<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Wall Street Dibuka Melonjak, Inflasi AS Turun di Bawah Ekspektasi</title><description>Indeks utama Wall Street dibuka menguat pada perdagangan Rabu (11/6/2025) waktu setempat.&#13;
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2025/06/11/278/3146547/wall-street-dibuka-melonjak-inflasi-as-turun-di-bawah-ekspektasi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2025/06/11/278/3146547/wall-street-dibuka-melonjak-inflasi-as-turun-di-bawah-ekspektasi"/><item><title>Wall Street Dibuka Melonjak, Inflasi AS Turun di Bawah Ekspektasi</title><link>https://economy.okezone.com/read/2025/06/11/278/3146547/wall-street-dibuka-melonjak-inflasi-as-turun-di-bawah-ekspektasi</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2025/06/11/278/3146547/wall-street-dibuka-melonjak-inflasi-as-turun-di-bawah-ekspektasi</guid><pubDate>Rabu 11 Juni 2025 21:32 WIB</pubDate><dc:creator>Dinar Fitra Maghiszha</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/06/11/278/3146547/wall_street_menguat-zdJI_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Wall Street Menguat (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/06/11/278/3146547/wall_street_menguat-zdJI_large.jpg</image><title>Wall Street Menguat (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Indeks utama Wall Street dibuka menguat pada perdagangan Rabu (11/6/2025) waktu setempat. Pasar merespons inflasi Amerika Serikat yang lebih lemah dari ekspektasi, sehingga memperkuat ekspektasi pemangkasan suku bunga oleh Federal Reserve.&#13;
&#13;
Dow Jones naik 61 poin atau 0,14 persen, S&amp;amp;P 500 menguat 12,75 poin atau 0,21 persen, dan Nasdaq naik 58,5 poin atau 0,27 persen.&#13;
&#13;
Departemen Tenaga Kerja AS mencatat indeks Harga Konsumen (Consumer Price Index/CPI) naik 0,1 persen pada Mei, lebih rendah dari perkiraan ekonom sebesar 0,2 persen.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Secara tahunan, inflasi tercatat 2,4 persen yoy, juga di bawah proyeksi sebesar 2,5 persen.&#13;
&#13;
1. Respon Pasar&#13;
&#13;
Melansir Investing&amp;nbsp;pasar merespons data ini dengan mengerek ekspektasi pemangkasan suku bunga.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Data LSEG menunjukkan terdapat peluang sebesar 70 persen Fed akan memangkas suku bunga sebesar 25 basis poin pada September, naik dari 57 persen sebelum rilis data CPI.&#13;
&#13;
2. Pembuat Kebijakan The Fed&#13;
&#13;
Sementara itu, para pembuat kebijakan The Fed diperkirakan masih akan menahan suku bunga acuannya pada pertemuan pekan depan.&#13;
&#13;
Kabar positif lainnya datang dari arena perdagangan global. Sehari setelah Amerika Serikat dan China sepakat menghidupkan kembali kerangka gencatan dagang.&#13;
&#13;
Presiden AS Donald Trump mengklaim bahwa kesepakatan dengan Beijing telah rampung, dengan komitmen mendapat pasokan mineral langka dan magnet dari China.&#13;
&#13;
Dari sisi korporasi, saham Tesla (TSLA) melonjak 2,7 persen pada pra-perdagangan&#13;
&#13;
Sementara itu, saham GitLab anjlok 12,8 persen usai merilis laporan keuangan kuartalan. Saham GameStop juga turun 2,7 persen setelah melaporkan penurunan pendapatan kuartal pertama.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Indeks utama Wall Street dibuka menguat pada perdagangan Rabu (11/6/2025) waktu setempat. Pasar merespons inflasi Amerika Serikat yang lebih lemah dari ekspektasi, sehingga memperkuat ekspektasi pemangkasan suku bunga oleh Federal Reserve.&#13;
&#13;
Dow Jones naik 61 poin atau 0,14 persen, S&amp;amp;P 500 menguat 12,75 poin atau 0,21 persen, dan Nasdaq naik 58,5 poin atau 0,27 persen.&#13;
&#13;
Departemen Tenaga Kerja AS mencatat indeks Harga Konsumen (Consumer Price Index/CPI) naik 0,1 persen pada Mei, lebih rendah dari perkiraan ekonom sebesar 0,2 persen.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Secara tahunan, inflasi tercatat 2,4 persen yoy, juga di bawah proyeksi sebesar 2,5 persen.&#13;
&#13;
1. Respon Pasar&#13;
&#13;
Melansir Investing&amp;nbsp;pasar merespons data ini dengan mengerek ekspektasi pemangkasan suku bunga.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Data LSEG menunjukkan terdapat peluang sebesar 70 persen Fed akan memangkas suku bunga sebesar 25 basis poin pada September, naik dari 57 persen sebelum rilis data CPI.&#13;
&#13;
2. Pembuat Kebijakan The Fed&#13;
&#13;
Sementara itu, para pembuat kebijakan The Fed diperkirakan masih akan menahan suku bunga acuannya pada pertemuan pekan depan.&#13;
&#13;
Kabar positif lainnya datang dari arena perdagangan global. Sehari setelah Amerika Serikat dan China sepakat menghidupkan kembali kerangka gencatan dagang.&#13;
&#13;
Presiden AS Donald Trump mengklaim bahwa kesepakatan dengan Beijing telah rampung, dengan komitmen mendapat pasokan mineral langka dan magnet dari China.&#13;
&#13;
Dari sisi korporasi, saham Tesla (TSLA) melonjak 2,7 persen pada pra-perdagangan&#13;
&#13;
Sementara itu, saham GitLab anjlok 12,8 persen usai merilis laporan keuangan kuartalan. Saham GameStop juga turun 2,7 persen setelah melaporkan penurunan pendapatan kuartal pertama.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
