<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Terbuka Lebar, Pemerintah Tak Lagi Batasi Kuota Impor Sapi</title><description>Pemerintah tidak lagi memberlakukan batasan kuota impor sapi hidup guna menjamin ketersediaan pasokan daging hingga susu&#13;
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2025/06/15/320/3147491/terbuka-lebar-pemerintah-tak-lagi-batasi-kuota-impor-sapi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2025/06/15/320/3147491/terbuka-lebar-pemerintah-tak-lagi-batasi-kuota-impor-sapi"/><item><title>Terbuka Lebar, Pemerintah Tak Lagi Batasi Kuota Impor Sapi</title><link>https://economy.okezone.com/read/2025/06/15/320/3147491/terbuka-lebar-pemerintah-tak-lagi-batasi-kuota-impor-sapi</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2025/06/15/320/3147491/terbuka-lebar-pemerintah-tak-lagi-batasi-kuota-impor-sapi</guid><pubDate>Minggu 15 Juni 2025 13:46 WIB</pubDate><dc:creator>Dani Jumadil Akhir</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/06/15/320/3147491/impor_sapi-Lalr_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Terbuka Lebar, Pemerintah Tak Lagi Batasi Kuota Impor Sapi (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/06/15/320/3147491/impor_sapi-Lalr_large.jpg</image><title>Terbuka Lebar, Pemerintah Tak Lagi Batasi Kuota Impor Sapi (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) menyatakan, pemerintah tidak lagi memberlakukan batasan kuota impor sapi hidup guna menjamin ketersediaan pasokan daging hingga susu serta memperkuat ketahanan pangan nasional.&#13;
&#13;
Zulhas mengatakan, pengimpor bisa melakukan impor sapi hidup tanpa batasan untuk berbagai tujuan, mulai dari penggemukan, pemotongan, hingga produksi susu guna mendukung industri peternakan dan kebutuhan konsumsi masyarakat.&#13;
&#13;
&amp;quot;Ya sekarang kan kita buka lebar. Impor sapi yang hidup, impor sapi yang hidup baik untuk potong, penggemukan maupun untuk susu. Sekarang kan bebas, kita bebaskan,&amp;quot; kata Zulhas ditemui di sela menghadiri peringatan Hari Susu Nusantara 2025 di Jakarta, Minggu (15/6/2025).&#13;
&#13;
Kebijakan tanpa kuota ini juga memberi peluang bagi industri pengolahan susu nasional untuk meningkatkan volume produksi dan kualitas pasokan, sekaligus memperkuat rantai pasok dari hulu ke hilir.&#13;
&#13;
&amp;quot;Nggak ada kuota-kuota lagi, nggak ada. Jadi sapi hidup, apakah untuk digemukkan, apakah untuk susu. Sekarang nggak ada kuota, bebas, bebas,&amp;quot; tambah Zulhas.&#13;
&#13;
Meski demikian, dia tak membeberkan rincian teknis pelaksanaan kebijakan tersebut dan langsung meninggalkan lokasi usai menjawab pertanyaan awak media.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Sebelumnya, Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono mengatakan, Indonesia akan mengimpor 2 juta sapi hidup hingga lima tahun ke depan atau sampai 2029. Impor itu bertujuan untuk memenuhi kebutuhan susu dan daging di dalam negeri.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kita target 5 tahun ini untuk susu 1,2 juta (sapi), kemudian untuk daging 800 ribu lebih. Jadi totalnya 2 juta selama 5 tahun,&amp;quot; kata Sudaryono di Jakarta, Jumat (31/1).&#13;
&#13;
Sudaryono mengatakan, untuk tahun ini Indonesia menargetkan untuk mengimpor sebanyak 250 ribu sapi untuk kebutuhan susu dan daging. Demikian dilansir Antara.&#13;
&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) menyatakan, pemerintah tidak lagi memberlakukan batasan kuota impor sapi hidup guna menjamin ketersediaan pasokan daging hingga susu serta memperkuat ketahanan pangan nasional.&#13;
&#13;
Zulhas mengatakan, pengimpor bisa melakukan impor sapi hidup tanpa batasan untuk berbagai tujuan, mulai dari penggemukan, pemotongan, hingga produksi susu guna mendukung industri peternakan dan kebutuhan konsumsi masyarakat.&#13;
&#13;
&amp;quot;Ya sekarang kan kita buka lebar. Impor sapi yang hidup, impor sapi yang hidup baik untuk potong, penggemukan maupun untuk susu. Sekarang kan bebas, kita bebaskan,&amp;quot; kata Zulhas ditemui di sela menghadiri peringatan Hari Susu Nusantara 2025 di Jakarta, Minggu (15/6/2025).&#13;
&#13;
Kebijakan tanpa kuota ini juga memberi peluang bagi industri pengolahan susu nasional untuk meningkatkan volume produksi dan kualitas pasokan, sekaligus memperkuat rantai pasok dari hulu ke hilir.&#13;
&#13;
&amp;quot;Nggak ada kuota-kuota lagi, nggak ada. Jadi sapi hidup, apakah untuk digemukkan, apakah untuk susu. Sekarang nggak ada kuota, bebas, bebas,&amp;quot; tambah Zulhas.&#13;
&#13;
Meski demikian, dia tak membeberkan rincian teknis pelaksanaan kebijakan tersebut dan langsung meninggalkan lokasi usai menjawab pertanyaan awak media.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Sebelumnya, Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono mengatakan, Indonesia akan mengimpor 2 juta sapi hidup hingga lima tahun ke depan atau sampai 2029. Impor itu bertujuan untuk memenuhi kebutuhan susu dan daging di dalam negeri.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kita target 5 tahun ini untuk susu 1,2 juta (sapi), kemudian untuk daging 800 ribu lebih. Jadi totalnya 2 juta selama 5 tahun,&amp;quot; kata Sudaryono di Jakarta, Jumat (31/1).&#13;
&#13;
Sudaryono mengatakan, untuk tahun ini Indonesia menargetkan untuk mengimpor sebanyak 250 ribu sapi untuk kebutuhan susu dan daging. Demikian dilansir Antara.&#13;
&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
