<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Mentan Amran: Malaysia Minta 24 Ribu Ton Beras Indonesia </title><description>Andi Amran Sulaiman menyatakan Indonesia telah menerima permintaan ekspor beras dari Malaysia.&#13;
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2025/05/30/320/3143295/mentan-amran-malaysia-minta-24-ribu-ton-beras-indonesia</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2025/05/30/320/3143295/mentan-amran-malaysia-minta-24-ribu-ton-beras-indonesia"/><item><title>Mentan Amran: Malaysia Minta 24 Ribu Ton Beras Indonesia </title><link>https://economy.okezone.com/read/2025/05/30/320/3143295/mentan-amran-malaysia-minta-24-ribu-ton-beras-indonesia</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2025/05/30/320/3143295/mentan-amran-malaysia-minta-24-ribu-ton-beras-indonesia</guid><pubDate>Jum'at 30 Mei 2025 16:26 WIB</pubDate><dc:creator>Anggie Ariesta</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/05/30/320/3143295/mentan_amran-E0gT_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Mentan Amran soal Malaysia Minta Beras (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/05/30/320/3143295/mentan_amran-E0gT_large.jpg</image><title>Mentan Amran soal Malaysia Minta Beras (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menyatakan&amp;nbsp;Indonesia telah menerima permintaan ekspor beras dari Malaysia dengan volume mencapai 24 ribu ton per tahun. Permintaan ini disampaikan melalui skema kerja sama business-to-business (B2B) dan telah disepakati secara tertulis.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Doakan. Sudah ada, kami terima laporan B2B bertandatangan meminta 2 ribu ton atau 24 ribu ton per tahun,&amp;rdquo; ujar Amran usai menggelar syukuran sederhana di kediaman pribadinya, Jakarta, Jumat (30/5/2025).&amp;nbsp;&#13;
&#13;
1. Permintaan Ekspor&#13;
&#13;
Amran menyebut&amp;nbsp;permintaan ekspor tersebut berasal dari Malaysia dan sudah dalam tahap penandatanganan kesepakatan.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Namun, waktu pengiriman beras masih akan menyesuaikan dengan kesiapan dari pihak pengusaha.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Itu ke Malaysia. Mereka sudah tanda tangan, tapi nanti kita lihat ke depan,&amp;rdquo; kata Amran.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Tergantung nanti pengusahanya,&amp;rdquo; imbuhnya.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
2. Volume Pengiriman&#13;
&#13;
Permintaan sebanyak 24 ribu ton tersebut, lanjut Amran, merupakan volume untuk pengiriman satu tahun. &amp;ldquo;Itu satu tahun, 24 ribu ton,&amp;rdquo; kata dia.&#13;
&#13;
Dalam kesempatan yang sama, Amran juga menyinggung soal ketahanan pangan Indonesia yang saat ini dinilai cukup kuat.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Iya nanti Anda jawab sendiri, sebaiknya Anda jawab. Karena kelihatannya, ketahanan pangan kita cukup kuat,&amp;rdquo; ujarnya.&#13;
&#13;
Dengan demikian, ia berharap tren positif ini terus berlanjut hingga tahun 2026. Dengan kondisi iklim yang bersahabat, Amran optimistis Indonesia bisa mempertahankan kondisi tanpa impor beras.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Doakan. Kita berdoa bersama. Kalau iklim bersahabat seperti sekarang, hampir pasti bahwa itu suasana kepada,&amp;rdquo; pungkasnya.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menyatakan&amp;nbsp;Indonesia telah menerima permintaan ekspor beras dari Malaysia dengan volume mencapai 24 ribu ton per tahun. Permintaan ini disampaikan melalui skema kerja sama business-to-business (B2B) dan telah disepakati secara tertulis.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Doakan. Sudah ada, kami terima laporan B2B bertandatangan meminta 2 ribu ton atau 24 ribu ton per tahun,&amp;rdquo; ujar Amran usai menggelar syukuran sederhana di kediaman pribadinya, Jakarta, Jumat (30/5/2025).&amp;nbsp;&#13;
&#13;
1. Permintaan Ekspor&#13;
&#13;
Amran menyebut&amp;nbsp;permintaan ekspor tersebut berasal dari Malaysia dan sudah dalam tahap penandatanganan kesepakatan.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Namun, waktu pengiriman beras masih akan menyesuaikan dengan kesiapan dari pihak pengusaha.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Itu ke Malaysia. Mereka sudah tanda tangan, tapi nanti kita lihat ke depan,&amp;rdquo; kata Amran.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Tergantung nanti pengusahanya,&amp;rdquo; imbuhnya.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
2. Volume Pengiriman&#13;
&#13;
Permintaan sebanyak 24 ribu ton tersebut, lanjut Amran, merupakan volume untuk pengiriman satu tahun. &amp;ldquo;Itu satu tahun, 24 ribu ton,&amp;rdquo; kata dia.&#13;
&#13;
Dalam kesempatan yang sama, Amran juga menyinggung soal ketahanan pangan Indonesia yang saat ini dinilai cukup kuat.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Iya nanti Anda jawab sendiri, sebaiknya Anda jawab. Karena kelihatannya, ketahanan pangan kita cukup kuat,&amp;rdquo; ujarnya.&#13;
&#13;
Dengan demikian, ia berharap tren positif ini terus berlanjut hingga tahun 2026. Dengan kondisi iklim yang bersahabat, Amran optimistis Indonesia bisa mempertahankan kondisi tanpa impor beras.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Doakan. Kita berdoa bersama. Kalau iklim bersahabat seperti sekarang, hampir pasti bahwa itu suasana kepada,&amp;rdquo; pungkasnya.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
