<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pramono Anung Antisipasi Gelombang PHK Pekerja Hotel dan Restoran</title><description>Industri hotel dan restoran mengalami tekanan, bahkan mendekati krisis.&#13;
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2025/06/02/320/3143919/pramono-anung-antisipasi-gelombang-phk-pekerja-hotel-dan-restoran</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2025/06/02/320/3143919/pramono-anung-antisipasi-gelombang-phk-pekerja-hotel-dan-restoran"/><item><title>Pramono Anung Antisipasi Gelombang PHK Pekerja Hotel dan Restoran</title><link>https://economy.okezone.com/read/2025/06/02/320/3143919/pramono-anung-antisipasi-gelombang-phk-pekerja-hotel-dan-restoran</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2025/06/02/320/3143919/pramono-anung-antisipasi-gelombang-phk-pekerja-hotel-dan-restoran</guid><pubDate>Senin 02 Juni 2025 12:21 WIB</pubDate><dc:creator>Muhammad Refi Sandi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/06/02/320/3143919/pramono-1T5s_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengaku telah berkomunikasi dengan Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia. (Foto: Okezone.com/MPI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/06/02/320/3143919/pramono-1T5s_large.jpg</image><title>Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengaku telah berkomunikasi dengan Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia. (Foto: Okezone.com/MPI)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Industri hotel dan restoran mengalami tekanan, bahkan mendekati krisis. Para pekerja di sektor ini pun terancam terkena efisiensi perusahaan alias Pemutusan Hubungan Kerja (PHK).&#13;
&#13;
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengaku telah berkomunikasi dengan Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) sebagai langkah antisipatif menghadapi potensi gelombang PHK massal.&#13;
&#13;
&amp;quot;Saya di Provinsi DKI berusaha semaksimal mungkin. Saya sudah berkomunikasi juga dengan PHRI supaya tidak ada PHK massal,&amp;quot; kata Pramono di Stadion Tugu, Koja, Jakarta Utara, Senin (2/6/2025).&#13;
&#13;
Pramono menyebut akan memperbanyak event atau kegiatan di Jakarta untuk menggenjot perekonomian, khususnya di sektor perhotelan dan restoran.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kenapa itu kami lakukan? Kami memperbanyak event. Kalau teman-teman perhatikan, event di Jakarta sekarang ini kan banyak banget. Mulai dari lomba lari&amp;mdash;bulan ini saja ada tiga atau empat&amp;mdash;kemudian event musik yang dulu belum ada seperti Sound Fest, sekarang ada. Kalau Java Jazz, kan memang sudah ada. Nah, dengan memperbanyak event ini, perhotelan bisa bertahan,&amp;quot; ujarnya.&#13;
&#13;
Pramono juga meyakini pemerintah pusat telah menyiapkan langkah konkret untuk menahan gelombang PHK massal di berbagai sektor.&#13;
&#13;
&amp;quot;Tetapi saya yakin, saya melihat sekarang ini, apalagi di pemerintah pusat, sudah ada langkah-langkah untuk mengurangi pengetatan ini. Apalagi kalau kita lihat, bulan April ini sudah mulai surplus. Artinya, memang ada langkah-langkah itu, dan kami akan memberikan dukungan sepenuhnya,&amp;quot; ungkapnya.&#13;
&#13;
Sebelumnya, Sekretaris Jenderal Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), Maulana Yusran, mengatakan bahwa industri perhotelan belakangan ini tengah mengalami tekanan akibat efisiensi anggaran yang dilakukan pemerintah.&#13;
&#13;
Maulana menjelaskan, pendapatan hotel sekitar 40&amp;ndash;60 persen bersumber dari belanja pemerintah. Bahkan, porsi tersebut bisa lebih besar, terutama di luar Pulau Jawa atau daerah yang tidak mengandalkan pariwisata seperti Bali.&#13;
&#13;
&amp;quot;Sebenarnya memang yang terjadi itu, kegiatan pemerintah menjadi dominasi revenue-nya hotel. Jadi kalau saya katakan, sekitar 40&amp;ndash;60 persen kontribusinya terhadap revenue hotel,&amp;quot; ujarnya saat dihubungi, Kamis (29/5/2025).&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Maulana juga menegaskan bahwa bukan berarti industri hotel sepenuhnya bergantung pada pasar pemerintah. Justru pemerintah yang awalnya mendorong industri perhotelan untuk meningkatkan investasi di sektor pariwisata.&#13;
&#13;
&amp;quot;Sebenarnya, hotel itu bukan mau mengejar pasar pemerintah. Tapi pemerintah yang meminta para pelaku usaha mengikuti program mereka,&amp;quot; sambungnya.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Industri hotel dan restoran mengalami tekanan, bahkan mendekati krisis. Para pekerja di sektor ini pun terancam terkena efisiensi perusahaan alias Pemutusan Hubungan Kerja (PHK).&#13;
&#13;
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengaku telah berkomunikasi dengan Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) sebagai langkah antisipatif menghadapi potensi gelombang PHK massal.&#13;
&#13;
&amp;quot;Saya di Provinsi DKI berusaha semaksimal mungkin. Saya sudah berkomunikasi juga dengan PHRI supaya tidak ada PHK massal,&amp;quot; kata Pramono di Stadion Tugu, Koja, Jakarta Utara, Senin (2/6/2025).&#13;
&#13;
Pramono menyebut akan memperbanyak event atau kegiatan di Jakarta untuk menggenjot perekonomian, khususnya di sektor perhotelan dan restoran.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kenapa itu kami lakukan? Kami memperbanyak event. Kalau teman-teman perhatikan, event di Jakarta sekarang ini kan banyak banget. Mulai dari lomba lari&amp;mdash;bulan ini saja ada tiga atau empat&amp;mdash;kemudian event musik yang dulu belum ada seperti Sound Fest, sekarang ada. Kalau Java Jazz, kan memang sudah ada. Nah, dengan memperbanyak event ini, perhotelan bisa bertahan,&amp;quot; ujarnya.&#13;
&#13;
Pramono juga meyakini pemerintah pusat telah menyiapkan langkah konkret untuk menahan gelombang PHK massal di berbagai sektor.&#13;
&#13;
&amp;quot;Tetapi saya yakin, saya melihat sekarang ini, apalagi di pemerintah pusat, sudah ada langkah-langkah untuk mengurangi pengetatan ini. Apalagi kalau kita lihat, bulan April ini sudah mulai surplus. Artinya, memang ada langkah-langkah itu, dan kami akan memberikan dukungan sepenuhnya,&amp;quot; ungkapnya.&#13;
&#13;
Sebelumnya, Sekretaris Jenderal Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), Maulana Yusran, mengatakan bahwa industri perhotelan belakangan ini tengah mengalami tekanan akibat efisiensi anggaran yang dilakukan pemerintah.&#13;
&#13;
Maulana menjelaskan, pendapatan hotel sekitar 40&amp;ndash;60 persen bersumber dari belanja pemerintah. Bahkan, porsi tersebut bisa lebih besar, terutama di luar Pulau Jawa atau daerah yang tidak mengandalkan pariwisata seperti Bali.&#13;
&#13;
&amp;quot;Sebenarnya memang yang terjadi itu, kegiatan pemerintah menjadi dominasi revenue-nya hotel. Jadi kalau saya katakan, sekitar 40&amp;ndash;60 persen kontribusinya terhadap revenue hotel,&amp;quot; ujarnya saat dihubungi, Kamis (29/5/2025).&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Maulana juga menegaskan bahwa bukan berarti industri hotel sepenuhnya bergantung pada pasar pemerintah. Justru pemerintah yang awalnya mendorong industri perhotelan untuk meningkatkan investasi di sektor pariwisata.&#13;
&#13;
&amp;quot;Sebenarnya, hotel itu bukan mau mengejar pasar pemerintah. Tapi pemerintah yang meminta para pelaku usaha mengikuti program mereka,&amp;quot; sambungnya.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
