<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Hotel Sepi dan Pegawai Terancam PHK, Begini Respons Menaker&amp;nbsp;</title><description>Bisnis hotel mengalami krisis dengan tingkat okupansi hanya 40%&#13;
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2025/05/28/320/3142833/hotel-sepi-dan-pegawai-terancam-phk-begini-respons-menaker-nbsp</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2025/05/28/320/3142833/hotel-sepi-dan-pegawai-terancam-phk-begini-respons-menaker-nbsp"/><item><title>Hotel Sepi dan Pegawai Terancam PHK, Begini Respons Menaker&amp;nbsp;</title><link>https://economy.okezone.com/read/2025/05/28/320/3142833/hotel-sepi-dan-pegawai-terancam-phk-begini-respons-menaker-nbsp</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2025/05/28/320/3142833/hotel-sepi-dan-pegawai-terancam-phk-begini-respons-menaker-nbsp</guid><pubDate>Rabu 28 Mei 2025 20:02 WIB</pubDate><dc:creator>Feby Novalius</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/05/28/320/3142833/menaker-X8sB_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menaker Yassierli menyiapkan mitigasi atau antisipasi terkait potensi PHK di sektor industri perhotelan. (Foto: Okezone.com/MPI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/05/28/320/3142833/menaker-X8sB_large.jpg</image><title>Menaker Yassierli menyiapkan mitigasi atau antisipasi terkait potensi PHK di sektor industri perhotelan. (Foto: Okezone.com/MPI)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Bisnis hotel mengalami krisis dengan tingkat okupansi hanya 40%. Krisis ini membuat pengusaha hotel dan restoran mempertimbangkan untuk melakukan efisiensi, termasuk Pemutusan Hubungan Kerja (PHK).&#13;
&#13;
Menyikapi potensi PHK pada industri perhotelan, Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli menyiapkan mitigasi atau antisipasi terkait potensi PHK di sektor industri perhotelan.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Ini harus kita lihat sebagai realitas, lalu selanjutnya adalah bagaimana kita menyikapinya,&amp;rdquo; kata Menaker, dikutip dari Antara, di Kantor Kemnaker, Jakarta, Rabu (28/5/2025).&#13;
&#13;
Yassierli mengatakan pihaknya senantiasa aktif melakukan antisipasi melalui Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP), fasilitas pelatihan dan peningkatan kompetensi (reskilling and upskilling), hingga wacana pembentukan Satuan Tugas Pemutusan Hubungan Kerja (Satgas PHK).&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kemnaker juga menyediakan fasilitas reskilling dan upskilling, serta mendukung penuh Satgas PHK yang bergerak dari hulu ke hilir. Itu suatu inisiatif yang menjadi bantuan mitigasi,&amp;rdquo; ujar Menaker.&#13;
&#13;
Sebelumnya, Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Anindya Novyan Bakrie, menyatakan industri perhotelan mengalami penurunan okupansi lantaran adanya efisiensi anggaran kementerian dan lembaga (K/L) yang sudah diberlakukan Presiden Prabowo Subianto sejak awal 2025.&#13;
&#13;
Di sisi lain, Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) DKI Jakarta pada Senin (26/5) mencatat tingkat hunian hotel di Jakarta turun terutama pada triwulan pertama 2025 dan kondisi ini dapat memicu PHK karyawan.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Survei Badan Pimpinan Daerah PHRI DKI Jakarta pada April 2025 terhadap anggotanya menunjukkan sebanyak 96,7% hotel melaporkan penurunan tingkat hunian.&#13;
&#13;
Merujuk survei tersebut, sebanyak 66,7% responden menyebutkan penurunan tertinggi berasal dari segmen pasar pemerintahan, seiring dengan kebijakan pengetatan anggaran yang diterapkan pemerintah.&#13;
&#13;
Penurunan dari pasar pemerintah ini semakin memperburuk ketergantungan industri hotel terhadap wisatawan domestik. Hal ini terjadi karena kontribusi wisatawan mancanegara (wisman) terhadap kunjungan ke Jakarta masih tergolong sangat kecil.&#13;
&#13;
Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan dari tahun 2019 hingga 2023, rata-rata persentase kunjungan wisman sebesar 1,98% per tahun dibandingkan dengan wisatawan domestik.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Bisnis hotel mengalami krisis dengan tingkat okupansi hanya 40%. Krisis ini membuat pengusaha hotel dan restoran mempertimbangkan untuk melakukan efisiensi, termasuk Pemutusan Hubungan Kerja (PHK).&#13;
&#13;
Menyikapi potensi PHK pada industri perhotelan, Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli menyiapkan mitigasi atau antisipasi terkait potensi PHK di sektor industri perhotelan.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Ini harus kita lihat sebagai realitas, lalu selanjutnya adalah bagaimana kita menyikapinya,&amp;rdquo; kata Menaker, dikutip dari Antara, di Kantor Kemnaker, Jakarta, Rabu (28/5/2025).&#13;
&#13;
Yassierli mengatakan pihaknya senantiasa aktif melakukan antisipasi melalui Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP), fasilitas pelatihan dan peningkatan kompetensi (reskilling and upskilling), hingga wacana pembentukan Satuan Tugas Pemutusan Hubungan Kerja (Satgas PHK).&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kemnaker juga menyediakan fasilitas reskilling dan upskilling, serta mendukung penuh Satgas PHK yang bergerak dari hulu ke hilir. Itu suatu inisiatif yang menjadi bantuan mitigasi,&amp;rdquo; ujar Menaker.&#13;
&#13;
Sebelumnya, Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Anindya Novyan Bakrie, menyatakan industri perhotelan mengalami penurunan okupansi lantaran adanya efisiensi anggaran kementerian dan lembaga (K/L) yang sudah diberlakukan Presiden Prabowo Subianto sejak awal 2025.&#13;
&#13;
Di sisi lain, Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) DKI Jakarta pada Senin (26/5) mencatat tingkat hunian hotel di Jakarta turun terutama pada triwulan pertama 2025 dan kondisi ini dapat memicu PHK karyawan.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Survei Badan Pimpinan Daerah PHRI DKI Jakarta pada April 2025 terhadap anggotanya menunjukkan sebanyak 96,7% hotel melaporkan penurunan tingkat hunian.&#13;
&#13;
Merujuk survei tersebut, sebanyak 66,7% responden menyebutkan penurunan tertinggi berasal dari segmen pasar pemerintahan, seiring dengan kebijakan pengetatan anggaran yang diterapkan pemerintah.&#13;
&#13;
Penurunan dari pasar pemerintah ini semakin memperburuk ketergantungan industri hotel terhadap wisatawan domestik. Hal ini terjadi karena kontribusi wisatawan mancanegara (wisman) terhadap kunjungan ke Jakarta masih tergolong sangat kecil.&#13;
&#13;
Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan dari tahun 2019 hingga 2023, rata-rata persentase kunjungan wisman sebesar 1,98% per tahun dibandingkan dengan wisatawan domestik.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
