<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Alfamidi (MIDI) Tetap Buka 200 Gerai Baru di Tengah Penurunan Daya Beli</title><description>PT Midi Utama Indonesia Tbk (MIDI), pengelola jaringan ritel Alfamidi, tetap optimistis terhadap prospek industri ritel tahun ini&#13;
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2025/05/22/278/3141094/alfamidi-midi-tetap-buka-200-gerai-baru-di-tengah-penurunan-daya-beli</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2025/05/22/278/3141094/alfamidi-midi-tetap-buka-200-gerai-baru-di-tengah-penurunan-daya-beli"/><item><title>Alfamidi (MIDI) Tetap Buka 200 Gerai Baru di Tengah Penurunan Daya Beli</title><link>https://economy.okezone.com/read/2025/05/22/278/3141094/alfamidi-midi-tetap-buka-200-gerai-baru-di-tengah-penurunan-daya-beli</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2025/05/22/278/3141094/alfamidi-midi-tetap-buka-200-gerai-baru-di-tengah-penurunan-daya-beli</guid><pubDate>Kamis 22 Mei 2025 15:39 WIB</pubDate><dc:creator>Dinar Fitra Maghiszha</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/05/22/278/3141094/alfamidi-i4lO_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Alfamidi (MIDI) Tetap Buka 200 Gerai Baru di Tengah Penurunan Daya Beli. (Foto: Okezone.com/Dinar)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/05/22/278/3141094/alfamidi-i4lO_large.jpg</image><title>Alfamidi (MIDI) Tetap Buka 200 Gerai Baru di Tengah Penurunan Daya Beli. (Foto: Okezone.com/Dinar)</title></images><description>TANGERANG &amp;ndash; PT Midi Utama Indonesia Tbk (MIDI), pengelola jaringan ritel Alfamidi, tetap optimistis terhadap prospek industri ritel tahun ini, meski daya beli masyarakat Indonesia menurun.&#13;
&#13;
1. Daya Beli Menurun&#13;
&#13;
Direktur MIDI, Suantopo Po, menyampaikan bahwa perusahaan masih melihat ruang pertumbuhan secara nasional. Pelemahan daya beli dinilai masih bersifat lokal dan tidak berdampak signifikan terhadap kinerja.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Penurunan daya beli, ya bisa jadi di beberapa daerah, misalnya yang memang pabrik (produsen)-nya ada yang tutup. Tapi secara keseluruhan nasional tetap bergeliat,&amp;rdquo; ujarnya dalam Public Expose di Tangerang, Kamis (22/5/2025).&#13;
&#13;
2. Alfamidi Tetap Ekspansi&#13;
&#13;
Suantopo menyebut, MIDI tidak melihat alasan untuk menahan ekspansi. Tahun ini, perusahaan tetap membidik pertumbuhan gerai baru.&#13;
&#13;
Dia menambahkan, pertumbuhan ekonomi di luar Pulau Jawa turut mendukung kinerja perseroan. Ini sejalan dengan jumlah gerai MIDI yang sebagian besar, yakni 52,1%, berada di luar Jawa.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Saya keliling ke beberapa daerah (luar Jawa), pesawat penuh, kondisi lalu lintas juga cukup tinggi. Jadi secara keseluruhan kita tetap optimistis,&amp;rdquo; tambahnya.&#13;
&#13;
3. Tren PHK&#13;
&#13;
Manajemen juga menyoroti tren pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap pertumbuhan perusahaan.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Mungkin (penurunan daya beli) juga ada di beberapa area yang terdapat PHK,&amp;rdquo; jelasnya.&#13;
&#13;
Data Bank Indonesia (BI) menunjukkan Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) April 2025 mencapai level 121,7, naik dari 121,1 pada Maret.&#13;
&#13;
Kenaikan ini terjadi meskipun penjualan ritel mengalami kontraksi sebesar 2,2% secara tahunan (yoy), dan 6,9% secara bulanan (mom) setelah berakhirnya musim belanja Lebaran.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
4. Laba MIDI&#13;
&#13;
Hingga kuartal I-2025, MIDI mencatatkan laba bersih senilai Rp190,37 miliar, naik 20,06% yoy. Sementara pendapatan usaha selama triwulan pertama tembus Rp5,5 triliun.&#13;
&#13;
Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Kamis (22/5), MIDI memutuskan pembagian dividen sebesar 45% dari laba bersih atau sebanyak Rp245,7 miliar, atau Rp7,35 per saham.&#13;
&#13;
5. Siapkan Capex Rp1,5 Triliun&#13;
&#13;
Alfamidi mengalokasikan belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar Rp1,5 triliun untuk 2025. Sebagian besar anggaran bakal dikucurkan untuk pembukaan gerai baru.&#13;
&#13;
Untuk tahun ini, anggaran belanja modal naik dari tahun buku 2024 yang sebesar Rp1,4 triliun, dengan realisasi penjualan mencapai Rp13,8 triliun.&#13;
&#13;
Mayoritas anggaran capex tersebut bakal digunakan untuk menambah jumlah gerai baru di berbagai daerah.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Sekitar 60% (capex) dianggarkan untuk penambahan gerai baru. Sisanya untuk gudang baru, perpanjangan sewa, relokasi gerai, dan relokasi gudang yang sudah ada,&amp;rdquo; katanya.&#13;
&#13;
Keputusan untuk menaikkan anggaran capex tahun ini, ujar Suantopo, didasari oleh keyakinan bahwa industri ritel tetap tumbuh di tengah pelemahan daya beli dan lemahnya angka penjualan ritel.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kami melihat di saat kondisinya waspada, maka bagi kami ini kesempatan untuk tumbuh,&amp;rdquo; ujarnya.&#13;
&#13;
Capex ini juga mendukung target MIDI untuk membuka 200 gerai baru sepanjang 2025. Hingga kuartal I, perusahaan telah membuka 34 gerai.&#13;
</description><content:encoded>TANGERANG &amp;ndash; PT Midi Utama Indonesia Tbk (MIDI), pengelola jaringan ritel Alfamidi, tetap optimistis terhadap prospek industri ritel tahun ini, meski daya beli masyarakat Indonesia menurun.&#13;
&#13;
1. Daya Beli Menurun&#13;
&#13;
Direktur MIDI, Suantopo Po, menyampaikan bahwa perusahaan masih melihat ruang pertumbuhan secara nasional. Pelemahan daya beli dinilai masih bersifat lokal dan tidak berdampak signifikan terhadap kinerja.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Penurunan daya beli, ya bisa jadi di beberapa daerah, misalnya yang memang pabrik (produsen)-nya ada yang tutup. Tapi secara keseluruhan nasional tetap bergeliat,&amp;rdquo; ujarnya dalam Public Expose di Tangerang, Kamis (22/5/2025).&#13;
&#13;
2. Alfamidi Tetap Ekspansi&#13;
&#13;
Suantopo menyebut, MIDI tidak melihat alasan untuk menahan ekspansi. Tahun ini, perusahaan tetap membidik pertumbuhan gerai baru.&#13;
&#13;
Dia menambahkan, pertumbuhan ekonomi di luar Pulau Jawa turut mendukung kinerja perseroan. Ini sejalan dengan jumlah gerai MIDI yang sebagian besar, yakni 52,1%, berada di luar Jawa.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Saya keliling ke beberapa daerah (luar Jawa), pesawat penuh, kondisi lalu lintas juga cukup tinggi. Jadi secara keseluruhan kita tetap optimistis,&amp;rdquo; tambahnya.&#13;
&#13;
3. Tren PHK&#13;
&#13;
Manajemen juga menyoroti tren pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap pertumbuhan perusahaan.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Mungkin (penurunan daya beli) juga ada di beberapa area yang terdapat PHK,&amp;rdquo; jelasnya.&#13;
&#13;
Data Bank Indonesia (BI) menunjukkan Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) April 2025 mencapai level 121,7, naik dari 121,1 pada Maret.&#13;
&#13;
Kenaikan ini terjadi meskipun penjualan ritel mengalami kontraksi sebesar 2,2% secara tahunan (yoy), dan 6,9% secara bulanan (mom) setelah berakhirnya musim belanja Lebaran.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
4. Laba MIDI&#13;
&#13;
Hingga kuartal I-2025, MIDI mencatatkan laba bersih senilai Rp190,37 miliar, naik 20,06% yoy. Sementara pendapatan usaha selama triwulan pertama tembus Rp5,5 triliun.&#13;
&#13;
Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Kamis (22/5), MIDI memutuskan pembagian dividen sebesar 45% dari laba bersih atau sebanyak Rp245,7 miliar, atau Rp7,35 per saham.&#13;
&#13;
5. Siapkan Capex Rp1,5 Triliun&#13;
&#13;
Alfamidi mengalokasikan belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar Rp1,5 triliun untuk 2025. Sebagian besar anggaran bakal dikucurkan untuk pembukaan gerai baru.&#13;
&#13;
Untuk tahun ini, anggaran belanja modal naik dari tahun buku 2024 yang sebesar Rp1,4 triliun, dengan realisasi penjualan mencapai Rp13,8 triliun.&#13;
&#13;
Mayoritas anggaran capex tersebut bakal digunakan untuk menambah jumlah gerai baru di berbagai daerah.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Sekitar 60% (capex) dianggarkan untuk penambahan gerai baru. Sisanya untuk gudang baru, perpanjangan sewa, relokasi gerai, dan relokasi gudang yang sudah ada,&amp;rdquo; katanya.&#13;
&#13;
Keputusan untuk menaikkan anggaran capex tahun ini, ujar Suantopo, didasari oleh keyakinan bahwa industri ritel tetap tumbuh di tengah pelemahan daya beli dan lemahnya angka penjualan ritel.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kami melihat di saat kondisinya waspada, maka bagi kami ini kesempatan untuk tumbuh,&amp;rdquo; ujarnya.&#13;
&#13;
Capex ini juga mendukung target MIDI untuk membuka 200 gerai baru sepanjang 2025. Hingga kuartal I, perusahaan telah membuka 34 gerai.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
