<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Hotel di Jakarta Dapat Keringanan Pajak Dampak Efisiensi Anggaran Pemerintah&amp;nbsp;</title><description> Pemprov DKI Jakarta memberikan stimulus berupa keringanan pajak perhotelan di Jakarta. &#13;
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2025/06/17/470/3148022/hotel-di-jakarta-dapat-keringanan-pajak-dampak-efisiensi-anggaran-pemerintah-nbsp</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2025/06/17/470/3148022/hotel-di-jakarta-dapat-keringanan-pajak-dampak-efisiensi-anggaran-pemerintah-nbsp"/><item><title>Hotel di Jakarta Dapat Keringanan Pajak Dampak Efisiensi Anggaran Pemerintah&amp;nbsp;</title><link>https://economy.okezone.com/read/2025/06/17/470/3148022/hotel-di-jakarta-dapat-keringanan-pajak-dampak-efisiensi-anggaran-pemerintah-nbsp</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2025/06/17/470/3148022/hotel-di-jakarta-dapat-keringanan-pajak-dampak-efisiensi-anggaran-pemerintah-nbsp</guid><pubDate>Selasa 17 Juni 2025 12:06 WIB</pubDate><dc:creator>Muhammad Refi Sandi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/06/17/470/3148022/wagub_rano_karno-kxdp_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Wagub Rano Karno soal Hotel di Jakarta (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/06/17/470/3148022/wagub_rano_karno-kxdp_large.jpg</image><title>Wagub Rano Karno soal Hotel di Jakarta (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - &amp;nbsp;Pemprov DKI Jakarta memberikan stimulus berupa keringanan pajak untuk industri&amp;nbsp;perhotelan di Jakarta.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Wakil Gubernur (Wagub) DKI Jakarta, Rano Karno mengakui kondisi perhotelan di Jakarta sedang terganggu perihal pemasukan.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kemudian kita juga memberikan stimulus kepada dunia perhotelan yang sekarang jujur gak usah kita tutupi sedang terganggu,&amp;quot; ujar Rano kepada wartawan di TMP Kalibata, Jakarta Selatan, Selasa (17/6/2025).&#13;
&#13;
&amp;quot;Bahkan mungkin dalam minggu ini kita akan memberikan stimulus untuk peringanan pajak untuk hotel,&amp;quot; tambahnya.&#13;
&#13;
1. Tingkatkan Kunjungan&#13;
&#13;
Bang Doel sapaan karibnya itu menyebut Jakarta juga setiap pekan mulai membuat kegiatan untuk meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan. Ia berharap hal itu dapat meningkatkan kunjungan ke hotel-hotel di Jakarta.&#13;
&#13;
&amp;quot;Nah itulah makanya. Dan kenapa Jakarta setiap Minggu membuat atraksi, membuat event dalam rangka untuk meningkatkan jumlah kunjungan. Nah kalau jumlah kunjungan meningkat, kita berharap mereka akan stay di hotel-hotel sekitar. Jadi itulah langkah-langkah yang kita lakukan,&amp;quot; ucapnya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
2. Alami Tekanan&#13;
&#13;
Sebelumnya, Sekretaris Jenderal Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), Maulana Yusran mengatakan kondisi industri perhotelan belakangan tengah mengalami tekanan imbas efisiensi anggaran yang dilakukan Pemerintah.&#13;
&#13;
Maulana Yusran menjelaskan pendapatan hotel sendiri sekitar 40-60% bersumber dari belanja Pemerintah.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Bahkan, porsi tersebut bisa lebih besar terutama di luar pulau Jawa atau di daerah yang tidak mengandalkan pariwisata seperti di Bali.&#13;
&#13;
&amp;quot;Sebenarnya memang yang terjadi itu kegiatan pemerintah menjadi dominasi revenue -nya di hotel, jadi kalau bisa saya katakan sekitar 40%-60% kontribusinya terhadap revenue dari hotel,&amp;quot; ujarnya saat dihubungi.&#13;
&#13;
Maulana Yusron menjelaskan, bukan soal industri hotel mengandalkan atau mengejar pasar pemerintah. Tapi justru Pemerintah yang awalnya mendorong industri perhotelan untuk meningkatkan investasinya di sektor pariwisata.&#13;
&#13;
&amp;quot;Sebenarnya hotel itu bukan mau mengejar pasar pemerintah, tapi pemerintah yang meminta untuk para pelaku usaha mengikuti program mereka,&amp;quot; sambungnya.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - &amp;nbsp;Pemprov DKI Jakarta memberikan stimulus berupa keringanan pajak untuk industri&amp;nbsp;perhotelan di Jakarta.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Wakil Gubernur (Wagub) DKI Jakarta, Rano Karno mengakui kondisi perhotelan di Jakarta sedang terganggu perihal pemasukan.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kemudian kita juga memberikan stimulus kepada dunia perhotelan yang sekarang jujur gak usah kita tutupi sedang terganggu,&amp;quot; ujar Rano kepada wartawan di TMP Kalibata, Jakarta Selatan, Selasa (17/6/2025).&#13;
&#13;
&amp;quot;Bahkan mungkin dalam minggu ini kita akan memberikan stimulus untuk peringanan pajak untuk hotel,&amp;quot; tambahnya.&#13;
&#13;
1. Tingkatkan Kunjungan&#13;
&#13;
Bang Doel sapaan karibnya itu menyebut Jakarta juga setiap pekan mulai membuat kegiatan untuk meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan. Ia berharap hal itu dapat meningkatkan kunjungan ke hotel-hotel di Jakarta.&#13;
&#13;
&amp;quot;Nah itulah makanya. Dan kenapa Jakarta setiap Minggu membuat atraksi, membuat event dalam rangka untuk meningkatkan jumlah kunjungan. Nah kalau jumlah kunjungan meningkat, kita berharap mereka akan stay di hotel-hotel sekitar. Jadi itulah langkah-langkah yang kita lakukan,&amp;quot; ucapnya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
2. Alami Tekanan&#13;
&#13;
Sebelumnya, Sekretaris Jenderal Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), Maulana Yusran mengatakan kondisi industri perhotelan belakangan tengah mengalami tekanan imbas efisiensi anggaran yang dilakukan Pemerintah.&#13;
&#13;
Maulana Yusran menjelaskan pendapatan hotel sendiri sekitar 40-60% bersumber dari belanja Pemerintah.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Bahkan, porsi tersebut bisa lebih besar terutama di luar pulau Jawa atau di daerah yang tidak mengandalkan pariwisata seperti di Bali.&#13;
&#13;
&amp;quot;Sebenarnya memang yang terjadi itu kegiatan pemerintah menjadi dominasi revenue -nya di hotel, jadi kalau bisa saya katakan sekitar 40%-60% kontribusinya terhadap revenue dari hotel,&amp;quot; ujarnya saat dihubungi.&#13;
&#13;
Maulana Yusron menjelaskan, bukan soal industri hotel mengandalkan atau mengejar pasar pemerintah. Tapi justru Pemerintah yang awalnya mendorong industri perhotelan untuk meningkatkan investasinya di sektor pariwisata.&#13;
&#13;
&amp;quot;Sebenarnya hotel itu bukan mau mengejar pasar pemerintah, tapi pemerintah yang meminta untuk para pelaku usaha mengikuti program mereka,&amp;quot; sambungnya.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
