<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Diskon Tarif Listrik hingga BSU Pekerja 2025 Bisa Dorong Ekonomi RI Tumbuh 5%?</title><description>Pemerintah menyiapkan paket stimulus ekonomi seperti diskon tarif listrik 50% hingga bantuan subsidi upah (BSU).&#13;
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2025/05/25/320/3141823/diskon-tarif-listrik-hingga-bsu-pekerja-2025-bisa-dorong-ekonomi-ri-tumbuh-5</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2025/05/25/320/3141823/diskon-tarif-listrik-hingga-bsu-pekerja-2025-bisa-dorong-ekonomi-ri-tumbuh-5"/><item><title>Diskon Tarif Listrik hingga BSU Pekerja 2025 Bisa Dorong Ekonomi RI Tumbuh 5%?</title><link>https://economy.okezone.com/read/2025/05/25/320/3141823/diskon-tarif-listrik-hingga-bsu-pekerja-2025-bisa-dorong-ekonomi-ri-tumbuh-5</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2025/05/25/320/3141823/diskon-tarif-listrik-hingga-bsu-pekerja-2025-bisa-dorong-ekonomi-ri-tumbuh-5</guid><pubDate>Minggu 25 Mei 2025 14:16 WIB</pubDate><dc:creator>Dinar Fitra Maghiszha</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/05/25/320/3141823/rupiah-QxpH_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Diskon Tarif Listrik hingga BSU Pekerja 2025 Bisa Dorong Ekonomi RI Tumbuh 5%? (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/05/25/320/3141823/rupiah-QxpH_large.jpg</image><title>Diskon Tarif Listrik hingga BSU Pekerja 2025 Bisa Dorong Ekonomi RI Tumbuh 5%? (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Pemerintah menyiapkan paket stimulus ekonomi seperti diskon tarif listrik 50% hingga bantuan subsidi upah (BSU) untuk pekerja dengan gaji di bawah Rp3,5 juta. Paket stimulus ini siap meluncur pada 5 Juni 2025 dan berlaku hingga Juli 2025.&#13;
&#13;
Diskon tarif listrik 50% hingga BSU pekerja 2025 kembali diberlakukan demi menjaga daya beli masyarakat dan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II-2025. Lalu apakah ekonomi Indonesia bisa tumbuh 5%? Tercatat, Pertumbuhan ekonomi pada kuartal pertama 2025 mencapai 4,87% secara tahunan&amp;nbsp;atau melambat dibanding kuartal sebelumnya&#13;
&#13;
1. Pemerintah Optimistis Ekonomi Tumbuh 5%&#13;
&#13;
Pemerintah optimistis enam paket stimulus ekonomi yang siap meluncur awal Juni mampu menjaga pertumbuhan ekonomi di kisaran 5% pada kuartal kedua. Stimulus berbasis konsumsi ini dirancang untuk menjaga daya beli masyarakat di tengah tidak adanya momentum besar seperti Lebaran atau Natal.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Stimulus tersebut disiapkan agar pertumbuhan ekonomi nasional pada kuartal kedua dapat tetap berada di kisaran 5%,&amp;rdquo; kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam keterangan di Jakarta, Minggu (25/5/2025).&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
2. Tantangan Ekonomi di Kuartal II-2025&#13;
&#13;
Selama kuartal II dinilai merupakan masa yang cukup menantang bagi perekonomian, karena tidak ditopang oleh konsumsi musiman seperti Natal dan Tahun Baru.&#13;
&#13;
Namun, pemerintah melihat masa libur sekolah dan pencairan gaji ke-13 sebagai peluang yang bisa dioptimalkan untuk mendongkrak aktivitas konsumsi.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Masa libur sekolah yang diikuti dengan pemberian gaji ke-13 akan menjadi momentum penting untuk mendorong daya beli masyarakat,&amp;rdquo; kata Airlangga.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
3. Paket Stimulus Ekonomi&#13;
&#13;
Enam paket stimulus yang sedang difinalisasi meliputi insentif di sektor transportasi, energi, bantuan sosial, dan ketenagakerjaan.&#13;
&#13;
Program tersebut mencakup diskon tiket kereta, pesawat, kapal laut, serta potongan tarif tol yang ditargetkan menjangkau hingga 110 juta pengguna jalan.&#13;
&#13;
Selain itu, pemerintah juga akan memberikan diskon tarif listrik sebesar 50 persen bagi 79,3 juta pelanggan rumah tangga dengan daya di bawah 1.300 VA.&#13;
&#13;
Bantuan sosial pun diperkuat melalui penambahan kartu sembako dan bantuan pangan bagi 18,3 juta keluarga penerima manfaat (KPM).&#13;
&#13;
Stimulus lainnya yaitu Bantuan Subsidi Upah (BSU) bagi pekerja bergaji di bawah Rp3,5 juta serta guru honorer, dan perpanjangan program diskon iuran Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) untuk sektor padat karya.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Keenam stimulus yang saat ini sedang difinalisasi dan direncanakan akan diluncurkan pada 5 Juni 2025 tersebut diharapkan akan mampu mendongkrak konsumsi masyarakat,&amp;rdquo; jelas Airlangga.&#13;
&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Pemerintah menyiapkan paket stimulus ekonomi seperti diskon tarif listrik 50% hingga bantuan subsidi upah (BSU) untuk pekerja dengan gaji di bawah Rp3,5 juta. Paket stimulus ini siap meluncur pada 5 Juni 2025 dan berlaku hingga Juli 2025.&#13;
&#13;
Diskon tarif listrik 50% hingga BSU pekerja 2025 kembali diberlakukan demi menjaga daya beli masyarakat dan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II-2025. Lalu apakah ekonomi Indonesia bisa tumbuh 5%? Tercatat, Pertumbuhan ekonomi pada kuartal pertama 2025 mencapai 4,87% secara tahunan&amp;nbsp;atau melambat dibanding kuartal sebelumnya&#13;
&#13;
1. Pemerintah Optimistis Ekonomi Tumbuh 5%&#13;
&#13;
Pemerintah optimistis enam paket stimulus ekonomi yang siap meluncur awal Juni mampu menjaga pertumbuhan ekonomi di kisaran 5% pada kuartal kedua. Stimulus berbasis konsumsi ini dirancang untuk menjaga daya beli masyarakat di tengah tidak adanya momentum besar seperti Lebaran atau Natal.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Stimulus tersebut disiapkan agar pertumbuhan ekonomi nasional pada kuartal kedua dapat tetap berada di kisaran 5%,&amp;rdquo; kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam keterangan di Jakarta, Minggu (25/5/2025).&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
2. Tantangan Ekonomi di Kuartal II-2025&#13;
&#13;
Selama kuartal II dinilai merupakan masa yang cukup menantang bagi perekonomian, karena tidak ditopang oleh konsumsi musiman seperti Natal dan Tahun Baru.&#13;
&#13;
Namun, pemerintah melihat masa libur sekolah dan pencairan gaji ke-13 sebagai peluang yang bisa dioptimalkan untuk mendongkrak aktivitas konsumsi.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Masa libur sekolah yang diikuti dengan pemberian gaji ke-13 akan menjadi momentum penting untuk mendorong daya beli masyarakat,&amp;rdquo; kata Airlangga.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
3. Paket Stimulus Ekonomi&#13;
&#13;
Enam paket stimulus yang sedang difinalisasi meliputi insentif di sektor transportasi, energi, bantuan sosial, dan ketenagakerjaan.&#13;
&#13;
Program tersebut mencakup diskon tiket kereta, pesawat, kapal laut, serta potongan tarif tol yang ditargetkan menjangkau hingga 110 juta pengguna jalan.&#13;
&#13;
Selain itu, pemerintah juga akan memberikan diskon tarif listrik sebesar 50 persen bagi 79,3 juta pelanggan rumah tangga dengan daya di bawah 1.300 VA.&#13;
&#13;
Bantuan sosial pun diperkuat melalui penambahan kartu sembako dan bantuan pangan bagi 18,3 juta keluarga penerima manfaat (KPM).&#13;
&#13;
Stimulus lainnya yaitu Bantuan Subsidi Upah (BSU) bagi pekerja bergaji di bawah Rp3,5 juta serta guru honorer, dan perpanjangan program diskon iuran Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) untuk sektor padat karya.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Keenam stimulus yang saat ini sedang difinalisasi dan direncanakan akan diluncurkan pada 5 Juni 2025 tersebut diharapkan akan mampu mendongkrak konsumsi masyarakat,&amp;rdquo; jelas Airlangga.&#13;
&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
