<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Neraca Dagang Surplus 60 Bulan Berturut-turut, April 2025 Catat USD0,16 Miliar&amp;nbsp;</title><description>Neraca perdagangan Indonesia kembali mencatat surplus sebesar USD 0,16 miliar pada April 2025&#13;
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2025/06/02/320/3143908/neraca-dagang-surplus-60-bulan-berturut-turut-april-2025-catat-usd0-16-miliar-nbsp</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2025/06/02/320/3143908/neraca-dagang-surplus-60-bulan-berturut-turut-april-2025-catat-usd0-16-miliar-nbsp"/><item><title>Neraca Dagang Surplus 60 Bulan Berturut-turut, April 2025 Catat USD0,16 Miliar&amp;nbsp;</title><link>https://economy.okezone.com/read/2025/06/02/320/3143908/neraca-dagang-surplus-60-bulan-berturut-turut-april-2025-catat-usd0-16-miliar-nbsp</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2025/06/02/320/3143908/neraca-dagang-surplus-60-bulan-berturut-turut-april-2025-catat-usd0-16-miliar-nbsp</guid><pubDate>Senin 02 Juni 2025 11:49 WIB</pubDate><dc:creator>Anggie Ariesta</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/06/02/320/3143908/neraca_dagang_surplus-0j1d_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Neraca Dagang RI Surplus. (Foto: Okezone.com/Pelindo)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/06/02/320/3143908/neraca_dagang_surplus-0j1d_large.jpg</image><title>Neraca Dagang RI Surplus. (Foto: Okezone.com/Pelindo)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Neraca perdagangan Indonesia kembali mencatat surplus sebesar USD 0,16 miliar pada April 2025. Tren surplus pun berhasil dipertahankan selama 60 bulan berturut-turut sejak Mei 2020.&#13;
&#13;
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Pudji Ismartini, mengatakan bahwa nilai surplus ini turun USD 0,38 miliar dibandingkan bulan lalu.&#13;
&#13;
&amp;quot;Surplus April 2025 ini lebih ditopang oleh surplus pada komoditas nonmigas, yaitu sebesar USD 1,51 miliar, dengan komoditas penyumbang surplus utamanya adalah bahan bakar mineral, lemak dan minyak hewani/nabati, serta besi dan baja,&amp;quot; kata Pudji dalam konferensi pers Rilis BPS, Senin (2/6/2025).&#13;
&#13;
Pada saat yang sama, neraca perdagangan komoditas migas tercatat defisit sebesar USD 1,35 miliar, dengan komoditas penyumbang utamanya adalah hasil minyak dan minyak mentah.&#13;
&#13;
Secara kumulatif, Januari hingga April 2025, neraca perdagangan barang mencatat surplus sebesar USD 11,07 miliar.&#13;
&#13;
&amp;quot;Surplus sepanjang Januari hingga April ini lebih ditopang oleh surplus komoditas nonmigas, yaitu sebesar USD 17,26 miliar. Sementara itu, komoditas migas masih mengalami defisit sebesar USD 6,19 miliar,&amp;quot; ungkap Pudji.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Berdasarkan data BPS, Indonesia mencatatkan surplus perdagangan dengan beberapa negara, dengan tiga terbesar yakni Amerika Serikat (USD 5,44 miliar), India (USD 3,98 miliar), dan Filipina (USD 2,92 miliar).&#13;
&#13;
Sementara itu, Indonesia mengalami defisit dengan China sebesar USD 6,28 miliar, Singapura USD 2,41 miliar, dan Australia USD 1,75 miliar.&#13;
&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Neraca perdagangan Indonesia kembali mencatat surplus sebesar USD 0,16 miliar pada April 2025. Tren surplus pun berhasil dipertahankan selama 60 bulan berturut-turut sejak Mei 2020.&#13;
&#13;
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Pudji Ismartini, mengatakan bahwa nilai surplus ini turun USD 0,38 miliar dibandingkan bulan lalu.&#13;
&#13;
&amp;quot;Surplus April 2025 ini lebih ditopang oleh surplus pada komoditas nonmigas, yaitu sebesar USD 1,51 miliar, dengan komoditas penyumbang surplus utamanya adalah bahan bakar mineral, lemak dan minyak hewani/nabati, serta besi dan baja,&amp;quot; kata Pudji dalam konferensi pers Rilis BPS, Senin (2/6/2025).&#13;
&#13;
Pada saat yang sama, neraca perdagangan komoditas migas tercatat defisit sebesar USD 1,35 miliar, dengan komoditas penyumbang utamanya adalah hasil minyak dan minyak mentah.&#13;
&#13;
Secara kumulatif, Januari hingga April 2025, neraca perdagangan barang mencatat surplus sebesar USD 11,07 miliar.&#13;
&#13;
&amp;quot;Surplus sepanjang Januari hingga April ini lebih ditopang oleh surplus komoditas nonmigas, yaitu sebesar USD 17,26 miliar. Sementara itu, komoditas migas masih mengalami defisit sebesar USD 6,19 miliar,&amp;quot; ungkap Pudji.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Berdasarkan data BPS, Indonesia mencatatkan surplus perdagangan dengan beberapa negara, dengan tiga terbesar yakni Amerika Serikat (USD 5,44 miliar), India (USD 3,98 miliar), dan Filipina (USD 2,92 miliar).&#13;
&#13;
Sementara itu, Indonesia mengalami defisit dengan China sebesar USD 6,28 miliar, Singapura USD 2,41 miliar, dan Australia USD 1,75 miliar.&#13;
&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
