<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Tol Semarang-Demak Terintegrasi Giant Sea Wall, Beban Pantura Berkurang</title><description>Jalan Tol Semarang-Demakakan bakal terintegrasi dengan Tanggul Laut Raksasa/Giant Sea Wall&#13;
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2025/06/18/320/3148180/tol-semarang-demak-terintegrasi-giant-sea-wall-beban-pantura-berkurang</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2025/06/18/320/3148180/tol-semarang-demak-terintegrasi-giant-sea-wall-beban-pantura-berkurang"/><item><title>Tol Semarang-Demak Terintegrasi Giant Sea Wall, Beban Pantura Berkurang</title><link>https://economy.okezone.com/read/2025/06/18/320/3148180/tol-semarang-demak-terintegrasi-giant-sea-wall-beban-pantura-berkurang</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2025/06/18/320/3148180/tol-semarang-demak-terintegrasi-giant-sea-wall-beban-pantura-berkurang</guid><pubDate>Rabu 18 Juni 2025 01:05 WIB</pubDate><dc:creator>Feby Novalius</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/06/17/320/3148180/tol-UWJZ_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Pembangunan Jalan Tol Semarang-Demak yang terintegrasi dengan tanggul laut. (Foto: Okezone.com)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/06/17/320/3148180/tol-UWJZ_large.jpg</image><title>Pembangunan Jalan Tol Semarang-Demak yang terintegrasi dengan tanggul laut. (Foto: Okezone.com)</title></images><description>JAKARTA - Jalan Tol Semarang-Demak akan bakal terintegrasi dengan Tanggul Laut Raksasa/Giant Sea Wall. Proyek ini akan menanggulangi rob yang kerap terjadi di Semarang dan sekitarnya serta kawasan industri Terboyo.&#13;
&#13;
Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo mengatakan, pembangunan Jalan Tol Semarang-Demak yang terintegrasi dengan tanggul laut diharapkan menjadi solusi permanen permasalahan banjir rob di kawasan Semarang, khususnya pada Jalur Pantura Semarang-Demak.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Jalan tol ini mengurangi beban lalu lintas di Jalan Pantura Jawa yang sudah sangat padat dan sering mengalami kemacetan,&amp;rdquo; katanya, dikutip dari Antara, di Jakarta, Selasa (17/6/2025).&#13;
&#13;
Kementerian Pekerjaan Umum bersama Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) terus mempercepat penyelesaian pembangunan Jalan Tol Semarang-Demak Seksi 1 Kaligawe - Sayung sepanjang 10,64 km. Tol Semarang &amp;ndash; Demak Seksi 1 Kaligawe-Sayung dibangun di atas laut dengan progres fisik secara keseluruhan mencapai 44,26% (per 12 Juni 2025).&#13;
&#13;
Pembangunan ruas tol ini terbagi menjadi 3 paket pekerjaan, yakni Paket 1 A dengan penyedia jasa Hutama Karya (HK) dan Beijing Urban Construction Group (BUCG) dengan progres fisik 65,92%, Paket 1B dikerjakan Pembangunan Perumahan (PP), Wijaya Karya (WIKA) dan China Road and Bridge Corporation (CRBC) dengan progres 42,97% serta Paket 1C oleh Adhi Karya - Sinohydro dengan progres 22,77%.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Secara keseluruhan, Tol Semarang - Demak memiliki total panjang 26,95 km yang dibangun dalam 2 seksi yakni Seksi 1 Kaligawe - Sayung sepanjang 10,64 km yang berada di atas laut dan Seksi 2 ruas Sayung - Demak sepanjang 16,31 km yang berada di daratan dan telah beroperasi sejak 25 Februari 2023.&#13;
&#13;
Di samping pembangunan jalan tol terintegrasi tanggul laut, Kementerian PU dalam mendukung penanganan rob di Kota Semarang juga membangun sistem pengendali banjir Tenggang-Sringin Tahap 1.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Jalan Tol Semarang-Demak akan bakal terintegrasi dengan Tanggul Laut Raksasa/Giant Sea Wall. Proyek ini akan menanggulangi rob yang kerap terjadi di Semarang dan sekitarnya serta kawasan industri Terboyo.&#13;
&#13;
Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo mengatakan, pembangunan Jalan Tol Semarang-Demak yang terintegrasi dengan tanggul laut diharapkan menjadi solusi permanen permasalahan banjir rob di kawasan Semarang, khususnya pada Jalur Pantura Semarang-Demak.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Jalan tol ini mengurangi beban lalu lintas di Jalan Pantura Jawa yang sudah sangat padat dan sering mengalami kemacetan,&amp;rdquo; katanya, dikutip dari Antara, di Jakarta, Selasa (17/6/2025).&#13;
&#13;
Kementerian Pekerjaan Umum bersama Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) terus mempercepat penyelesaian pembangunan Jalan Tol Semarang-Demak Seksi 1 Kaligawe - Sayung sepanjang 10,64 km. Tol Semarang &amp;ndash; Demak Seksi 1 Kaligawe-Sayung dibangun di atas laut dengan progres fisik secara keseluruhan mencapai 44,26% (per 12 Juni 2025).&#13;
&#13;
Pembangunan ruas tol ini terbagi menjadi 3 paket pekerjaan, yakni Paket 1 A dengan penyedia jasa Hutama Karya (HK) dan Beijing Urban Construction Group (BUCG) dengan progres fisik 65,92%, Paket 1B dikerjakan Pembangunan Perumahan (PP), Wijaya Karya (WIKA) dan China Road and Bridge Corporation (CRBC) dengan progres 42,97% serta Paket 1C oleh Adhi Karya - Sinohydro dengan progres 22,77%.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Secara keseluruhan, Tol Semarang - Demak memiliki total panjang 26,95 km yang dibangun dalam 2 seksi yakni Seksi 1 Kaligawe - Sayung sepanjang 10,64 km yang berada di atas laut dan Seksi 2 ruas Sayung - Demak sepanjang 16,31 km yang berada di daratan dan telah beroperasi sejak 25 Februari 2023.&#13;
&#13;
Di samping pembangunan jalan tol terintegrasi tanggul laut, Kementerian PU dalam mendukung penanganan rob di Kota Semarang juga membangun sistem pengendali banjir Tenggang-Sringin Tahap 1.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
