<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title> Target Pertumbuhan Ekonomi 8%, RI Incar Investasi hingga Rp13.000 Triliun</title><description>CEO Danantara Indonesia Rosan Roeslani mengungkapkan pentingnya investasi bagi Indonesia.&#13;
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2025/06/14/320/3147251/target-pertumbuhan-ekonomi-8-ri-incar-investasi-hingga-rp13-000-triliun</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2025/06/14/320/3147251/target-pertumbuhan-ekonomi-8-ri-incar-investasi-hingga-rp13-000-triliun"/><item><title> Target Pertumbuhan Ekonomi 8%, RI Incar Investasi hingga Rp13.000 Triliun</title><link>https://economy.okezone.com/read/2025/06/14/320/3147251/target-pertumbuhan-ekonomi-8-ri-incar-investasi-hingga-rp13-000-triliun</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2025/06/14/320/3147251/target-pertumbuhan-ekonomi-8-ri-incar-investasi-hingga-rp13-000-triliun</guid><pubDate>Sabtu 14 Juni 2025 12:05 WIB</pubDate><dc:creator>Feby Novalius</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/06/14/320/3147251/rosan-9ptw_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">CEO Danantara Rosan Roeslani di Universitas Paramadina. (Foto: Okezone.com/Parmadina)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/06/14/320/3147251/rosan-9ptw_large.jpg</image><title>CEO Danantara Rosan Roeslani di Universitas Paramadina. (Foto: Okezone.com/Parmadina)</title></images><description>JAKARTA - CEO Danantara Indonesia Rosan Roeslani mengungkapkan pentingnya investasi bagi Indonesia. Dalam 10 tahun terakhir, investasi yang masuk baik dari luar maupun dalam negeri mencapai Rp9.100 triliun.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Rosan mengatakan, investasi merupakan komponen penting dalam pertumbuhan ekonomi dan ini yang akan didorong di Danantara. Investasi sebesar 29% merupakan angka nomor dua terbesar dari formasi pertumbuhan ekonomi nasional, setelah konsumsi rumah tangga mencapai 53%.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Dilihat dari kondisi terakhir diperkirakan yang paling bisa mendorong pertumbuhan ekonomi adalah dari Investasi,&amp;quot; ujarnya, di Universitas Paramadina, Sabtu (14/6/2025).&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Rosan mengungkapkan, dalam &amp;nbsp;10 tahun terakhir jumlah investasi yang masuk baik dalam negeri maupun luar negeri, berjumlah Rp9.100 triliun, dalam 5 tahun ke depan diharapkan investasi yang tumbuh mencapai Rp13.000 triliun, itu untuk mencapai pertumbuhan ekonomi 8% pada 2029 (Bappenas). &amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Dengan polan investasi Danantara sekarang peluang menarik investasi lebih besar. Ini merupakan harapan yang besar di masa mendatang agar ekonomi tumbuh lebih baik,&amp;quot; ujarnya.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Rosan mengatakan, Danantara akan mengelola sekira 15.000 triliun aset. Semua BUMN tergabung di situ. Dana Danantara sendiri akan didapat dari Deviden, jadi bukan dari penyertaan modal pemerintah lagi (PMN/APBN). Tapi dari Deviden yang biasanya didistribusikan untuk negara, sekarang bisa dikelola untuk investasi industi dan proyek-proyek yang harus menghasilkan return.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Sampai saat ini dari deviden yang masuk bertahap diperkirakan akan menerima 7 milyar USD laba, mendekati Rp120-150 triliun pada tahun ini. Dana itu akan dideploy ke industri-industri yang berkriteria Quality Jobs,&amp;quot; ujarnya.&amp;nbsp;&#13;
&amp;nbsp;&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - CEO Danantara Indonesia Rosan Roeslani mengungkapkan pentingnya investasi bagi Indonesia. Dalam 10 tahun terakhir, investasi yang masuk baik dari luar maupun dalam negeri mencapai Rp9.100 triliun.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Rosan mengatakan, investasi merupakan komponen penting dalam pertumbuhan ekonomi dan ini yang akan didorong di Danantara. Investasi sebesar 29% merupakan angka nomor dua terbesar dari formasi pertumbuhan ekonomi nasional, setelah konsumsi rumah tangga mencapai 53%.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Dilihat dari kondisi terakhir diperkirakan yang paling bisa mendorong pertumbuhan ekonomi adalah dari Investasi,&amp;quot; ujarnya, di Universitas Paramadina, Sabtu (14/6/2025).&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Rosan mengungkapkan, dalam &amp;nbsp;10 tahun terakhir jumlah investasi yang masuk baik dalam negeri maupun luar negeri, berjumlah Rp9.100 triliun, dalam 5 tahun ke depan diharapkan investasi yang tumbuh mencapai Rp13.000 triliun, itu untuk mencapai pertumbuhan ekonomi 8% pada 2029 (Bappenas). &amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Dengan polan investasi Danantara sekarang peluang menarik investasi lebih besar. Ini merupakan harapan yang besar di masa mendatang agar ekonomi tumbuh lebih baik,&amp;quot; ujarnya.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Rosan mengatakan, Danantara akan mengelola sekira 15.000 triliun aset. Semua BUMN tergabung di situ. Dana Danantara sendiri akan didapat dari Deviden, jadi bukan dari penyertaan modal pemerintah lagi (PMN/APBN). Tapi dari Deviden yang biasanya didistribusikan untuk negara, sekarang bisa dikelola untuk investasi industi dan proyek-proyek yang harus menghasilkan return.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Sampai saat ini dari deviden yang masuk bertahap diperkirakan akan menerima 7 milyar USD laba, mendekati Rp120-150 triliun pada tahun ini. Dana itu akan dideploy ke industri-industri yang berkriteria Quality Jobs,&amp;quot; ujarnya.&amp;nbsp;&#13;
&amp;nbsp;&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
