<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Maxim dan InDrive Dilarang Beroperasi di Malaysia, Ini Sebabnya</title><description>Malaysia melarang Maxim dan InDrive beroperasi di negara tersebut. Dua perusahaan transportasi online.&#13;
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2025/05/18/320/3139979/maxim-dan-indrive-dilarang-beroperasi-di-malaysia-ini-sebabnya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2025/05/18/320/3139979/maxim-dan-indrive-dilarang-beroperasi-di-malaysia-ini-sebabnya"/><item><title>Maxim dan InDrive Dilarang Beroperasi di Malaysia, Ini Sebabnya</title><link>https://economy.okezone.com/read/2025/05/18/320/3139979/maxim-dan-indrive-dilarang-beroperasi-di-malaysia-ini-sebabnya</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2025/05/18/320/3139979/maxim-dan-indrive-dilarang-beroperasi-di-malaysia-ini-sebabnya</guid><pubDate>Minggu 18 Mei 2025 20:14 WIB</pubDate><dc:creator>Dani Jumadil Akhir</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/05/18/320/3139979/maxim-7xqc_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ojek Online Maxim (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/05/18/320/3139979/maxim-7xqc_large.jpg</image><title>Ojek Online Maxim (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Malaysia melarang Maxim dan InDrive beroperasi di negara tersebut. Dua perusahaan transportasi online asal Rusia ini dinilai telah beroperasi secara illegal dan tidak mematuhi peraturan yang berlaku di Malaysia.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Mulai 24 Juli, Maxim dan InDrive harus menutup operasi mereka di negara ini. Mereka dapat mengajukan banding, namun Keputusan akhir tetap di tangan saya,&amp;rdquo; ungkap Anthony Loke, Menteri Transportasi Malaysia, sebagaimana dikutip The Star, Minggu (18/5/2025).&#13;
&#13;
1. Alasan Malaysia Larang Maxim dan inDrive&#13;
&#13;
Menurut Badan Transportasi Umum Darat (APAD) Malaysia, Maxim dan InDrive telah melanggar Undang-Undang Angkutan Darat tahun 2010 (Pasal 715). Di antaranya menggunakan pengemudi tanpa izin Kendaraan Layanan Publik (PSV) yang sah, mengoperasikan mobil tanpa perlindungan asuransi e-hailing yang tepat, tidak melakukan pemeriksaan kendaraan yang wajib dan menggunakan kendaraan yang tidak terdaftar di bawah sistem Izin Kendaraan E-hailing (EVP).&amp;nbsp;&#13;
&#13;
2. Sikap Pemerintah Malaysia&#13;
&#13;
Menteri Transportasi Anthony Loke menekankan komitmen lembaganya untuk menerapkan peraturan secara adil ke semua pelaku usaha dan menjaga keselamatan penumpang.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Sebelumnya pada 5 Mei 2025, Asosiasi Pengemudi E-Hailing Malaysia atau PENGHANTAR melakukan kepada protes pemerintah Malaysia dan meminta agar Maxim dan InDrive ditutup operasinya di Malaysia. Mereka menuding InDrive dan Maxim telah beroperasi secara ilegal.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Selain Maxim dan InDrive sedikitnya ada 5 perusahaan transportasi online yang beroperasi di Malaysia, yaitu: Grab, MyCar, AirAsiaRide, Bolt dan RYDE. Lahir di Malaysia, Grab diketahui mendominasi pasar angkutan orang dan pengantaran. Tahun 2019, Grab disebut-sebut menguasai hingga 90% pasar ride hailing di Malaysia.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Malaysia melarang Maxim dan InDrive beroperasi di negara tersebut. Dua perusahaan transportasi online asal Rusia ini dinilai telah beroperasi secara illegal dan tidak mematuhi peraturan yang berlaku di Malaysia.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Mulai 24 Juli, Maxim dan InDrive harus menutup operasi mereka di negara ini. Mereka dapat mengajukan banding, namun Keputusan akhir tetap di tangan saya,&amp;rdquo; ungkap Anthony Loke, Menteri Transportasi Malaysia, sebagaimana dikutip The Star, Minggu (18/5/2025).&#13;
&#13;
1. Alasan Malaysia Larang Maxim dan inDrive&#13;
&#13;
Menurut Badan Transportasi Umum Darat (APAD) Malaysia, Maxim dan InDrive telah melanggar Undang-Undang Angkutan Darat tahun 2010 (Pasal 715). Di antaranya menggunakan pengemudi tanpa izin Kendaraan Layanan Publik (PSV) yang sah, mengoperasikan mobil tanpa perlindungan asuransi e-hailing yang tepat, tidak melakukan pemeriksaan kendaraan yang wajib dan menggunakan kendaraan yang tidak terdaftar di bawah sistem Izin Kendaraan E-hailing (EVP).&amp;nbsp;&#13;
&#13;
2. Sikap Pemerintah Malaysia&#13;
&#13;
Menteri Transportasi Anthony Loke menekankan komitmen lembaganya untuk menerapkan peraturan secara adil ke semua pelaku usaha dan menjaga keselamatan penumpang.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Sebelumnya pada 5 Mei 2025, Asosiasi Pengemudi E-Hailing Malaysia atau PENGHANTAR melakukan kepada protes pemerintah Malaysia dan meminta agar Maxim dan InDrive ditutup operasinya di Malaysia. Mereka menuding InDrive dan Maxim telah beroperasi secara ilegal.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Selain Maxim dan InDrive sedikitnya ada 5 perusahaan transportasi online yang beroperasi di Malaysia, yaitu: Grab, MyCar, AirAsiaRide, Bolt dan RYDE. Lahir di Malaysia, Grab diketahui mendominasi pasar angkutan orang dan pengantaran. Tahun 2019, Grab disebut-sebut menguasai hingga 90% pasar ride hailing di Malaysia.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
