<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pede Target Lifting Minyak Tercapai, Bahlil: Hanya Orang Malas yang Tak Bisa</title><description>Bahlil Lahadalia menegaskan bahwa peningkatan lifting minyak nasional sangat mungkin dicapai.&#13;
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2025/05/26/320/3142080/pede-target-lifting-minyak-tercapai-bahlil-hanya-orang-malas-yang-tak-bisa</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2025/05/26/320/3142080/pede-target-lifting-minyak-tercapai-bahlil-hanya-orang-malas-yang-tak-bisa"/><item><title>Pede Target Lifting Minyak Tercapai, Bahlil: Hanya Orang Malas yang Tak Bisa</title><link>https://economy.okezone.com/read/2025/05/26/320/3142080/pede-target-lifting-minyak-tercapai-bahlil-hanya-orang-malas-yang-tak-bisa</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2025/05/26/320/3142080/pede-target-lifting-minyak-tercapai-bahlil-hanya-orang-malas-yang-tak-bisa</guid><pubDate>Senin 26 Mei 2025 15:16 WIB</pubDate><dc:creator>Tangguh Yudha</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/05/26/320/3142080/menteri_esdm-DPG0_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menteri ESDM soal Lifting Minyak (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/05/26/320/3142080/menteri_esdm-DPG0_large.jpg</image><title>Menteri ESDM soal Lifting Minyak (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan bahwa peningkatan lifting minyak nasional sangat mungkin dicapai. Menurutnya, hanya orang malas yang tidak bisa mengejar target tersebut.&#13;
&#13;
1. Peningkatan Lifting Minyak&#13;
&#13;
Bahlil menyatakan peningkatan lifting minyak bisa dilakukan asalkan ada kemauan dan kerja keras. Salah satunya dengan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap berbagai regulasi yang ada.&#13;
&#13;
&amp;quot;Pertanyaannya adalah bisa gak kita naikkan lifting? Saya katakan, bisa. Begitu saya masuk, ngecek 6 bulan, kita perbarui semua regulasi. Jadi kalau ditanya, apakah bisa? Hanya orang malas yang gak bisa,&amp;quot; tegas Bahlil Dalam acara Energi Mineral Forum, Senin (26/5/2025),&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Bahlil juga menyinggung perdebatan lama terkait skema pengelolaan minyak antara gross split dan cost recovery. Menurutnya, fokus utama haruslah pada hasil akhir yang memberikan keuntungan adil bagi pengusaha dan negara.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Yang penting minimal IRR-nya 13%, tengah-tengah 15%, maksimal 17%. Supaya pengusaha dapat, negara dapat, tapi juga kedaulatan energi kita bisa kita wujudkan,&amp;rdquo; jelasnya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Dia mencontohkan keberhasilan pemerintah meresmikan produksi 20 ribu barel minyak, dan menargetkan tambahan 30 ribu barel pada Juli mendatang dari wilayah Cepu.&#13;
&#13;
2. Rencana Produksi&#13;
&#13;
Bahlil juga menyebutkan rencana produksi besar-besaran oleh ENI di tahun 2027&amp;ndash;2028 dengan kapasitas 1.500 MMSCFD gas dan 90 ribu barel konsentrat minyak.&#13;
&#13;
Lebih lanjut, Bahlil menyindir praktik impor BBM dari negara yang tidak memiliki sumber minyak seperti Singapura. Ia menilai hal tersebut tidak logis dan merugikan.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kita impor minyak dari negara yang nggak ada minyaknya. Kan lucu ini dunia ini,&amp;rdquo; ucapnya.&#13;
&#13;
Dia menambahkan agar lebih baik impor dilakukan langsung dari Timur Tengah yang secara logistik dan harga lebih masuk akal dibanding dengan Singapura yang tidak memiliki minyak sama sekali.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Middle East kita bawain kita, masih jauh lebih berharga daripada Singapura. Karena dia nggak punya minyak, kan kira-kira begitu. Logikanya kan,&amp;rdquo; pungkasnya.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan bahwa peningkatan lifting minyak nasional sangat mungkin dicapai. Menurutnya, hanya orang malas yang tidak bisa mengejar target tersebut.&#13;
&#13;
1. Peningkatan Lifting Minyak&#13;
&#13;
Bahlil menyatakan peningkatan lifting minyak bisa dilakukan asalkan ada kemauan dan kerja keras. Salah satunya dengan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap berbagai regulasi yang ada.&#13;
&#13;
&amp;quot;Pertanyaannya adalah bisa gak kita naikkan lifting? Saya katakan, bisa. Begitu saya masuk, ngecek 6 bulan, kita perbarui semua regulasi. Jadi kalau ditanya, apakah bisa? Hanya orang malas yang gak bisa,&amp;quot; tegas Bahlil Dalam acara Energi Mineral Forum, Senin (26/5/2025),&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Bahlil juga menyinggung perdebatan lama terkait skema pengelolaan minyak antara gross split dan cost recovery. Menurutnya, fokus utama haruslah pada hasil akhir yang memberikan keuntungan adil bagi pengusaha dan negara.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Yang penting minimal IRR-nya 13%, tengah-tengah 15%, maksimal 17%. Supaya pengusaha dapat, negara dapat, tapi juga kedaulatan energi kita bisa kita wujudkan,&amp;rdquo; jelasnya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Dia mencontohkan keberhasilan pemerintah meresmikan produksi 20 ribu barel minyak, dan menargetkan tambahan 30 ribu barel pada Juli mendatang dari wilayah Cepu.&#13;
&#13;
2. Rencana Produksi&#13;
&#13;
Bahlil juga menyebutkan rencana produksi besar-besaran oleh ENI di tahun 2027&amp;ndash;2028 dengan kapasitas 1.500 MMSCFD gas dan 90 ribu barel konsentrat minyak.&#13;
&#13;
Lebih lanjut, Bahlil menyindir praktik impor BBM dari negara yang tidak memiliki sumber minyak seperti Singapura. Ia menilai hal tersebut tidak logis dan merugikan.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kita impor minyak dari negara yang nggak ada minyaknya. Kan lucu ini dunia ini,&amp;rdquo; ucapnya.&#13;
&#13;
Dia menambahkan agar lebih baik impor dilakukan langsung dari Timur Tengah yang secara logistik dan harga lebih masuk akal dibanding dengan Singapura yang tidak memiliki minyak sama sekali.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Middle East kita bawain kita, masih jauh lebih berharga daripada Singapura. Karena dia nggak punya minyak, kan kira-kira begitu. Logikanya kan,&amp;rdquo; pungkasnya.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
