<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Gaji ke-13 PNS Cair Juni 2025, Sri Mulyani Habiskan Anggaran Rp49,3 Trilun</title><description>Sri Mulyani Indrawati segera mencairkan pembayaran gaji ke-13 untuk Aparatur Sipil Negara (ASN) termasuk PNS.&#13;
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2025/06/02/320/3144093/gaji-ke-13-pns-cair-juni-2025-sri-mulyani-habiskan-anggaran-rp49-3-trilun</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2025/06/02/320/3144093/gaji-ke-13-pns-cair-juni-2025-sri-mulyani-habiskan-anggaran-rp49-3-trilun"/><item><title>Gaji ke-13 PNS Cair Juni 2025, Sri Mulyani Habiskan Anggaran Rp49,3 Trilun</title><link>https://economy.okezone.com/read/2025/06/02/320/3144093/gaji-ke-13-pns-cair-juni-2025-sri-mulyani-habiskan-anggaran-rp49-3-trilun</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2025/06/02/320/3144093/gaji-ke-13-pns-cair-juni-2025-sri-mulyani-habiskan-anggaran-rp49-3-trilun</guid><pubDate>Senin 02 Juni 2025 20:48 WIB</pubDate><dc:creator>Dani Jumadil Akhir</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/06/02/320/3144093/sri_mulyani-Q4lF_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Gaji ke-13 PNS Cair Juni 2025, Sri Mulyani Habiskan Anggaran Rp49,3 Trilun (Foto: Setpres)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/06/02/320/3144093/sri_mulyani-Q4lF_large.jpg</image><title>Gaji ke-13 PNS Cair Juni 2025, Sri Mulyani Habiskan Anggaran Rp49,3 Trilun (Foto: Setpres)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati segera mencairkan pembayaran gaji ke-13 untuk Aparatur Sipil Negara (ASN) termasuk PNS, serta TNI dan Polri pada bulan ini dengan total anggaran sebesar Rp49,3 triliun.&#13;
&#13;
Sri Mulyani mengatakan, gaji ke-13 untuk ASN pusat, daerah, TNI, Polri dan pensiunan ini diberikan setelah pemerintah juga menggulirkan paket stimulus ekonomi senilai Rp24,44 triliun untuk menjaga laju pertumbuhan dan memperkuat stabilitas perekonomian nasional.&#13;
&#13;
&amp;quot;Selain Rp24,44 triliun dari paket stimulus ini, seperti diketahui oleh teman-teman media gaji ke-13 juga kita cairkan bulan Juni ini. Total anggaran sekitar Rp49,3 triliun termasuk ASN pusat, daerah, TNI-Polri dan pensiunan,&amp;quot; kata Sri Mulyani usai menghadiri rapat terbatas di Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (2/6/2025).&#13;
&#13;
Menkeu berharap pencairan gaji ke-13 untuk ASN, TNI dan Polri, serta paket stimulus ekonomi senilai Rp24,44 triliun ini dapat menjaga pertumbuhan ekonomi nasional.&#13;
&#13;
Adapun pencairan gaji ke-13 untuk ASN, TNI-Polri dan pensiunan ini telah diumumkan oleh Presiden Prabowo Subianto pada Maret lalu bersamaan dengan pengumuman THR (Tunjangan Hari Raya) tahun 2025 menjelang Hari Raya Idul Fitri.&#13;
&#13;
&amp;quot;Sedangkan gaji ke-13 akan dibayar pada awal tahun ajaran baru sekolah yaitu bulan Juni tahun 2025,&amp;quot; kata Prabowo pada 11 Maret 2025.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Selain pencairan gaji ke-13 untuk ASN, pemerintah menyatakan nilai paket stimulus yang mencapai Rp24,44 triliun itu terdiri dari Rp23,59 triliun yang bersumber dari APBN dan Rp850 miliar dari non-APBN.&#13;
&#13;
Menkeu berharap pertumbuhan ekonomi tetap terjaga mendekati 5 persen di tengah kondisi global yang didukung dengan berbagai langkah percepatan program pemerintah seperti Makan Bergizi Gratis, Koperasi Desa Merah Putih, Sekolah Rakyat, dan rekonstruksi atau perbaikan sekolah-sekolah sebesar Rp16 triliun.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kita harapkan pada kuartal kedua pertumbuhan ekonomi tetap bisa dijaga mendekati 5 persen dari yang tadinya diperkirakan akan melemah akibat kondisi global,&amp;quot; kata Sri Mulyani dalam konferensi pers dilansir Antara.&#13;
&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati segera mencairkan pembayaran gaji ke-13 untuk Aparatur Sipil Negara (ASN) termasuk PNS, serta TNI dan Polri pada bulan ini dengan total anggaran sebesar Rp49,3 triliun.&#13;
&#13;
Sri Mulyani mengatakan, gaji ke-13 untuk ASN pusat, daerah, TNI, Polri dan pensiunan ini diberikan setelah pemerintah juga menggulirkan paket stimulus ekonomi senilai Rp24,44 triliun untuk menjaga laju pertumbuhan dan memperkuat stabilitas perekonomian nasional.&#13;
&#13;
&amp;quot;Selain Rp24,44 triliun dari paket stimulus ini, seperti diketahui oleh teman-teman media gaji ke-13 juga kita cairkan bulan Juni ini. Total anggaran sekitar Rp49,3 triliun termasuk ASN pusat, daerah, TNI-Polri dan pensiunan,&amp;quot; kata Sri Mulyani usai menghadiri rapat terbatas di Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (2/6/2025).&#13;
&#13;
Menkeu berharap pencairan gaji ke-13 untuk ASN, TNI dan Polri, serta paket stimulus ekonomi senilai Rp24,44 triliun ini dapat menjaga pertumbuhan ekonomi nasional.&#13;
&#13;
Adapun pencairan gaji ke-13 untuk ASN, TNI-Polri dan pensiunan ini telah diumumkan oleh Presiden Prabowo Subianto pada Maret lalu bersamaan dengan pengumuman THR (Tunjangan Hari Raya) tahun 2025 menjelang Hari Raya Idul Fitri.&#13;
&#13;
&amp;quot;Sedangkan gaji ke-13 akan dibayar pada awal tahun ajaran baru sekolah yaitu bulan Juni tahun 2025,&amp;quot; kata Prabowo pada 11 Maret 2025.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Selain pencairan gaji ke-13 untuk ASN, pemerintah menyatakan nilai paket stimulus yang mencapai Rp24,44 triliun itu terdiri dari Rp23,59 triliun yang bersumber dari APBN dan Rp850 miliar dari non-APBN.&#13;
&#13;
Menkeu berharap pertumbuhan ekonomi tetap terjaga mendekati 5 persen di tengah kondisi global yang didukung dengan berbagai langkah percepatan program pemerintah seperti Makan Bergizi Gratis, Koperasi Desa Merah Putih, Sekolah Rakyat, dan rekonstruksi atau perbaikan sekolah-sekolah sebesar Rp16 triliun.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kita harapkan pada kuartal kedua pertumbuhan ekonomi tetap bisa dijaga mendekati 5 persen dari yang tadinya diperkirakan akan melemah akibat kondisi global,&amp;quot; kata Sri Mulyani dalam konferensi pers dilansir Antara.&#13;
&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
