<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Realisasi Belanja Pemerintah: Gaji ke-13 Cair Rp32,8 Triliun dan Bansos Rp48,8 Triliun</title><description>Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat realisasi belanja pemerintah pusat (BPP) mencapai Rp694,2 triliun&#13;
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2025/06/17/320/3148098/realisasi-belanja-pemerintah-gaji-ke-13-cair-rp32-8-triliun-dan-bansos-rp48-8-triliun</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2025/06/17/320/3148098/realisasi-belanja-pemerintah-gaji-ke-13-cair-rp32-8-triliun-dan-bansos-rp48-8-triliun"/><item><title>Realisasi Belanja Pemerintah: Gaji ke-13 Cair Rp32,8 Triliun dan Bansos Rp48,8 Triliun</title><link>https://economy.okezone.com/read/2025/06/17/320/3148098/realisasi-belanja-pemerintah-gaji-ke-13-cair-rp32-8-triliun-dan-bansos-rp48-8-triliun</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2025/06/17/320/3148098/realisasi-belanja-pemerintah-gaji-ke-13-cair-rp32-8-triliun-dan-bansos-rp48-8-triliun</guid><pubDate>Selasa 17 Juni 2025 16:45 WIB</pubDate><dc:creator>Anggie Ariesta</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/06/17/320/3148098/rupiah-laZK_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Realisasi belanja pemerintah pusat (BPP) mencapai Rp694,2 triliun. (Foto: Okezone.com/Freepik)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/06/17/320/3148098/rupiah-laZK_large.jpg</image><title>Realisasi belanja pemerintah pusat (BPP) mencapai Rp694,2 triliun. (Foto: Okezone.com/Freepik)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat realisasi belanja pemerintah pusat (BPP) mencapai Rp694,2 triliun dari total belanja negara Rp3.621,3 triliun sampai dengan Mei 2025.&#13;
&#13;
Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara mengatakan belanja pemerintah pusat mencapai angka tersebut karena terjadi percepatan belanja barang dan belanja modal dibandingkan bulan-bulan sebelumnya.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Mungkin bulan-bulan lalu saya menyampaikan, ada bulan-bulan di mana terjadi percepatan belanja perlindungan sosial atau bansos. Jadi, setiap bulan gerak APBN itu amat tergantung pada jenis belanja,&amp;rdquo; ungkap Suahasil dalam Konferensi Pers APBN KiTa Edisi Juni 2025, Selasa (17/6/2025).&#13;
&#13;
Untuk belanja dari K/L mencapai Rp325,7 triliun atau 28,1% dari pagu, dipengaruhi oleh belanja pegawai ASN/TNI/Polri yang tetap dibayarkan dan penyaluran berbagai program bansos yang tetap disalurkan sesuai jadwal.&#13;
&#13;
Dalam belanja K/L, terdapat belanja pegawai sebesar Rp123,9 triliun atau 5,3%, belanja bansos sebesar Rp48,8 triliun, belanja modal sebesar Rp55,6 triliun, dan belanja barang sebesar Rp97,4 triliun.&#13;
&#13;
Adapun alokasi gaji ke-13 bagi ASN pusat dan daerah sebesar Rp49,4 triliun, dengan realisasi Rp32,8 triliun.&#13;
&#13;
Sedangkan belanja non-K/L sebesar Rp127,9 triliun, atau 6,3% dari pagu, didukung oleh pembayaran manfaat pensiun, subsidi, dan kompensasi yang disalurkan sesuai jadwal.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Kemudian, dalam total belanja non-K/L sebesar Rp368,5 triliun, terdapat manfaat pensiun sebesar Rp82,7 triliun serta subsidi dan kompensasi sebesar Rp66,1 triliun yang dibayarkan dan disalurkan secara on track.&#13;
&#13;
Dalam APBN 2025, Menteri Keuangan Sri Mulyani merencanakan belanja negara senilai Rp3.621,3 triliun, yang terdiri dari belanja K/L sebesar Rp1.160,1 triliun, belanja non-K/L sebesar Rp1.541,4 triliun, serta Transfer ke Daerah (TKD) sebesar Rp919,9 triliun.&#13;
&#13;
&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat realisasi belanja pemerintah pusat (BPP) mencapai Rp694,2 triliun dari total belanja negara Rp3.621,3 triliun sampai dengan Mei 2025.&#13;
&#13;
Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara mengatakan belanja pemerintah pusat mencapai angka tersebut karena terjadi percepatan belanja barang dan belanja modal dibandingkan bulan-bulan sebelumnya.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Mungkin bulan-bulan lalu saya menyampaikan, ada bulan-bulan di mana terjadi percepatan belanja perlindungan sosial atau bansos. Jadi, setiap bulan gerak APBN itu amat tergantung pada jenis belanja,&amp;rdquo; ungkap Suahasil dalam Konferensi Pers APBN KiTa Edisi Juni 2025, Selasa (17/6/2025).&#13;
&#13;
Untuk belanja dari K/L mencapai Rp325,7 triliun atau 28,1% dari pagu, dipengaruhi oleh belanja pegawai ASN/TNI/Polri yang tetap dibayarkan dan penyaluran berbagai program bansos yang tetap disalurkan sesuai jadwal.&#13;
&#13;
Dalam belanja K/L, terdapat belanja pegawai sebesar Rp123,9 triliun atau 5,3%, belanja bansos sebesar Rp48,8 triliun, belanja modal sebesar Rp55,6 triliun, dan belanja barang sebesar Rp97,4 triliun.&#13;
&#13;
Adapun alokasi gaji ke-13 bagi ASN pusat dan daerah sebesar Rp49,4 triliun, dengan realisasi Rp32,8 triliun.&#13;
&#13;
Sedangkan belanja non-K/L sebesar Rp127,9 triliun, atau 6,3% dari pagu, didukung oleh pembayaran manfaat pensiun, subsidi, dan kompensasi yang disalurkan sesuai jadwal.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Kemudian, dalam total belanja non-K/L sebesar Rp368,5 triliun, terdapat manfaat pensiun sebesar Rp82,7 triliun serta subsidi dan kompensasi sebesar Rp66,1 triliun yang dibayarkan dan disalurkan secara on track.&#13;
&#13;
Dalam APBN 2025, Menteri Keuangan Sri Mulyani merencanakan belanja negara senilai Rp3.621,3 triliun, yang terdiri dari belanja K/L sebesar Rp1.160,1 triliun, belanja non-K/L sebesar Rp1.541,4 triliun, serta Transfer ke Daerah (TKD) sebesar Rp919,9 triliun.&#13;
&#13;
&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
