<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>RI Akan Bangun Pembangkit Listrik Nuklir di Sumatera dan Kalimantan</title><description>Pemerintah bakal membangun Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) di Sumatera dan Kalimantan&#13;
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2025/05/26/320/3142212/ri-akan-bangun-pembangkit-listrik-nuklir-di-sumatera-dan-kalimantan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2025/05/26/320/3142212/ri-akan-bangun-pembangkit-listrik-nuklir-di-sumatera-dan-kalimantan"/><item><title>RI Akan Bangun Pembangkit Listrik Nuklir di Sumatera dan Kalimantan</title><link>https://economy.okezone.com/read/2025/05/26/320/3142212/ri-akan-bangun-pembangkit-listrik-nuklir-di-sumatera-dan-kalimantan</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2025/05/26/320/3142212/ri-akan-bangun-pembangkit-listrik-nuklir-di-sumatera-dan-kalimantan</guid><pubDate>Senin 26 Mei 2025 22:38 WIB</pubDate><dc:creator>Feby Novalius</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/05/26/320/3142212/pembangkit-p7te_large.png" expression="full" type="image/jpeg">RI Akan Bangun Pembangkit Listrik Nuklir di Sumatera dan Kalimantan. (Foto: Okezone.com/PLN)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/05/26/320/3142212/pembangkit-p7te_large.png</image><title>RI Akan Bangun Pembangkit Listrik Nuklir di Sumatera dan Kalimantan. (Foto: Okezone.com/PLN)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Pemerintah bakal membangun Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) di Sumatera dan Kalimantan. Hal ini dituangkan dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) PLN 2025&amp;ndash;2034.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Itu sudah dicek kelayakan dan prioritas. Untuk sementara, ya, teknisnya begitu,&amp;rdquo; kata Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia, dikutip dari Antara, Senin (26/5/2025).&#13;
&#13;
Dalam RUPTL tersebut, Indonesia akan membangun PLTN dengan kapasitas sebesar 0,5 gigawatt (GW). Sebanyak 250 megawatt (MW) akan dibangun di Sumatera, dan 250 MW sisanya akan dibangun di Kalimantan.&#13;
&#13;
Saat ini, kata Bahlil, pemerintah sedang menyiapkan regulasi sebagai dasar hukum pembangunan PLTN. Rencananya, PLTN tersebut ditargetkan selesai dibangun pada 2032.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Jadi, mungkin mulai pembangunannya 2027. Tetapi kita mulainya dengan kapasitas yang kecil dulu, 250 MW,&amp;rdquo; ujar Bahlil.&#13;
&#13;
Pembangunan PLTN ini merupakan bagian dari rencana penambahan kapasitas pembangkit listrik berbasis energi baru dan terbarukan (EBT).&#13;
&#13;
Dalam RUPTL 2025&amp;ndash;2034, tercantum target penambahan kapasitas pembangkit listrik sebesar 69,5 GW. Sebesar 61% atau 42,6 GW berasal dari EBT, 15% atau 10,3 GW dari storage (penyimpanan energi), dan 24% atau 16,6 GW dari sumber energi fosil.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Dari sumber fosil tersebut, 10,3 GW berasal dari gas, dan 6,3 GW dari batu bara.&#13;
&#13;
Sebelumnya, Deputi Bidang Pengkajian Keselamatan Badan Pengawas Tenaga Nuklir (BAPETEN), Haendra Subekti, menyampaikan bahwa pemerintah sedang merevisi Undang-Undang Ketenaganukliran untuk memperkuat aspek keamanan dan hukum dalam pengembangan PLTN.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kami sedang merevisi Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1997 tentang Ketenaganukliran untuk mengakomodasi aspek keamanan, kesiapsiagaan, kerja sama internasional, dan penegakan hukum sebagai landasan pengembangan PLTN,&amp;quot; tutur Haendra.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Pemerintah bakal membangun Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) di Sumatera dan Kalimantan. Hal ini dituangkan dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) PLN 2025&amp;ndash;2034.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Itu sudah dicek kelayakan dan prioritas. Untuk sementara, ya, teknisnya begitu,&amp;rdquo; kata Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia, dikutip dari Antara, Senin (26/5/2025).&#13;
&#13;
Dalam RUPTL tersebut, Indonesia akan membangun PLTN dengan kapasitas sebesar 0,5 gigawatt (GW). Sebanyak 250 megawatt (MW) akan dibangun di Sumatera, dan 250 MW sisanya akan dibangun di Kalimantan.&#13;
&#13;
Saat ini, kata Bahlil, pemerintah sedang menyiapkan regulasi sebagai dasar hukum pembangunan PLTN. Rencananya, PLTN tersebut ditargetkan selesai dibangun pada 2032.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Jadi, mungkin mulai pembangunannya 2027. Tetapi kita mulainya dengan kapasitas yang kecil dulu, 250 MW,&amp;rdquo; ujar Bahlil.&#13;
&#13;
Pembangunan PLTN ini merupakan bagian dari rencana penambahan kapasitas pembangkit listrik berbasis energi baru dan terbarukan (EBT).&#13;
&#13;
Dalam RUPTL 2025&amp;ndash;2034, tercantum target penambahan kapasitas pembangkit listrik sebesar 69,5 GW. Sebesar 61% atau 42,6 GW berasal dari EBT, 15% atau 10,3 GW dari storage (penyimpanan energi), dan 24% atau 16,6 GW dari sumber energi fosil.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Dari sumber fosil tersebut, 10,3 GW berasal dari gas, dan 6,3 GW dari batu bara.&#13;
&#13;
Sebelumnya, Deputi Bidang Pengkajian Keselamatan Badan Pengawas Tenaga Nuklir (BAPETEN), Haendra Subekti, menyampaikan bahwa pemerintah sedang merevisi Undang-Undang Ketenaganukliran untuk memperkuat aspek keamanan dan hukum dalam pengembangan PLTN.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kami sedang merevisi Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1997 tentang Ketenaganukliran untuk mengakomodasi aspek keamanan, kesiapsiagaan, kerja sama internasional, dan penegakan hukum sebagai landasan pengembangan PLTN,&amp;quot; tutur Haendra.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
