<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Menaker Pakai Data BPJS Ketenagakerjaan untuk Ketahui Jumlah PHK</title><description>Yassierli menyatakan kementeriannya memakai data penerima jaminan kehilangan pekerjaan (JKP) dari Badan Penyelenggara Jaminan Sosial.&#13;
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2025/06/03/320/3144204/menaker-pakai-data-bpjs-ketenagakerjaan-untuk-ketahui-jumlah-phk</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2025/06/03/320/3144204/menaker-pakai-data-bpjs-ketenagakerjaan-untuk-ketahui-jumlah-phk"/><item><title>Menaker Pakai Data BPJS Ketenagakerjaan untuk Ketahui Jumlah PHK</title><link>https://economy.okezone.com/read/2025/06/03/320/3144204/menaker-pakai-data-bpjs-ketenagakerjaan-untuk-ketahui-jumlah-phk</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2025/06/03/320/3144204/menaker-pakai-data-bpjs-ketenagakerjaan-untuk-ketahui-jumlah-phk</guid><pubDate>Selasa 03 Juni 2025 10:29 WIB</pubDate><dc:creator>Taufik Fajar</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/06/03/320/3144204/menaker-I62V_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menaker soal Data PHK (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/06/03/320/3144204/menaker-I62V_large.jpg</image><title>Menaker soal Data PHK (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menyatakan kementeriannya memakai data penerima jaminan kehilangan pekerjaan (JKP) dari Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan untuk mengetahui jumlah pekerja yang terkena pemutusan hubungan kerja per Juni 2025.&#13;
&#13;
1. Lebih Jelas Situasi di Lapangan&#13;
&#13;
Data dari JKP Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan dipilih karena diyakini lebih jelas dan menunjukkan situasi di lapangan.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kami akan pakai data dari JKP mulai bulan Juni, berarti mulai sekarang ya. Jadi, kami tidak lagi menggunakan data dari laporan dinas. Itu hanya sebagai pembanding,&amp;quot; kata Yassierli di Jakarta, Jakarta, Selasa (3/6/2025).&#13;
&#13;
Dia menjelaskan data JKP BPJS Ketenagakerjaan dapat menunjukkan waktu pekerja terkena pemutusan hubungan kerja (PHK) berikut daerahnya.&#13;
&#13;
&amp;quot;Itu lebih clear, lebih jelas, kapan dia PHK, kemudian ada di provinsi mana, bisa lebih jelas,&amp;quot; sambung Yassierli.dikutip Antara.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
2. Terintegrasi Data&#13;
&#13;
Menaker menyatakan data dari BPJS Ketenagakerjaan itu nantinya juga akan terintegrasi dengan data Kementerian Ketenagakerjaan.&#13;
&#13;
&amp;quot;Jadi, selama ini data kita belum matang sistemnya. Saya juga baru tujuh bulan ya menjabat. Sekarang sistem kita sudah mature ketika memang JKP itu sudah established,&amp;quot; katanya.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menyatakan kementeriannya memakai data penerima jaminan kehilangan pekerjaan (JKP) dari Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan untuk mengetahui jumlah pekerja yang terkena pemutusan hubungan kerja per Juni 2025.&#13;
&#13;
1. Lebih Jelas Situasi di Lapangan&#13;
&#13;
Data dari JKP Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan dipilih karena diyakini lebih jelas dan menunjukkan situasi di lapangan.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kami akan pakai data dari JKP mulai bulan Juni, berarti mulai sekarang ya. Jadi, kami tidak lagi menggunakan data dari laporan dinas. Itu hanya sebagai pembanding,&amp;quot; kata Yassierli di Jakarta, Jakarta, Selasa (3/6/2025).&#13;
&#13;
Dia menjelaskan data JKP BPJS Ketenagakerjaan dapat menunjukkan waktu pekerja terkena pemutusan hubungan kerja (PHK) berikut daerahnya.&#13;
&#13;
&amp;quot;Itu lebih clear, lebih jelas, kapan dia PHK, kemudian ada di provinsi mana, bisa lebih jelas,&amp;quot; sambung Yassierli.dikutip Antara.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
2. Terintegrasi Data&#13;
&#13;
Menaker menyatakan data dari BPJS Ketenagakerjaan itu nantinya juga akan terintegrasi dengan data Kementerian Ketenagakerjaan.&#13;
&#13;
&amp;quot;Jadi, selama ini data kita belum matang sistemnya. Saya juga baru tujuh bulan ya menjabat. Sekarang sistem kita sudah mature ketika memang JKP itu sudah established,&amp;quot; katanya.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
