<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>BI Tahan Suku Bunga Acuan 5,50%</title><description>Bank Indonesia (BI) kembali mempertahankan suku bunga acuan atau BI Rate di level 5,50%&#13;
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2025/06/18/320/3148344/bi-tahan-suku-bunga-acuan-5-50</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2025/06/18/320/3148344/bi-tahan-suku-bunga-acuan-5-50"/><item><title>BI Tahan Suku Bunga Acuan 5,50%</title><link>https://economy.okezone.com/read/2025/06/18/320/3148344/bi-tahan-suku-bunga-acuan-5-50</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2025/06/18/320/3148344/bi-tahan-suku-bunga-acuan-5-50</guid><pubDate>Rabu 18 Juni 2025 14:43 WIB</pubDate><dc:creator>Anggie Ariesta</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/06/18/320/3148344/gubernur_bi-qFtP_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Bank Indonesia (BI) kembali mempertahankan suku bunga acuan atau BI Rate di level 5,50%. (Foto: Okezone.com/Youtube)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/06/18/320/3148344/gubernur_bi-qFtP_large.jpg</image><title>Bank Indonesia (BI) kembali mempertahankan suku bunga acuan atau BI Rate di level 5,50%. (Foto: Okezone.com/Youtube)</title></images><description>JAKARTA - Bank Indonesia (BI) kembali mempertahankan suku bunga acuan atau BI Rate di level 5,50%. Keputusan ini ditetapkan usai Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (RDG BI) yang berlangsung pada 17-18 Juni 2025.&#13;
&#13;
Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan, keputusan ini sejalan dengan prakiraan inflasi tahun 2025 dan 2026 dalam sasaran 2,5 &amp;plusmn; 1%.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia pada tanggal 17 dan 18 Juni 2025 memutuskan untuk mempertahankan BI Rate sebesar 5,50%,&amp;rdquo; kata Perry dalam pengumuman hasil RDG BI periode Juni 2025 secara virtual, Rabu (18/6/2025).&#13;
&#13;
Adapun suku bunga Deposit Facility juga tetap pada 4,75% dan suku bunga Lending Facility sebesar 6,25%.&#13;
&#13;
Langkah BI ini juga konsisten dengan perkiraan inflasi yang masih terkendali. Di sisi lain, nilai tukar rupiah terhadap dolar juga masih terjaga.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Keputusan ini konsisten dengan upaya menjaga perkiraan inflasi 2025-2026 yang rendah dan tetap terkendali,&amp;rdquo; ujar Perry.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Adapun kestabilan nilai tukar rupiah, kata Perry, sesuai dengan fundamental di tengah ketidakpastian pasar global yang masih tinggi, serta perlunya untuk turut mendorong pertumbuhan ekonomi.&#13;
&#13;
&amp;quot;Ke depan Bank Indonesia akan terus mencermati ruang penurunan BI Rate guna mendorong pertumbuhan ekonomi dengan tetap mempertahankan inflasi sesuai dengan sasarannya dan stabilitas nilai tukar sesuai dengan fundamentalnya,&amp;quot; jelas Perry.&#13;
&#13;
&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Bank Indonesia (BI) kembali mempertahankan suku bunga acuan atau BI Rate di level 5,50%. Keputusan ini ditetapkan usai Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (RDG BI) yang berlangsung pada 17-18 Juni 2025.&#13;
&#13;
Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan, keputusan ini sejalan dengan prakiraan inflasi tahun 2025 dan 2026 dalam sasaran 2,5 &amp;plusmn; 1%.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia pada tanggal 17 dan 18 Juni 2025 memutuskan untuk mempertahankan BI Rate sebesar 5,50%,&amp;rdquo; kata Perry dalam pengumuman hasil RDG BI periode Juni 2025 secara virtual, Rabu (18/6/2025).&#13;
&#13;
Adapun suku bunga Deposit Facility juga tetap pada 4,75% dan suku bunga Lending Facility sebesar 6,25%.&#13;
&#13;
Langkah BI ini juga konsisten dengan perkiraan inflasi yang masih terkendali. Di sisi lain, nilai tukar rupiah terhadap dolar juga masih terjaga.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Keputusan ini konsisten dengan upaya menjaga perkiraan inflasi 2025-2026 yang rendah dan tetap terkendali,&amp;rdquo; ujar Perry.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Adapun kestabilan nilai tukar rupiah, kata Perry, sesuai dengan fundamental di tengah ketidakpastian pasar global yang masih tinggi, serta perlunya untuk turut mendorong pertumbuhan ekonomi.&#13;
&#13;
&amp;quot;Ke depan Bank Indonesia akan terus mencermati ruang penurunan BI Rate guna mendorong pertumbuhan ekonomi dengan tetap mempertahankan inflasi sesuai dengan sasarannya dan stabilitas nilai tukar sesuai dengan fundamentalnya,&amp;quot; jelas Perry.&#13;
&#13;
&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
