<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title> Gempuran Serangan Israel ke Iran, Investor Harus Apa?</title><description>Tensi geopolitik Timur Tengah akibat serangan Israel ke Iran menambah tekanan pasar keuangan dan memperbesar risiko volatilitas&#13;
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2025/06/13/622/3147048/gempuran-serangan-israel-ke-iran-investor-harus-apa</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2025/06/13/622/3147048/gempuran-serangan-israel-ke-iran-investor-harus-apa"/><item><title> Gempuran Serangan Israel ke Iran, Investor Harus Apa?</title><link>https://economy.okezone.com/read/2025/06/13/622/3147048/gempuran-serangan-israel-ke-iran-investor-harus-apa</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2025/06/13/622/3147048/gempuran-serangan-israel-ke-iran-investor-harus-apa</guid><pubDate>Jum'at 13 Juni 2025 15:32 WIB</pubDate><dc:creator>Dinar Fitra Maghiszha</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/06/13/622/3147048/keuangan-KunG_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg"> Gempuran Serangan Israel ke Iran, Investor Harus Apa? (Foto: Freepik)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/06/13/622/3147048/keuangan-KunG_large.jpg</image><title> Gempuran Serangan Israel ke Iran, Investor Harus Apa? (Foto: Freepik)</title></images><description>JAKARTA - Tensi geopolitik Timur Tengah akibat serangan Israel ke Iran menambah tekanan pasar keuangan internasional dan memperbesar risiko volatilitas. Kondisi ini dibarengi dengan ketidakpastian ekonomi global akibat perang dagang.&#13;
&#13;
Menghadapi situasi ini, strategi alokasi portofolio yang bersifat defensif dinilai krusial bagi investor untuk menjaga nilai aset dan mengurangi potensi kerugian.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Dalam kondisi ekonomi yang menunjukkan kecenderungan melambat, investor perlu bersikap lebih defensif dalam menyusun strategi alokasi aset&amp;rdquo; kata Chief Investment Officer Inovasi Finansial Teknologi (Makmur) Stefanus Dennis Winarto, di Jakarta, Jumat (13/6/2025).&#13;
&#13;
Stefanus menilai instrumen investasi seperti reksa dana campuran dan pasar uang dinilai dapat menjaga stabilitas portofolio.&#13;
&#13;
Reksa dana ini, ujarnya, mayoritas berisi obligasi pemerintah maupun korporasi, yang menawarkan potensi imbal hasil lebih stabil dibandingkan instrumen lainnya seperti saham.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Reksa dana campuran juga dinilai menjadi opsi menarik bagi investor yang menerapkan strategi diversifikasi ke berbagai aset, mulai dari saham, obligasi hingga pasar uang.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Jenis reksa dana ini mengalokasikan dana pada obligasi, saham, dan instrumen pasar uang, dengan ketentuan bahwa masing-masing instrumen tidak boleh melebihi 79 persen dari total portofolio,&amp;rdquo; ujarnya.&#13;
&#13;
Sementara bagi investor yang mengutamakan keamanan dan likuiditas di tengah ketidakpastian pasar, Stefanus menyarankan reksa dana pasar uang sebagai pilihan.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Reksa dana pasar uang berinvestasi pada instrumen jangka pendek seperti deposito dan obligasi jangka pendek, yang relatif stabil dan cocok untuk menjaga likuiditas portofolio,&amp;rdquo; jelasnya.&#13;
&amp;nbsp;&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Tensi geopolitik Timur Tengah akibat serangan Israel ke Iran menambah tekanan pasar keuangan internasional dan memperbesar risiko volatilitas. Kondisi ini dibarengi dengan ketidakpastian ekonomi global akibat perang dagang.&#13;
&#13;
Menghadapi situasi ini, strategi alokasi portofolio yang bersifat defensif dinilai krusial bagi investor untuk menjaga nilai aset dan mengurangi potensi kerugian.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Dalam kondisi ekonomi yang menunjukkan kecenderungan melambat, investor perlu bersikap lebih defensif dalam menyusun strategi alokasi aset&amp;rdquo; kata Chief Investment Officer Inovasi Finansial Teknologi (Makmur) Stefanus Dennis Winarto, di Jakarta, Jumat (13/6/2025).&#13;
&#13;
Stefanus menilai instrumen investasi seperti reksa dana campuran dan pasar uang dinilai dapat menjaga stabilitas portofolio.&#13;
&#13;
Reksa dana ini, ujarnya, mayoritas berisi obligasi pemerintah maupun korporasi, yang menawarkan potensi imbal hasil lebih stabil dibandingkan instrumen lainnya seperti saham.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Reksa dana campuran juga dinilai menjadi opsi menarik bagi investor yang menerapkan strategi diversifikasi ke berbagai aset, mulai dari saham, obligasi hingga pasar uang.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Jenis reksa dana ini mengalokasikan dana pada obligasi, saham, dan instrumen pasar uang, dengan ketentuan bahwa masing-masing instrumen tidak boleh melebihi 79 persen dari total portofolio,&amp;rdquo; ujarnya.&#13;
&#13;
Sementara bagi investor yang mengutamakan keamanan dan likuiditas di tengah ketidakpastian pasar, Stefanus menyarankan reksa dana pasar uang sebagai pilihan.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Reksa dana pasar uang berinvestasi pada instrumen jangka pendek seperti deposito dan obligasi jangka pendek, yang relatif stabil dan cocok untuk menjaga likuiditas portofolio,&amp;rdquo; jelasnya.&#13;
&amp;nbsp;&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
