<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>BI Rate Berpeluang Turun Lagi 25 Basis Poin hingga Akhir 2025</title><description>Ruang penurunan suku bunga Bank Indonesia atau BI Rate sebesar 25 bps diprediksi masih akan dilakukan&#13;
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2025/05/22/320/3140958/bi-rate-berpeluang-turun-lagi-25-basis-poin-hingga-akhir-2025</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2025/05/22/320/3140958/bi-rate-berpeluang-turun-lagi-25-basis-poin-hingga-akhir-2025"/><item><title>BI Rate Berpeluang Turun Lagi 25 Basis Poin hingga Akhir 2025</title><link>https://economy.okezone.com/read/2025/05/22/320/3140958/bi-rate-berpeluang-turun-lagi-25-basis-poin-hingga-akhir-2025</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2025/05/22/320/3140958/bi-rate-berpeluang-turun-lagi-25-basis-poin-hingga-akhir-2025</guid><pubDate>Kamis 22 Mei 2025 07:07 WIB</pubDate><dc:creator>Feby Novalius</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/05/22/320/3140958/bi-vsqj_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">BI memangkas suku bunga acuan menjadi 5,5%. (Foto: Okezone.com)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/05/22/320/3140958/bi-vsqj_large.jpg</image><title>BI memangkas suku bunga acuan menjadi 5,5%. (Foto: Okezone.com)</title></images><description>JAKARTA - Ruang penurunan suku bunga Bank Indonesia atau BI Rate sebesar 25 bps diprediksi masih akan dilakukan hingga akhir tahun dengan catatan nilai tukar masih tetap stabil.&#13;
&#13;
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) pun menyambut positif keputusan Bank Indonesia (BI) menurunkan suku bunga acuan atau BI-Rate sebesar 25 basis poin (bps) menjadi 5,50%.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kami menyambut positif penurunan BI-Rate sebesar 25 bps menjadi 5,50 persen pada Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia hari ini. Kebijakan ini juga sudah sejalan dengan estimasi kami,&amp;rdquo; kata Chief Economist BNI Leo Putera Rinaldy, dikutip dari Antara, di Jakarta, Kamis (22/5/2025).&amp;nbsp;&#13;
&#13;
BNI melihat terdapat tiga faktor utama yang melandasi penurunan BI-Rate, yaitu penguatan nilai tukar rupiah, inflasi yang terjaga sesuai target BI, dan perlambatan ekonomi domestik.&#13;
&#13;
Di saat yang sama, BI juga merelaksasi kebijakan makropurudensial untuk mendukung likuditas perbankan sekaligus merespons perlambatan kredit dan dana pihak ketiga (DPK).&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Dengan adanya penurunan BI Rate, kami memperkirakan SRBI-rate akan turun lebih lanjut dari posisi terakhir 6,47% (SRBI-rate 12 bulan),&amp;rdquo; ujarnya.&#13;
&#13;
Selain itu, lanjut Leo, pemangkasan BI-Rate dapat berpotensi menurunkan imbal hasil SBN karena ekspektasi aliran dana asing dan potensi shifting dana dari SRBI yang jatuh tempo ke obligasi pemerintah.&#13;
&#13;
Nilai tukar Rupiah juga diperkirakan bisa tetap stabil bila risiko global tidak berubah, diikuti dengan penurunan permintaan valas setelah pembayaran dividen dan musim pembayaran utang pada April dan Mei.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kami juga melihat adanya potensi penurunan suku bunga perbankan, dimana penurunan bunga dana akan terjadi lebih dulu diikuti oleh penurunan bunga kredit,&amp;rdquo; tambah Leo.&#13;
&#13;
BI melalui Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bulan Mei 2025 yang diselenggarakan pada Selasa (20/5) dan Rabu (21/5) memutuskan untuk memangkas suku bunga acuan atau BI-Rate sebesar 25 basis poin (bps) menjadi berada pada level 5,5%.&#13;
&#13;
Suku bunga deposit facility turun sebesar 25 bps menjadi berada pada level 4,75%. Begitu pula suku bunga lending facility yang diputuskan untuk turun sebesar 25 bps menjadi pada level 6,25%.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Ruang penurunan suku bunga Bank Indonesia atau BI Rate sebesar 25 bps diprediksi masih akan dilakukan hingga akhir tahun dengan catatan nilai tukar masih tetap stabil.&#13;
&#13;
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) pun menyambut positif keputusan Bank Indonesia (BI) menurunkan suku bunga acuan atau BI-Rate sebesar 25 basis poin (bps) menjadi 5,50%.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kami menyambut positif penurunan BI-Rate sebesar 25 bps menjadi 5,50 persen pada Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia hari ini. Kebijakan ini juga sudah sejalan dengan estimasi kami,&amp;rdquo; kata Chief Economist BNI Leo Putera Rinaldy, dikutip dari Antara, di Jakarta, Kamis (22/5/2025).&amp;nbsp;&#13;
&#13;
BNI melihat terdapat tiga faktor utama yang melandasi penurunan BI-Rate, yaitu penguatan nilai tukar rupiah, inflasi yang terjaga sesuai target BI, dan perlambatan ekonomi domestik.&#13;
&#13;
Di saat yang sama, BI juga merelaksasi kebijakan makropurudensial untuk mendukung likuditas perbankan sekaligus merespons perlambatan kredit dan dana pihak ketiga (DPK).&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Dengan adanya penurunan BI Rate, kami memperkirakan SRBI-rate akan turun lebih lanjut dari posisi terakhir 6,47% (SRBI-rate 12 bulan),&amp;rdquo; ujarnya.&#13;
&#13;
Selain itu, lanjut Leo, pemangkasan BI-Rate dapat berpotensi menurunkan imbal hasil SBN karena ekspektasi aliran dana asing dan potensi shifting dana dari SRBI yang jatuh tempo ke obligasi pemerintah.&#13;
&#13;
Nilai tukar Rupiah juga diperkirakan bisa tetap stabil bila risiko global tidak berubah, diikuti dengan penurunan permintaan valas setelah pembayaran dividen dan musim pembayaran utang pada April dan Mei.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kami juga melihat adanya potensi penurunan suku bunga perbankan, dimana penurunan bunga dana akan terjadi lebih dulu diikuti oleh penurunan bunga kredit,&amp;rdquo; tambah Leo.&#13;
&#13;
BI melalui Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bulan Mei 2025 yang diselenggarakan pada Selasa (20/5) dan Rabu (21/5) memutuskan untuk memangkas suku bunga acuan atau BI-Rate sebesar 25 basis poin (bps) menjadi berada pada level 5,5%.&#13;
&#13;
Suku bunga deposit facility turun sebesar 25 bps menjadi berada pada level 4,75%. Begitu pula suku bunga lending facility yang diputuskan untuk turun sebesar 25 bps menjadi pada level 6,25%.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
