<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>RI Ekspor Listrik Hijau ke Singapura, Devisa Bertambah hingga Rp97,8 Triliun&amp;nbsp;</title><description>DPR RI mendukung rencan ekspor listrik berbasis energi baru terbarukan (EBT) ke Singapura.&#13;
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2025/06/14/320/3147263/ri-ekspor-listrik-hijau-ke-singapura-devisa-bertambah-hingga-rp97-8-triliun-nbsp</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2025/06/14/320/3147263/ri-ekspor-listrik-hijau-ke-singapura-devisa-bertambah-hingga-rp97-8-triliun-nbsp"/><item><title>RI Ekspor Listrik Hijau ke Singapura, Devisa Bertambah hingga Rp97,8 Triliun&amp;nbsp;</title><link>https://economy.okezone.com/read/2025/06/14/320/3147263/ri-ekspor-listrik-hijau-ke-singapura-devisa-bertambah-hingga-rp97-8-triliun-nbsp</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2025/06/14/320/3147263/ri-ekspor-listrik-hijau-ke-singapura-devisa-bertambah-hingga-rp97-8-triliun-nbsp</guid><pubDate>Sabtu 14 Juni 2025 11:55 WIB</pubDate><dc:creator>Feby Novalius</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/06/14/320/3147263/plts-pnqJ_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">RI Ekspor Listrik Hijau ke Singapura. (Foto: Okezone.com/Freepik)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/06/14/320/3147263/plts-pnqJ_large.jpg</image><title>RI Ekspor Listrik Hijau ke Singapura. (Foto: Okezone.com/Freepik)</title></images><description>JAKARTA - DPR RI mendukung rencan ekspor listrik berbasis energi baru terbarukan (EBT) ke Singapura. Dukungan ini menyusul penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Menteri ESDM Bahlil Lahadalia dan Menteri Energi, Sains &amp;amp; Teknologi Singapura Tan See Leng di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Ketua Komisi XI DPR M Misbakhun menilai, kerja sama lintas negara ini menandai langkah konkret Indonesia dalam memperkuat posisi sebagai pemain global di sektor energi hijau.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;MoU ini dilangsungkan pada momen yang sangat tepat, ketika dunia sedang beralih ke sektor energi baru terbarukan,&amp;rdquo; katanya, Sabtu (14/6/2025).&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Dalam perjanjian tersebut, kedua negara menyepakati tiga komitmen utama. Pertama, pengembangan Zona Industri Berkelanjutan yang akan mendorong kawasan industri ramah lingkungan dengan teknologi rendah emisi.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Kedua, kerja sama dalam interkoneksi dan perdagangan listrik lintas negara, termasuk pengembangan teknologi energi surya, angin, serta sistem penyimpanan energi berbasis baterai (Battery Energy Storage System/BESS). Ketiga, kolaborasi dalam penangkapan dan penyimpanan karbon lintas batas guna mendukung target emisi bersih.&#13;
&#13;
Kerja sama ini diperkirakan akan memberikan dampak ekonomi dan sosial yang besar. Pemerintah memproyeksikan tambahan devisa sebesar USD4&amp;ndash;6 miliar per tahun atau setara Rp65 triliun sampai Rp97,8 triliun, penerimaan negara antara USD210&amp;ndash;600 juta per tahun atau setara Rp3,4 triliun sampai Rp9,7 triliun, serta penciptaan lebih dari 418.000 lapangan kerja baru di sektor manufaktur, konstruksi, hingga pemeliharaan infrastruktur energi hijau.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Ini momentum untuk mempercepat transisi energi sekaligus menunjukkan kesiapan Indonesia menjadi pemain kunci dalam pasar EBT global,&amp;rdquo; ujarnya.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Misbakhun juga mengingatkan pentingnya perencanaan yang matang agar kerja sama ini menghasilkan skema win-win solution bagi kedua negara. Ia menilai kolaborasi dengan Singapura ini sejalan dengan komitmen menuju Net Zero Emission dan mendukung implementasi Paris Agreement.&#13;
&#13;
Pemerintah harus memastikan adanya dukungan regulasi dan insentif agar investasi dan transfer teknologi berjalan optimal, serta membawa manfaat jangka panjang bagi ekonomi nasional,&amp;rdquo; tandasnya.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - DPR RI mendukung rencan ekspor listrik berbasis energi baru terbarukan (EBT) ke Singapura. Dukungan ini menyusul penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Menteri ESDM Bahlil Lahadalia dan Menteri Energi, Sains &amp;amp; Teknologi Singapura Tan See Leng di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Ketua Komisi XI DPR M Misbakhun menilai, kerja sama lintas negara ini menandai langkah konkret Indonesia dalam memperkuat posisi sebagai pemain global di sektor energi hijau.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;MoU ini dilangsungkan pada momen yang sangat tepat, ketika dunia sedang beralih ke sektor energi baru terbarukan,&amp;rdquo; katanya, Sabtu (14/6/2025).&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Dalam perjanjian tersebut, kedua negara menyepakati tiga komitmen utama. Pertama, pengembangan Zona Industri Berkelanjutan yang akan mendorong kawasan industri ramah lingkungan dengan teknologi rendah emisi.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Kedua, kerja sama dalam interkoneksi dan perdagangan listrik lintas negara, termasuk pengembangan teknologi energi surya, angin, serta sistem penyimpanan energi berbasis baterai (Battery Energy Storage System/BESS). Ketiga, kolaborasi dalam penangkapan dan penyimpanan karbon lintas batas guna mendukung target emisi bersih.&#13;
&#13;
Kerja sama ini diperkirakan akan memberikan dampak ekonomi dan sosial yang besar. Pemerintah memproyeksikan tambahan devisa sebesar USD4&amp;ndash;6 miliar per tahun atau setara Rp65 triliun sampai Rp97,8 triliun, penerimaan negara antara USD210&amp;ndash;600 juta per tahun atau setara Rp3,4 triliun sampai Rp9,7 triliun, serta penciptaan lebih dari 418.000 lapangan kerja baru di sektor manufaktur, konstruksi, hingga pemeliharaan infrastruktur energi hijau.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Ini momentum untuk mempercepat transisi energi sekaligus menunjukkan kesiapan Indonesia menjadi pemain kunci dalam pasar EBT global,&amp;rdquo; ujarnya.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Misbakhun juga mengingatkan pentingnya perencanaan yang matang agar kerja sama ini menghasilkan skema win-win solution bagi kedua negara. Ia menilai kolaborasi dengan Singapura ini sejalan dengan komitmen menuju Net Zero Emission dan mendukung implementasi Paris Agreement.&#13;
&#13;
Pemerintah harus memastikan adanya dukungan regulasi dan insentif agar investasi dan transfer teknologi berjalan optimal, serta membawa manfaat jangka panjang bagi ekonomi nasional,&amp;rdquo; tandasnya.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
