<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Danantara Targetkan 350 Aksi Akuisisi hingga Merger BUMN </title><description>Danantara Indonesia) menargetkan ada 350 aksi akuisisi hingga merger Badan Usaha Milik Negara.&#13;
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2025/05/20/320/3140540/danantara-targetkan-350-aksi-akuisisi-hingga-merger-bumn</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2025/05/20/320/3140540/danantara-targetkan-350-aksi-akuisisi-hingga-merger-bumn"/><item><title>Danantara Targetkan 350 Aksi Akuisisi hingga Merger BUMN </title><link>https://economy.okezone.com/read/2025/05/20/320/3140540/danantara-targetkan-350-aksi-akuisisi-hingga-merger-bumn</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2025/05/20/320/3140540/danantara-targetkan-350-aksi-akuisisi-hingga-merger-bumn</guid><pubDate>Selasa 20 Mei 2025 19:02 WIB</pubDate><dc:creator>Suparjo Ramalan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/05/20/320/3140540/danantara-V2mJ_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Danantara Indonesia (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/05/20/320/3140540/danantara-V2mJ_large.jpg</image><title>Danantara Indonesia (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara ( Danantara Indonesia ) menargetkan ada 350 aksi akuisisi hingga merger Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Proyeksi ini bisa dilakukan selama 1-2 tahun ke depan.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
1. Sasaran ratusan Aksi Korporasi&#13;
&#13;
Chief Operating Officer (COO) Danantara Dony Oskaria mengatakan, target ratusan aksi korporasi tersebut dapat dilakukan setelah Danantara meninjau ulang fundamental bisnis perseroan dan anak usahanya.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Konsolidasi bisnis ini kami harapkan akan selesai dalam 1-2 tahun ke depan, akan terjadi lebih dari 350-an merger dan akuisisi yang akan kami lakukan,&amp;rdquo; ujar Dony saat gelaran Outlook Ekonomi DPR di Jakarta, Selasa (20/5/2025).&#13;
&#13;
Dari penataan ulang (reprofiling) BUMN dan unit bisnisnya, Danantara membuat matriks BUMN. Nantinya, ada matriks yang membedakan perusahaan berdasarkan industrinya masing-masing. Program ini akan rampung di awal kuartal IV/2025.&#13;
&#13;
&amp;quot;Ini tahap satu yang sedang kita lakukan, kita harapkan ini akan selesai sampai dengan Oktober tahun ini. Satu per satu, kemudian output-nya kita melakukan matriks daripada perusahaan kita,&amp;quot; paparnya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
2. Jumlah PPN BUMN&#13;
&#13;
Danantara juga merencanakan pemangkasan jumlah BUMN dan anak usaha. Targetnya, dari 888 perusahaan bakal dirampingkan menjadi di bawah 200.&#13;
&#13;
Menurutnya, pengurangan BUMN bisa membuat bisnis perusahaan menjadi lebih kokoh dan memiliki daya saing global.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Dari 888 perusahaan, kami harapkan ini akan menjadi kurang dari 200 perusahaan, yang skalanya besar dan memiliki kemampuan, daya persaingan yang kuat,&amp;rdquo; beber dia.&#13;
&#13;
Danantara membuka peluang untuk menempuh jarak hingga turn around hingga likuidasi atau penutupan, tergantung hasil pengamatan terhadap fundamental korporasi dan anak usaha.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kita melakukan strategi secara komprehensif untuk melakukan reprofiling daripada bisnisnya,&amp;rdquo; ucap Dony.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Ada juga kita yang melakukan turn around daripada bisnisnya, mungkin ada juga yang akan kita tutup, tergantung dari hasil fundamental business review,&amp;rdquo; lanjutnya.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara ( Danantara Indonesia ) menargetkan ada 350 aksi akuisisi hingga merger Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Proyeksi ini bisa dilakukan selama 1-2 tahun ke depan.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
1. Sasaran ratusan Aksi Korporasi&#13;
&#13;
Chief Operating Officer (COO) Danantara Dony Oskaria mengatakan, target ratusan aksi korporasi tersebut dapat dilakukan setelah Danantara meninjau ulang fundamental bisnis perseroan dan anak usahanya.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Konsolidasi bisnis ini kami harapkan akan selesai dalam 1-2 tahun ke depan, akan terjadi lebih dari 350-an merger dan akuisisi yang akan kami lakukan,&amp;rdquo; ujar Dony saat gelaran Outlook Ekonomi DPR di Jakarta, Selasa (20/5/2025).&#13;
&#13;
Dari penataan ulang (reprofiling) BUMN dan unit bisnisnya, Danantara membuat matriks BUMN. Nantinya, ada matriks yang membedakan perusahaan berdasarkan industrinya masing-masing. Program ini akan rampung di awal kuartal IV/2025.&#13;
&#13;
&amp;quot;Ini tahap satu yang sedang kita lakukan, kita harapkan ini akan selesai sampai dengan Oktober tahun ini. Satu per satu, kemudian output-nya kita melakukan matriks daripada perusahaan kita,&amp;quot; paparnya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
2. Jumlah PPN BUMN&#13;
&#13;
Danantara juga merencanakan pemangkasan jumlah BUMN dan anak usaha. Targetnya, dari 888 perusahaan bakal dirampingkan menjadi di bawah 200.&#13;
&#13;
Menurutnya, pengurangan BUMN bisa membuat bisnis perusahaan menjadi lebih kokoh dan memiliki daya saing global.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Dari 888 perusahaan, kami harapkan ini akan menjadi kurang dari 200 perusahaan, yang skalanya besar dan memiliki kemampuan, daya persaingan yang kuat,&amp;rdquo; beber dia.&#13;
&#13;
Danantara membuka peluang untuk menempuh jarak hingga turn around hingga likuidasi atau penutupan, tergantung hasil pengamatan terhadap fundamental korporasi dan anak usaha.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kita melakukan strategi secara komprehensif untuk melakukan reprofiling daripada bisnisnya,&amp;rdquo; ucap Dony.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Ada juga kita yang melakukan turn around daripada bisnisnya, mungkin ada juga yang akan kita tutup, tergantung dari hasil fundamental business review,&amp;rdquo; lanjutnya.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
