<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>RI Butuh Rp10.000 Triliun Bangun Infrastruktur, Sri Mulyani Minta Swasta Ikut&amp;nbsp;</title><description>Sri Mulyani Indrawati mengungkap bahwa Indonesia membutuhkan dana sebesar USD625 miliar atau setara Rp10.000 triliun.&#13;
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2025/06/12/320/3146884/ri-butuh-rp10-000-triliun-bangun-infrastruktur-sri-mulyani-minta-swasta-ikut-nbsp</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2025/06/12/320/3146884/ri-butuh-rp10-000-triliun-bangun-infrastruktur-sri-mulyani-minta-swasta-ikut-nbsp"/><item><title>RI Butuh Rp10.000 Triliun Bangun Infrastruktur, Sri Mulyani Minta Swasta Ikut&amp;nbsp;</title><link>https://economy.okezone.com/read/2025/06/12/320/3146884/ri-butuh-rp10-000-triliun-bangun-infrastruktur-sri-mulyani-minta-swasta-ikut-nbsp</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2025/06/12/320/3146884/ri-butuh-rp10-000-triliun-bangun-infrastruktur-sri-mulyani-minta-swasta-ikut-nbsp</guid><pubDate>Kamis 12 Juni 2025 23:56 WIB</pubDate><dc:creator>Tangguh Yudha</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/06/12/320/3146884/menkeu_sri_mulyani-slDE_large.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Menkeu Sri Mulyani (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/06/12/320/3146884/menkeu_sri_mulyani-slDE_large.jpeg</image><title>Menkeu Sri Mulyani (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengungkap bahwa Indonesia membutuhkan dana sebesar USD625 miliar atau setara Rp10.000 triliun untuk pembangunan infrastruktur hingga 2029 mendatang.&#13;
&#13;
1. Anggaran Negara&#13;
&#13;
Menurutnya, dengan anggaran negara yang hanya mampu memenuhi 40% dari dana yang dibutuhkan tersebut, maka diperlukan kontribusi dari pihak swasta untuk turut membantu menambal kekurangan yang ada.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Total investasi yang dibutuhkan untuk infrastruktur periode 2025 hingga 2029 sekitar USD625 miliar. Anggaran negara hanya memenuhi sekitar 40%. Jadi, kita menghadapi kesenjangan pembiayaan,&amp;rdquo; katanya dalam acara International Conference on Infrastructure (ICI) 2025 di Jakarta, Kamis (12/6/2025).&#13;
&#13;
&amp;quot;Ini akan membutuhkan pendanaan sektor swasta dan juga dukungan dari banyak partner dan juga permintaan untuk menciptakan mekanisme pendanaan inovatif,&amp;rdquo; lanjutnya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
2. Tantangan Ekonomi&#13;
&#13;
Sri Mulyani merinci, dari 40% anggaran yang bisa dipenuhi pemerintah, 23% di antaranya atau USD143,84 miliar berasal dari pemerintah pusat.&#13;
&#13;
Kemudian 17% lainnya berasal dari pemerintah daerah dengan nominal USD106,31 miliar.&#13;
&#13;
Dia menambahkan selain adanya tantangan pembiayaan dari dalam negeri, terdapat juga tantangan ekonomi global yang masih terakselerasi, di mana ketegangan geopolitik masih berlanjut sehingga memicu fragmentasi dan ketidakstabilan.&#13;
&#13;
Di sisi lain, perubahan iklim juga disebutnya menambah tantangan pembangunan infrastruktur.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Terlebih suhu global diperkirakan akan mencapai rekor tertinggi dalam lima tahun ke depan, sehingga meningkatkan kerentanan lingkungan, sosial, dan ekonomi.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Tantangan ini, ditambah dengan risiko iklim yang makin meningkat, menjadi rintangan besar bagi banyak negara dalam merencanakan dan mengeksekusi pembangunan infrastruktur,&amp;rdquo; pungkasnya.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengungkap bahwa Indonesia membutuhkan dana sebesar USD625 miliar atau setara Rp10.000 triliun untuk pembangunan infrastruktur hingga 2029 mendatang.&#13;
&#13;
1. Anggaran Negara&#13;
&#13;
Menurutnya, dengan anggaran negara yang hanya mampu memenuhi 40% dari dana yang dibutuhkan tersebut, maka diperlukan kontribusi dari pihak swasta untuk turut membantu menambal kekurangan yang ada.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Total investasi yang dibutuhkan untuk infrastruktur periode 2025 hingga 2029 sekitar USD625 miliar. Anggaran negara hanya memenuhi sekitar 40%. Jadi, kita menghadapi kesenjangan pembiayaan,&amp;rdquo; katanya dalam acara International Conference on Infrastructure (ICI) 2025 di Jakarta, Kamis (12/6/2025).&#13;
&#13;
&amp;quot;Ini akan membutuhkan pendanaan sektor swasta dan juga dukungan dari banyak partner dan juga permintaan untuk menciptakan mekanisme pendanaan inovatif,&amp;rdquo; lanjutnya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
2. Tantangan Ekonomi&#13;
&#13;
Sri Mulyani merinci, dari 40% anggaran yang bisa dipenuhi pemerintah, 23% di antaranya atau USD143,84 miliar berasal dari pemerintah pusat.&#13;
&#13;
Kemudian 17% lainnya berasal dari pemerintah daerah dengan nominal USD106,31 miliar.&#13;
&#13;
Dia menambahkan selain adanya tantangan pembiayaan dari dalam negeri, terdapat juga tantangan ekonomi global yang masih terakselerasi, di mana ketegangan geopolitik masih berlanjut sehingga memicu fragmentasi dan ketidakstabilan.&#13;
&#13;
Di sisi lain, perubahan iklim juga disebutnya menambah tantangan pembangunan infrastruktur.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Terlebih suhu global diperkirakan akan mencapai rekor tertinggi dalam lima tahun ke depan, sehingga meningkatkan kerentanan lingkungan, sosial, dan ekonomi.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Tantangan ini, ditambah dengan risiko iklim yang makin meningkat, menjadi rintangan besar bagi banyak negara dalam merencanakan dan mengeksekusi pembangunan infrastruktur,&amp;rdquo; pungkasnya.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
