<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>MRT Thamrin&amp;ndash;Monas Beroperasi 2027, Fatmawati&amp;ndash;Kampung Rambutan Masih Cari Investor</title><description>Jalur dan stasiun MRT Thamrin dan Monas akan mulai dioperasikan pada 2027&#13;
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2025/05/27/320/3142214/mrt-thamrin-ndash-monas-beroperasi-2027-fatmawati-ndash-kampung-rambutan-masih-cari-investor</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2025/05/27/320/3142214/mrt-thamrin-ndash-monas-beroperasi-2027-fatmawati-ndash-kampung-rambutan-masih-cari-investor"/><item><title>MRT Thamrin&amp;ndash;Monas Beroperasi 2027, Fatmawati&amp;ndash;Kampung Rambutan Masih Cari Investor</title><link>https://economy.okezone.com/read/2025/05/27/320/3142214/mrt-thamrin-ndash-monas-beroperasi-2027-fatmawati-ndash-kampung-rambutan-masih-cari-investor</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2025/05/27/320/3142214/mrt-thamrin-ndash-monas-beroperasi-2027-fatmawati-ndash-kampung-rambutan-masih-cari-investor</guid><pubDate>Selasa 27 Mei 2025 00:02 WIB</pubDate><dc:creator>Feby Novalius</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/05/26/320/3142214/mrt-GltV_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">MRT Thamrin&amp;ndash;Monas Beroperasi 2027, Fatmawati&amp;ndash;Kampung Rambutan Masih Cari Investor. (Foto: Okezone.com/MRT)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/05/26/320/3142214/mrt-GltV_large.jpg</image><title>MRT Thamrin&amp;ndash;Monas Beroperasi 2027, Fatmawati&amp;ndash;Kampung Rambutan Masih Cari Investor. (Foto: Okezone.com/MRT)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Jalur dan stasiun MRT Thamrin dan Monas akan mulai dioperasikan pada 2027. Sementara itu, rute MRT dari Fatmawati ke Kampung Rambutan masih dalam tahap pencarian investor.&#13;
&#13;
1. MRT Fatmawati ke Kampung Rambutan&#13;
&#13;
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), berharap investasi berkelanjutan dapat masuk dalam pembangunan proyek MRT Fatmawati&amp;ndash;Kampung Rambutan. Ia memastikan proyek ini akan menggunakan skema Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU).&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kita berharap akan hadir investasi yang sustainable, berkelanjutan, agar proyek ini bisa dituntaskan dengan baik dan secepatnya,&amp;rdquo; ujar AHY saat meninjau proyek MRT Fase 2A di kawasan Monas, dikutip dari Antara, di Jakarta, Senin (26/5/2025).&#13;
&#13;
2. Pendanaan MRT Fatmawati ke Kampung Rambutan&#13;
&#13;
Direktur Utama PT MRT Jakarta (Perseroda), Tuhiyat, mengungkapkan bahwa proyek MRT Fatmawati&amp;ndash;Kampung Rambutan merupakan inisiatif pihak swasta dengan skema KPBU Non-Availability Payment.&#13;
&#13;
Ia menjelaskan, proyek ini akan membentang sepanjang 11 kilometer (km) dengan 10 stasiun pemberhentian.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Saat ini masih dalam tahap kajian mendalam oleh pihak inisiator (swasta). Pihak swasta berasal dari luar negeri dan akan berkolaborasi dengan mitra lokal,&amp;rdquo; kata Tuhiyat.&#13;
&#13;
3. MRT Thamrin dan Monas&#13;
&#13;
AHY mengungkapkan bahwa jalur dan stasiun MRT Thamrin&amp;ndash;Monas akan mulai dioperasikan pada 2027. Saat ini, progres pembangunan jalur yang masuk dalam paket pengerjaan CP201 telah mencapai 87%.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Sesuai timeline-nya, 2027 bisa operasional, dituntaskan dari Thamrin menuju Monas. Prinsipnya ini adalah proyek strategis nasional yang harus didukung dan dikawal oleh pemerintah pusat dan Pemprov DKI Jakarta,&amp;rdquo; kata Menko AHY.&#13;
&#13;
Dia menambahkan bahwa pembangunan lanjutan MRT telah lama dinantikan masyarakat, khususnya warga Jakarta.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Pembangunan atau kelanjutan proyek MRT ini tentu sudah sangat dinantikan oleh masyarakat luas, khususnya masyarakat Jakarta,&amp;rdquo; ujarnya.&#13;
&#13;
Menurutnya, transportasi publik telah menjadi jantung mobilitas dan perekonomian masyarakat, terutama di tengah isu kemacetan dan keterbatasan lahan di Jakarta.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Teknologi yang sedang dikembangkan ini mudah-mudahan bisa mengurai kemacetan dan mempercepat mobilitas, sesuai dengan timeline-nya,&amp;rdquo; ujar AHY.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
4. Nilai Investasi&#13;
&#13;
Proyek MRT Jakarta Fase 2A diperkirakan menelan biaya sekitar Rp25,3 triliun, yang dibiayai melalui pinjaman kerja sama antara Pemerintah Indonesia dan Jepang.&#13;
&#13;
Fase 2A mencakup pembangunan jalur sepanjang 5,8 kilometer, dari Bundaran HI hingga Kota, dengan tujuh stasiun bawah tanah: Thamrin, Monas, Harmoni, Sawah Besar, Mangga Besar, Glodok, dan Kota.&#13;
&#13;
Sementara itu, Fase 2B, yang akan melanjutkan jalur dari Kota hingga Depo Ancol Barat, masih dalam tahap studi kelayakan (feasibility study).&#13;
&#13;
Secara keseluruhan, nilai investasi untuk proyek MRT Jakarta Fase 2 (Fase 2A dan 2B) diperkirakan mencapai sekitar Rp45,4 triliun, dengan skema pendanaan melalui APBN, APBD, serta pinjaman luar negeri.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Jalur dan stasiun MRT Thamrin dan Monas akan mulai dioperasikan pada 2027. Sementara itu, rute MRT dari Fatmawati ke Kampung Rambutan masih dalam tahap pencarian investor.&#13;
&#13;
1. MRT Fatmawati ke Kampung Rambutan&#13;
&#13;
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), berharap investasi berkelanjutan dapat masuk dalam pembangunan proyek MRT Fatmawati&amp;ndash;Kampung Rambutan. Ia memastikan proyek ini akan menggunakan skema Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU).&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kita berharap akan hadir investasi yang sustainable, berkelanjutan, agar proyek ini bisa dituntaskan dengan baik dan secepatnya,&amp;rdquo; ujar AHY saat meninjau proyek MRT Fase 2A di kawasan Monas, dikutip dari Antara, di Jakarta, Senin (26/5/2025).&#13;
&#13;
2. Pendanaan MRT Fatmawati ke Kampung Rambutan&#13;
&#13;
Direktur Utama PT MRT Jakarta (Perseroda), Tuhiyat, mengungkapkan bahwa proyek MRT Fatmawati&amp;ndash;Kampung Rambutan merupakan inisiatif pihak swasta dengan skema KPBU Non-Availability Payment.&#13;
&#13;
Ia menjelaskan, proyek ini akan membentang sepanjang 11 kilometer (km) dengan 10 stasiun pemberhentian.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Saat ini masih dalam tahap kajian mendalam oleh pihak inisiator (swasta). Pihak swasta berasal dari luar negeri dan akan berkolaborasi dengan mitra lokal,&amp;rdquo; kata Tuhiyat.&#13;
&#13;
3. MRT Thamrin dan Monas&#13;
&#13;
AHY mengungkapkan bahwa jalur dan stasiun MRT Thamrin&amp;ndash;Monas akan mulai dioperasikan pada 2027. Saat ini, progres pembangunan jalur yang masuk dalam paket pengerjaan CP201 telah mencapai 87%.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Sesuai timeline-nya, 2027 bisa operasional, dituntaskan dari Thamrin menuju Monas. Prinsipnya ini adalah proyek strategis nasional yang harus didukung dan dikawal oleh pemerintah pusat dan Pemprov DKI Jakarta,&amp;rdquo; kata Menko AHY.&#13;
&#13;
Dia menambahkan bahwa pembangunan lanjutan MRT telah lama dinantikan masyarakat, khususnya warga Jakarta.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Pembangunan atau kelanjutan proyek MRT ini tentu sudah sangat dinantikan oleh masyarakat luas, khususnya masyarakat Jakarta,&amp;rdquo; ujarnya.&#13;
&#13;
Menurutnya, transportasi publik telah menjadi jantung mobilitas dan perekonomian masyarakat, terutama di tengah isu kemacetan dan keterbatasan lahan di Jakarta.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Teknologi yang sedang dikembangkan ini mudah-mudahan bisa mengurai kemacetan dan mempercepat mobilitas, sesuai dengan timeline-nya,&amp;rdquo; ujar AHY.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
4. Nilai Investasi&#13;
&#13;
Proyek MRT Jakarta Fase 2A diperkirakan menelan biaya sekitar Rp25,3 triliun, yang dibiayai melalui pinjaman kerja sama antara Pemerintah Indonesia dan Jepang.&#13;
&#13;
Fase 2A mencakup pembangunan jalur sepanjang 5,8 kilometer, dari Bundaran HI hingga Kota, dengan tujuh stasiun bawah tanah: Thamrin, Monas, Harmoni, Sawah Besar, Mangga Besar, Glodok, dan Kota.&#13;
&#13;
Sementara itu, Fase 2B, yang akan melanjutkan jalur dari Kota hingga Depo Ancol Barat, masih dalam tahap studi kelayakan (feasibility study).&#13;
&#13;
Secara keseluruhan, nilai investasi untuk proyek MRT Jakarta Fase 2 (Fase 2A dan 2B) diperkirakan mencapai sekitar Rp45,4 triliun, dengan skema pendanaan melalui APBN, APBD, serta pinjaman luar negeri.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
