<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kepala BGN: Minyak Jelantah Bekas MBG Bisa Dijual Lagi, Harganya Rp7.000 per Liter </title><description>Dadan Hindayana menyatakan minyak jelantah bekas masak dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) dapat menjadi sumber pendapatan baru.&#13;
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2025/06/17/320/3148035/kepala-bgn-minyak-jelantah-bekas-mbg-bisa-dijual-lagi-harganya-rp7-000-per-liter</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2025/06/17/320/3148035/kepala-bgn-minyak-jelantah-bekas-mbg-bisa-dijual-lagi-harganya-rp7-000-per-liter"/><item><title>Kepala BGN: Minyak Jelantah Bekas MBG Bisa Dijual Lagi, Harganya Rp7.000 per Liter </title><link>https://economy.okezone.com/read/2025/06/17/320/3148035/kepala-bgn-minyak-jelantah-bekas-mbg-bisa-dijual-lagi-harganya-rp7-000-per-liter</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2025/06/17/320/3148035/kepala-bgn-minyak-jelantah-bekas-mbg-bisa-dijual-lagi-harganya-rp7-000-per-liter</guid><pubDate>Selasa 17 Juni 2025 13:02 WIB</pubDate><dc:creator>Tangguh Yudha</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/06/17/320/3148035/minyak_jelantah-g9y8_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Minyak Jelantah MBG (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/06/17/320/3148035/minyak_jelantah-g9y8_large.jpg</image><title>Minyak Jelantah MBG (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana menyatakan minyak jelantah bekas masak dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) dapat menjadi sumber pendapatan baru bagi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).&#13;
&#13;
1. Kewirausahaan Lokal&#13;
&#13;
Menurutnya, minyak jelantah bekas MBG bisa dijual dengan harga Rp7.000 per liter, yang dinilai dapat mendukung kewirausahaan lokal sekaligus membantu percepatan pengentasan kemiskinan di Indonesia.&#13;
&#13;
&amp;quot;Daripada minyak itu dibuang, lebih baik ditampung. Satu entrepreneur bisa mengambil minyak jelantah dari SPPG-SPPG, lalu dijual kembali. Ini bisa menjadi pendapatan tambahan bagi SPPG,&amp;quot; katanya dalam konferensi pers, Senin (16/6/2025).&#13;
&#13;
Dadan mengungkapkan, rata-rata satu SPPG mengonsumsi sekitar 800 liter minyak goreng per bulan. Dari jumlah tersebut, sekitar 71 persen atau sekitar 550 liter menjadi minyak jelantah.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
2. Tetap Bisa Jadi Sumber Pendapatan&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Dia menjelaskan meskipun minyak jelantah sendiri tergolong barang yang sudah tidak digunakan lagi dan tidak dibukukan dalam laporan keuangan, namun tetap bisa menjadi sumber pendapatan potensial.&#13;
&#13;
Dadan menyatakan&amp;nbsp;jika ada pelaku usaha yang mampu mengelola pengumpulan minyak jelantah di tingkat kabupaten, maka hasilnya bisa diekspor atau dimanfaatkan sebagai bahan baku biofuel.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kalau satu pemasok minyak jelantah saja bisa mempekerjakan dua hingga lima orang, berarti tenaga kerja tidak langsung dari SPPG akan bertambah. Ini sejalan dengan program percepatan pengentasan kemiskinan,&amp;quot; tandasnya.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana menyatakan minyak jelantah bekas masak dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) dapat menjadi sumber pendapatan baru bagi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).&#13;
&#13;
1. Kewirausahaan Lokal&#13;
&#13;
Menurutnya, minyak jelantah bekas MBG bisa dijual dengan harga Rp7.000 per liter, yang dinilai dapat mendukung kewirausahaan lokal sekaligus membantu percepatan pengentasan kemiskinan di Indonesia.&#13;
&#13;
&amp;quot;Daripada minyak itu dibuang, lebih baik ditampung. Satu entrepreneur bisa mengambil minyak jelantah dari SPPG-SPPG, lalu dijual kembali. Ini bisa menjadi pendapatan tambahan bagi SPPG,&amp;quot; katanya dalam konferensi pers, Senin (16/6/2025).&#13;
&#13;
Dadan mengungkapkan, rata-rata satu SPPG mengonsumsi sekitar 800 liter minyak goreng per bulan. Dari jumlah tersebut, sekitar 71 persen atau sekitar 550 liter menjadi minyak jelantah.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
2. Tetap Bisa Jadi Sumber Pendapatan&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Dia menjelaskan meskipun minyak jelantah sendiri tergolong barang yang sudah tidak digunakan lagi dan tidak dibukukan dalam laporan keuangan, namun tetap bisa menjadi sumber pendapatan potensial.&#13;
&#13;
Dadan menyatakan&amp;nbsp;jika ada pelaku usaha yang mampu mengelola pengumpulan minyak jelantah di tingkat kabupaten, maka hasilnya bisa diekspor atau dimanfaatkan sebagai bahan baku biofuel.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kalau satu pemasok minyak jelantah saja bisa mempekerjakan dua hingga lima orang, berarti tenaga kerja tidak langsung dari SPPG akan bertambah. Ini sejalan dengan program percepatan pengentasan kemiskinan,&amp;quot; tandasnya.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
