<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Gibran Sebut Gen Z Penggerak Masifnya Transaksi QRIS</title><description>Gibran Rakabuming memuji peran generasi Z dalam pemanfaatan Quick Response Code Indonesian Standard.&#13;
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2025/05/19/320/3140020/gibran-sebut-gen-z-penggerak-masifnya-transaksi-qris</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2025/05/19/320/3140020/gibran-sebut-gen-z-penggerak-masifnya-transaksi-qris"/><item><title>Gibran Sebut Gen Z Penggerak Masifnya Transaksi QRIS</title><link>https://economy.okezone.com/read/2025/05/19/320/3140020/gibran-sebut-gen-z-penggerak-masifnya-transaksi-qris</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2025/05/19/320/3140020/gibran-sebut-gen-z-penggerak-masifnya-transaksi-qris</guid><pubDate>Senin 19 Mei 2025 00:02 WIB</pubDate><dc:creator>Rahma Anhar</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/05/19/320/3140020/wapres_gibran-Qc57_large.JPG" expression="full" type="image/jpeg">Wapres Gibran (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/05/19/320/3140020/wapres_gibran-Qc57_large.JPG</image><title>Wapres Gibran (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Wakil Presiden Gibran Rakabuming memuji peran generasi Z dalam pemanfaatan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) sebagai alat transaksi digital yang kini berkembang masif.&#13;
&#13;
1. Sebagai Motor Penggerak&#13;
&#13;
Gibran menyebut generasi yang lahir antara tahun 1997 hingga 2012 itu sebagai motor penggerak gaya hidup digital yang mempermudah transaksi sehari-hari.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Siapa Gen Z di sini yang sering pakai QRIS? Terima kasih karena kecepatan dan kemampuan kalian dalam mengadopsi teknologi baru memberi manfaat terhadap pengembangan produk teknologi dalam negeri kita,&amp;quot; kata Gibran dalam pernyataan video yang diunggah oleh Sekretariat Wapres di Jakarta, Minggu (18/5/2025).&#13;
&#13;
2. Pilihan Utama Bertransaksi&#13;
&#13;
Dia menjelaskan bahwa QRIS kini menjadi pilihan utama untuk bertransaksi, mulai dari mal hingga pedagang kaki lima.&#13;
&#13;
&amp;quot;Belanja barang di mal, jajan cendol, kerak telur, seblak di pedagang kaki lima, atau bahkan memberikan donasi di masjid, bisa hanya dengan menggunakan HP melalui QRIS,&amp;quot; katanya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Menurut data Bank Indonesia per Maret 2025, volume transaksi QRIS melonjak hingga 173% dibanding tahun sebelumnya, mencapai lebih dari 1 miliar transaksi.&#13;
&#13;
&amp;quot;Dan yang menarik, ternyata masifnya penggunaan QRIS juga didukung oleh peran Gen Z, generasi yang tumbuh besar di era digital, sehingga lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi,&amp;quot; katanya.&#13;
&#13;
Dia menuturkan sebelum 2019, proses transaksi pembayaran, baik secara online maupun offline, masih tergolong rumit.&#13;
&#13;
Untuk transaksi online, masyarakat harus menggunakan kartu atau melakukan transfer melalui ATM dan mobile banking dengan tahapan yang cukup banyak dan seringkali dikenai biaya tambahan jika melibatkan antarbank.&#13;
&#13;
Untuk transaksi offline, kata Wapres, masyarakat harus menggunakan kartu atau uang tunai, dan sering kali dihadapkan pada kendala seperti menunggu kembalian atau mencari uang kecil, yang membuat antrean menjadi panjang.&#13;
&#13;
Dia juga menyoroti meskipun dompet digital sudah ada saat itu, penggunaannya masih terbatas karena bergantung pada ketersediaan mesin EDC yang terhubung dengan penyedia layanan, yang umumnya hanya dimiliki oleh toko-toko besar.&#13;
&#13;
Namun, kondisi tersebut telah berubah. Saat ini, transaksi pembayaran bisa dilakukan dengan lebih mudah dan luas, bahkan tanpa perlu membawa dompet, uang tunai, atau kartu, cukup dengan menggunakan QRIS melalui ponsel.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Wakil Presiden Gibran Rakabuming memuji peran generasi Z dalam pemanfaatan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) sebagai alat transaksi digital yang kini berkembang masif.&#13;
&#13;
1. Sebagai Motor Penggerak&#13;
&#13;
Gibran menyebut generasi yang lahir antara tahun 1997 hingga 2012 itu sebagai motor penggerak gaya hidup digital yang mempermudah transaksi sehari-hari.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Siapa Gen Z di sini yang sering pakai QRIS? Terima kasih karena kecepatan dan kemampuan kalian dalam mengadopsi teknologi baru memberi manfaat terhadap pengembangan produk teknologi dalam negeri kita,&amp;quot; kata Gibran dalam pernyataan video yang diunggah oleh Sekretariat Wapres di Jakarta, Minggu (18/5/2025).&#13;
&#13;
2. Pilihan Utama Bertransaksi&#13;
&#13;
Dia menjelaskan bahwa QRIS kini menjadi pilihan utama untuk bertransaksi, mulai dari mal hingga pedagang kaki lima.&#13;
&#13;
&amp;quot;Belanja barang di mal, jajan cendol, kerak telur, seblak di pedagang kaki lima, atau bahkan memberikan donasi di masjid, bisa hanya dengan menggunakan HP melalui QRIS,&amp;quot; katanya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Menurut data Bank Indonesia per Maret 2025, volume transaksi QRIS melonjak hingga 173% dibanding tahun sebelumnya, mencapai lebih dari 1 miliar transaksi.&#13;
&#13;
&amp;quot;Dan yang menarik, ternyata masifnya penggunaan QRIS juga didukung oleh peran Gen Z, generasi yang tumbuh besar di era digital, sehingga lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi,&amp;quot; katanya.&#13;
&#13;
Dia menuturkan sebelum 2019, proses transaksi pembayaran, baik secara online maupun offline, masih tergolong rumit.&#13;
&#13;
Untuk transaksi online, masyarakat harus menggunakan kartu atau melakukan transfer melalui ATM dan mobile banking dengan tahapan yang cukup banyak dan seringkali dikenai biaya tambahan jika melibatkan antarbank.&#13;
&#13;
Untuk transaksi offline, kata Wapres, masyarakat harus menggunakan kartu atau uang tunai, dan sering kali dihadapkan pada kendala seperti menunggu kembalian atau mencari uang kecil, yang membuat antrean menjadi panjang.&#13;
&#13;
Dia juga menyoroti meskipun dompet digital sudah ada saat itu, penggunaannya masih terbatas karena bergantung pada ketersediaan mesin EDC yang terhubung dengan penyedia layanan, yang umumnya hanya dimiliki oleh toko-toko besar.&#13;
&#13;
Namun, kondisi tersebut telah berubah. Saat ini, transaksi pembayaran bisa dilakukan dengan lebih mudah dan luas, bahkan tanpa perlu membawa dompet, uang tunai, atau kartu, cukup dengan menggunakan QRIS melalui ponsel.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
