<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title> Tenang, Sri Mulyani Bawa Bukti Gejolak Pasar Keuangan Global Mereda</title><description>Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan bahwa gejolak pasar keuangan global mereda pasca indikasi de-eskalasi perang tarif. &#13;
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2025/05/23/320/3141379/tenang-sri-mulyani-bawa-bukti-gejolak-pasar-keuangan-global-mereda</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2025/05/23/320/3141379/tenang-sri-mulyani-bawa-bukti-gejolak-pasar-keuangan-global-mereda"/><item><title> Tenang, Sri Mulyani Bawa Bukti Gejolak Pasar Keuangan Global Mereda</title><link>https://economy.okezone.com/read/2025/05/23/320/3141379/tenang-sri-mulyani-bawa-bukti-gejolak-pasar-keuangan-global-mereda</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2025/05/23/320/3141379/tenang-sri-mulyani-bawa-bukti-gejolak-pasar-keuangan-global-mereda</guid><pubDate>Jum'at 23 Mei 2025 15:16 WIB</pubDate><dc:creator>Anggie Ariesta</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/05/23/320/3141379/apbn_2025-Fa7b_large.png" expression="full" type="image/jpeg"> Tenang, Sri Mulyani Bawa Bukti Gejolak Pasar Keuangan Global Mereda (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/05/23/320/3141379/apbn_2025-Fa7b_large.png</image><title> Tenang, Sri Mulyani Bawa Bukti Gejolak Pasar Keuangan Global Mereda (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan bahwa gejolak pasar keuangan global mereda pasca indikasi de-eskalasi perang tarif.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Hal ini karena kesepakatan antara Amerika Serikat dan China meningkatkan sentimen positif, mendorong apresiasi nilai tukar, penguatan saham dan penurunan yield Surat Berharga Negara (SBN).&#13;
&#13;
Berdasarkan paparan yang ditampilkan Sri Mulyani, rupiah secara Ytd tercatat Rp16.451 per USD, sementara selama 1,5 bulan ini apresiasi Rp16.395 per USD.&#13;
&#13;
&amp;quot;Exchange rate kita year to date Januari ke akhir April adalah 1,6 (persen) depresiasi sejak retaliasi tarif diumumkan hingga bulan Mei tanggal 21 terjadi apresiasi,&amp;quot; kata Sri Mulyani dalam Konferensi Pers APBN KITA Edisi Mei 2025, Jumat (23/5/2025).&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Sementara itu untuk harga saham, secara Ytd naik 0,9 persen, sedangkan 1,5 bulan sejak retaliasi tarif terjadi lonjakan 9,7 persen.&#13;
&#13;
Kemudian government bond yield, kata Sri Mulyani, dalam hal ini yang 10 tahun mengalami penurunan 15 basis poin dan dari April-Mei mengalami penurunan 17 bps.&#13;
&#13;
&amp;quot;Mengalami penurunan untuk government bond itu bagus karena makin rendah yield nya beban untuk utangnya turun,&amp;quot; ungkap Menkeu.&#13;
&#13;
Yield SBN posisi 21 Mei 2025 adalah 6,8 persen yang artinya 223 bps spread.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan bahwa gejolak pasar keuangan global mereda pasca indikasi de-eskalasi perang tarif.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Hal ini karena kesepakatan antara Amerika Serikat dan China meningkatkan sentimen positif, mendorong apresiasi nilai tukar, penguatan saham dan penurunan yield Surat Berharga Negara (SBN).&#13;
&#13;
Berdasarkan paparan yang ditampilkan Sri Mulyani, rupiah secara Ytd tercatat Rp16.451 per USD, sementara selama 1,5 bulan ini apresiasi Rp16.395 per USD.&#13;
&#13;
&amp;quot;Exchange rate kita year to date Januari ke akhir April adalah 1,6 (persen) depresiasi sejak retaliasi tarif diumumkan hingga bulan Mei tanggal 21 terjadi apresiasi,&amp;quot; kata Sri Mulyani dalam Konferensi Pers APBN KITA Edisi Mei 2025, Jumat (23/5/2025).&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Sementara itu untuk harga saham, secara Ytd naik 0,9 persen, sedangkan 1,5 bulan sejak retaliasi tarif terjadi lonjakan 9,7 persen.&#13;
&#13;
Kemudian government bond yield, kata Sri Mulyani, dalam hal ini yang 10 tahun mengalami penurunan 15 basis poin dan dari April-Mei mengalami penurunan 17 bps.&#13;
&#13;
&amp;quot;Mengalami penurunan untuk government bond itu bagus karena makin rendah yield nya beban untuk utangnya turun,&amp;quot; ungkap Menkeu.&#13;
&#13;
Yield SBN posisi 21 Mei 2025 adalah 6,8 persen yang artinya 223 bps spread.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
