<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>IHSG Diprediksi Naik ke Level 7.166, Cek Rekomendasi Saham Cuan Hari Ini</title><description>Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi melanjutkan tren penguatan pada awal pekan ini&#13;
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2025/05/19/278/3140050/ihsg-diprediksi-naik-ke-level-7-166-cek-rekomendasi-saham-cuan-hari-ini</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2025/05/19/278/3140050/ihsg-diprediksi-naik-ke-level-7-166-cek-rekomendasi-saham-cuan-hari-ini"/><item><title>IHSG Diprediksi Naik ke Level 7.166, Cek Rekomendasi Saham Cuan Hari Ini</title><link>https://economy.okezone.com/read/2025/05/19/278/3140050/ihsg-diprediksi-naik-ke-level-7-166-cek-rekomendasi-saham-cuan-hari-ini</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2025/05/19/278/3140050/ihsg-diprediksi-naik-ke-level-7-166-cek-rekomendasi-saham-cuan-hari-ini</guid><pubDate>Senin 19 Mei 2025 07:30 WIB</pubDate><dc:creator>Anggie Ariesta</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/05/19/278/3140050/ihsg-sQz9_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">IHSG Diprediksi Menguat pada Perdagangan Hari Ini. (Foto: Okezone.com/Freepik)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/05/19/278/3140050/ihsg-sQz9_large.jpg</image><title>IHSG Diprediksi Menguat pada Perdagangan Hari Ini. (Foto: Okezone.com/Freepik)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi melanjutkan tren penguatan pada awal pekan ini, dengan pergerakan di kisaran 7.100 hingga 7.166.&#13;
&#13;
Pengamat Pasar Modal William Hartanto melihat bahwa tren penguatan IHSG (strong uptrend) berhasil menembus level 7.100 pada perdagangan akhir pekan lalu.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kami memproyeksikan hari ini IHSG berpotensi bergerak menguat dalam range 7.100&amp;ndash;7.166,&amp;quot; ujar William dalam analisisnya, Senin (19/5/2025).&#13;
&#13;
Secara teknikal, William menyoroti bahwa penguatan IHSG terjadi tanpa menunjukkan tanda-tanda pelemahan (strong uptrend), dan indeks berhasil melewati level psikologis 7.100.&#13;
&#13;
Ia juga mengingatkan bahwa pada 24 Januari 2025 lalu, IHSG sempat membentuk gap pada level 7.166. Level ini dinilai sebagai target teknikal terdekat sebelum IHSG membidik level 7.200.&#13;
&#13;
William menyimpulkan bahwa IHSG menunjukkan kekuatan signifikan pada perdagangan akhir pekan lalu, didorong oleh aktivitas beli bersih (net buy) dari investor asing.&#13;
&#13;
Saat ini, belum terlihat adanya indikasi jenuh beli (overbought) pada pergerakan IHSG. Penguatan pasar didominasi oleh sektor perbankan dan energi.&#13;
&#13;
Namun, William menilai bahwa ini juga saat yang tepat untuk mulai mencari saham-saham yang masih tertinggal (laggards), mengingat kenaikan IHSG yang telah kembali ke atas level 7.000 belum diikuti oleh seluruh saham yang sempat terkoreksi sejak November 2024.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Pada perdagangan sebelumnya, investor asing mencatatkan net buy sebesar Rp810 miliar. Saham-saham dengan net buy terbesar adalah BMRI, GOTO, ANTM, BREN, dan TLKM (diurutkan dari yang tertinggi).&#13;
&#13;
Saham-saham yang menjadi laggards pada perdagangan sebelumnya antara lain: BBRI, DSSA, PANI, BUMI, dan CASA. Sementara itu, saham-saham yang menjadi leaders atau pendorong utama kenaikan adalah BREN, BMRI, TLKM, ADRO, dan TPIA (sumber: data statistik IDX).&#13;
&#13;
Saham-saham yang direkomendasikan secara teknikal:&#13;
&#13;
- ANTM: Buy, support 2.600, resistance 2.860. Pergerakan harga membentuk pola falling wedge dengan neckline pada 2.600 (pola sudah terkonfirmasi).&#13;
&#13;
- ASII: Buy if breakout, support 4.750, resistance 4.930 dan 5.025. Pergerakan harga membentuk pola ascending triangle dengan neckline di 4.930.&#13;
&#13;
- BDMN: Buy, support 2.380, resistance 2.480. Harga membentuk pola inverted head &amp;amp; shoulders dengan neckline pada 2.480.&#13;
&#13;
- SSIA: Buy, support 775, resistance 865 dan 925. Harga berada dalam demand zone di area 775&amp;ndash;865.&#13;
&#13;
&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi melanjutkan tren penguatan pada awal pekan ini, dengan pergerakan di kisaran 7.100 hingga 7.166.&#13;
&#13;
Pengamat Pasar Modal William Hartanto melihat bahwa tren penguatan IHSG (strong uptrend) berhasil menembus level 7.100 pada perdagangan akhir pekan lalu.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kami memproyeksikan hari ini IHSG berpotensi bergerak menguat dalam range 7.100&amp;ndash;7.166,&amp;quot; ujar William dalam analisisnya, Senin (19/5/2025).&#13;
&#13;
Secara teknikal, William menyoroti bahwa penguatan IHSG terjadi tanpa menunjukkan tanda-tanda pelemahan (strong uptrend), dan indeks berhasil melewati level psikologis 7.100.&#13;
&#13;
Ia juga mengingatkan bahwa pada 24 Januari 2025 lalu, IHSG sempat membentuk gap pada level 7.166. Level ini dinilai sebagai target teknikal terdekat sebelum IHSG membidik level 7.200.&#13;
&#13;
William menyimpulkan bahwa IHSG menunjukkan kekuatan signifikan pada perdagangan akhir pekan lalu, didorong oleh aktivitas beli bersih (net buy) dari investor asing.&#13;
&#13;
Saat ini, belum terlihat adanya indikasi jenuh beli (overbought) pada pergerakan IHSG. Penguatan pasar didominasi oleh sektor perbankan dan energi.&#13;
&#13;
Namun, William menilai bahwa ini juga saat yang tepat untuk mulai mencari saham-saham yang masih tertinggal (laggards), mengingat kenaikan IHSG yang telah kembali ke atas level 7.000 belum diikuti oleh seluruh saham yang sempat terkoreksi sejak November 2024.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Pada perdagangan sebelumnya, investor asing mencatatkan net buy sebesar Rp810 miliar. Saham-saham dengan net buy terbesar adalah BMRI, GOTO, ANTM, BREN, dan TLKM (diurutkan dari yang tertinggi).&#13;
&#13;
Saham-saham yang menjadi laggards pada perdagangan sebelumnya antara lain: BBRI, DSSA, PANI, BUMI, dan CASA. Sementara itu, saham-saham yang menjadi leaders atau pendorong utama kenaikan adalah BREN, BMRI, TLKM, ADRO, dan TPIA (sumber: data statistik IDX).&#13;
&#13;
Saham-saham yang direkomendasikan secara teknikal:&#13;
&#13;
- ANTM: Buy, support 2.600, resistance 2.860. Pergerakan harga membentuk pola falling wedge dengan neckline pada 2.600 (pola sudah terkonfirmasi).&#13;
&#13;
- ASII: Buy if breakout, support 4.750, resistance 4.930 dan 5.025. Pergerakan harga membentuk pola ascending triangle dengan neckline di 4.930.&#13;
&#13;
- BDMN: Buy, support 2.380, resistance 2.480. Harga membentuk pola inverted head &amp;amp; shoulders dengan neckline pada 2.480.&#13;
&#13;
- SSIA: Buy, support 775, resistance 865 dan 925. Harga berada dalam demand zone di area 775&amp;ndash;865.&#13;
&#13;
&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
