<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pinjol Tembus Rp80 Triliun, Kredit Macet Ikut Meroket</title><description>Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat pinjaman online masyarakat per April 2025, nilai outstanding-nya tumbuh 28,72%&#13;
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2025/06/04/622/3144476/pinjol-tembus-rp80-triliun-kredit-macet-ikut-meroket</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2025/06/04/622/3144476/pinjol-tembus-rp80-triliun-kredit-macet-ikut-meroket"/><item><title>Pinjol Tembus Rp80 Triliun, Kredit Macet Ikut Meroket</title><link>https://economy.okezone.com/read/2025/06/04/622/3144476/pinjol-tembus-rp80-triliun-kredit-macet-ikut-meroket</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2025/06/04/622/3144476/pinjol-tembus-rp80-triliun-kredit-macet-ikut-meroket</guid><pubDate>Rabu 04 Juni 2025 08:37 WIB</pubDate><dc:creator>Feby Novalius</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/06/04/622/3144476/kredit-tRq5_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Kredit Macet Meningkat dengan Pinjaman Online Capai Rp80 Triliun. (Foto: Okezone.com/Freepik)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/06/04/622/3144476/kredit-tRq5_large.jpg</image><title>Kredit Macet Meningkat dengan Pinjaman Online Capai Rp80 Triliun. (Foto: Okezone.com/Freepik)</title></images><description>JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat pinjaman online masyarakat per April 2025, nilai outstanding-nya tumbuh 28,72% (year on year/ yoy) menjadi Rp80,94 triliun. Namun di sisi lain, tingkat wanprestasi atau kredit macet juga turut meningkat.&#13;
&#13;
&amp;quot;TWP90 (tingkat wanprestasi di atas 90 hari) berada di level 2,93% per April 2025, dibandingkan pada Maret sebesar 2,77%,&amp;quot; Anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sekaligus Pengawas Lembaga Pembiayaan, Agusman, dikutip dari Antara, Rabu (4/6/2025).&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Menurut dia, layanan BNPL yang disalurkan oleh perusahaan pembiayaan, pertumbuhan mencapai 47,11% (yoy) dengan total pembiayaan sebesar Rp8,24 triliun per April 2025.&#13;
&#13;
Meski begitu, kualitas kredit juga menunjukkan penurunan, tercermin dari rasio NPF gross yang naik menjadi 3,74% dari posisi Maret yang sebesar 3,48%. Sedangkan total piutang pembiayaan oleh perusahaan multifinance naik 3,67% secara tahunan (yoy) pada April 2025, mencapai Rp504,18 triliun.&#13;
&#13;
Sementara Rasio pembiayaan macet (Non Performing Financing/NPF) gross April sebesar 2,43%, di Maret 2025 lalu 2,71%. NPF net 0,82% di April 2025, sedangkan bulan Maret lalu 0,80%. Gearing ratio turun jadi 2,23 kali, jauh di bawah batas maksimum 10 kali.&#13;
&#13;
Pada sektor modal ventura, lanjut dia, pembiayaan hingga akhir April tercatat naik tipis 1,04% yoy menjadi Rp16,49 triliun. Namun, dibandingkan bulan sebelumnya, yakni Maret 2025 yang mencapai Rp16,73 triliun, terjadi sedikit penurunan.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Adapun, nilai piutang pembiayaan per April 2025 tumbuh 3,67% secara (yoy). Pertumbuhan April 2025 terbilang melambat, jika dibandingkan posisi Maret 2025. Pada posisi per Maret 2025 tumbuh 4,60% (yoy) dengan nilai Rp510,97 triliun.&#13;
&#13;
Tidak hanya itu, profil risiko pembiayaan tetap terjaga, yang mana Non Performing Financing (NPF) Net tercatat sebesar 0,82% per April 2025. Adapun angka tersebut naik dari bulan sebelumnya yang mencapai 0,80 persen.&#13;
&#13;
Sedangkan, Non Performing Financing (NPF) Gross perusahaan pembiayaan per April 2025 sebesar 2,43%. Angka itu terbilang membaik, jika dibandingkan posisi bulan sebelumnya yang mencapai 2,71%.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Kemudian angka &amp;quot;gearing ratio&amp;quot; perusahaan pembiayaan tercatat menurun, yaitu sebesar 2,23 kali per April 2025, sedangkan posisi Maret 2025 sebesar 2,26 kali&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat pinjaman online masyarakat per April 2025, nilai outstanding-nya tumbuh 28,72% (year on year/ yoy) menjadi Rp80,94 triliun. Namun di sisi lain, tingkat wanprestasi atau kredit macet juga turut meningkat.&#13;
&#13;
&amp;quot;TWP90 (tingkat wanprestasi di atas 90 hari) berada di level 2,93% per April 2025, dibandingkan pada Maret sebesar 2,77%,&amp;quot; Anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sekaligus Pengawas Lembaga Pembiayaan, Agusman, dikutip dari Antara, Rabu (4/6/2025).&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Menurut dia, layanan BNPL yang disalurkan oleh perusahaan pembiayaan, pertumbuhan mencapai 47,11% (yoy) dengan total pembiayaan sebesar Rp8,24 triliun per April 2025.&#13;
&#13;
Meski begitu, kualitas kredit juga menunjukkan penurunan, tercermin dari rasio NPF gross yang naik menjadi 3,74% dari posisi Maret yang sebesar 3,48%. Sedangkan total piutang pembiayaan oleh perusahaan multifinance naik 3,67% secara tahunan (yoy) pada April 2025, mencapai Rp504,18 triliun.&#13;
&#13;
Sementara Rasio pembiayaan macet (Non Performing Financing/NPF) gross April sebesar 2,43%, di Maret 2025 lalu 2,71%. NPF net 0,82% di April 2025, sedangkan bulan Maret lalu 0,80%. Gearing ratio turun jadi 2,23 kali, jauh di bawah batas maksimum 10 kali.&#13;
&#13;
Pada sektor modal ventura, lanjut dia, pembiayaan hingga akhir April tercatat naik tipis 1,04% yoy menjadi Rp16,49 triliun. Namun, dibandingkan bulan sebelumnya, yakni Maret 2025 yang mencapai Rp16,73 triliun, terjadi sedikit penurunan.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Adapun, nilai piutang pembiayaan per April 2025 tumbuh 3,67% secara (yoy). Pertumbuhan April 2025 terbilang melambat, jika dibandingkan posisi Maret 2025. Pada posisi per Maret 2025 tumbuh 4,60% (yoy) dengan nilai Rp510,97 triliun.&#13;
&#13;
Tidak hanya itu, profil risiko pembiayaan tetap terjaga, yang mana Non Performing Financing (NPF) Net tercatat sebesar 0,82% per April 2025. Adapun angka tersebut naik dari bulan sebelumnya yang mencapai 0,80 persen.&#13;
&#13;
Sedangkan, Non Performing Financing (NPF) Gross perusahaan pembiayaan per April 2025 sebesar 2,43%. Angka itu terbilang membaik, jika dibandingkan posisi bulan sebelumnya yang mencapai 2,71%.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Kemudian angka &amp;quot;gearing ratio&amp;quot; perusahaan pembiayaan tercatat menurun, yaitu sebesar 2,23 kali per April 2025, sedangkan posisi Maret 2025 sebesar 2,26 kali&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
