan bakar cair seperti diesel dan bensin sintetis, juga menjadi bagian dari peta jalan hilirisasi meski masih dalam tahap awal.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
2. Diversifikasi Produk Hilirisasi&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Lebih lanjut, Dewi menyoroti pentingnya diversifikasi produk hilirisasi seperti briket, karbon aktif, hingga grafit sintetis untuk mendukung berbagai industri termasuk industri baterai kendaraan listrik yang sedang berkembang.&#13;
&#13;
Untuk mendukung akselerasi hilirisasi batu bara, pemerintah dalam hal ini Kementerian ESDM terus melakukan langkah-langkah strategis. Dia mendorong pemerintah menyiapkan berbagai insentif fiskal dan non-fiskal, termasuk pembebasan pajak, kemudahan perizinan, serta skema off-taker untuk menjamin kepastian pasar.&#13;
&#13;
&amp;quot;Hilirisasi ini bukan semata proyek ekonomi, tapi bagian dari agenda besar menciptakan ekonomi yang mandiri dan berdaulat,&amp;rdquo; katanya.&#13;
&#13;
3. Tantangan Hilirisasi Batu Bara&#13;
&#13;
Dia juga mengingatkan bahwa upaya ini menghadapi tantangan besar seperti kebutuhan investasi tinggi, ketergantungan teknologi asing, serta ketidakpastian harga pasar produk hilir dibandingkan batubara mentah.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Karena itu, dia mendorong kolaborasi erat antara pemerintah, BUMN, dan swasta agar transformasi ini berjalan konsisten dan berdampak langsung pada kesejahteraan rakyat.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
