<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Penjualan Listrik Tembus 306 TWh, PLN Setor Rp65 Triliun ke Negara</title><description>PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) menyetor lebih dari Rp65 triliun kepada negara sepanjang 2024&#13;
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2025/06/21/320/3149076/penjualan-listrik-tembus-306-twh-pln-setor-rp65-triliun-ke-negara</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2025/06/21/320/3149076/penjualan-listrik-tembus-306-twh-pln-setor-rp65-triliun-ke-negara"/><item><title>Penjualan Listrik Tembus 306 TWh, PLN Setor Rp65 Triliun ke Negara</title><link>https://economy.okezone.com/read/2025/06/21/320/3149076/penjualan-listrik-tembus-306-twh-pln-setor-rp65-triliun-ke-negara</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2025/06/21/320/3149076/penjualan-listrik-tembus-306-twh-pln-setor-rp65-triliun-ke-negara</guid><pubDate>Sabtu 21 Juni 2025 00:05 WIB</pubDate><dc:creator>Feby Novalius</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/06/20/320/3149076/listrik-HhmV_large.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) menyetor lebih dari Rp65 triliun kepada negara. (Foto: Okezone.com/PLN)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/06/20/320/3149076/listrik-HhmV_large.jpeg</image><title>PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) menyetor lebih dari Rp65 triliun kepada negara. (Foto: Okezone.com/PLN)</title></images><description>JAKARTA &amp;mdash; PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) menyetor lebih dari Rp65 triliun kepada negara sepanjang 2024. Capaian tersebut dinilai menjadi bukti nyata efisiensi dan keberhasilan transformasi bisnis yang dijalankan secara konsisten sejak 2020.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Angka tersebut yang meningkat 18% dibandingkan 2023 tersebut mencerminkan kinerja positif yang berkelanjutan. Hal itu bukan capaian yang datang begitu saja, melainkan hasil dari perencanaan dan pelaksanaan strategi bisnis yang solid,&amp;rdquo; ujar Direktur Pusat Studi Kebijakan Publik, Sofyano Zakaria, Jumat (20/6/2025).&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Menurut Sofyano, peningkatan setoran PLN menunjukkan peran perusahaan sebagai BUMN strategis yang terus memperkuat kontribusi terhadap ketahanan fiskal dan pembangunan nasional.&#13;
&#13;
&amp;quot;Dengan berbagai kontribusi dan dukungannya, PLN memainkan peran penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan pendapatan negara, menjadikannya salah satu pendorong fiskal yang strategis,&amp;quot; ujar Sofyano.&#13;
&#13;
Dari sisi operasional, PLN berhasil mencatatkan penjualan tenaga listrik sebesar 306 terawatt hour (TWh) sepanjang tahun 2024.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Penjualan tersebut membuktikan bahwa PLN tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan energi masyarakat, tetapi juga mendorong kemandirian energi melalui optimalisasi sumber daya domestik, perluasan jaringan, serta efisiensi sistem kelistrikan,&amp;rdquo; jelasnya.&#13;
&#13;
Realisasi penjualan tersebut tumbuh sekitar 6% dibandingkan 2023 dan bahkan melampaui target pemerintah hampir 300 TWh atau 102% dari target yang ditetapkan.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Pencapaian tersebut tidak hanya menunjukkan keberhasilan korporasi dalam aspek operasional, tetapi juga arah yang jelas dalam memperkuat kemandirian energi nasional, sebagaimana diamanatkan dalam Asta Cita Presiden Prabowo Subianto,&amp;rdquo; tambahnya.&#13;
&#13;
Transformasi bisnis PLN, lanjutnya, terbukti efektif melalui modernisasi teknologi, digitalisasi layanan, serta perencanaan infrastruktur berbasis data dan analitik.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Semua ini tidak lepas dari kepemimpinan Direktur Utama PLN yang memiliki kapabilitas tinggi dalam mengelola perubahan,&amp;rdquo; tegasnya.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA &amp;mdash; PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) menyetor lebih dari Rp65 triliun kepada negara sepanjang 2024. Capaian tersebut dinilai menjadi bukti nyata efisiensi dan keberhasilan transformasi bisnis yang dijalankan secara konsisten sejak 2020.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Angka tersebut yang meningkat 18% dibandingkan 2023 tersebut mencerminkan kinerja positif yang berkelanjutan. Hal itu bukan capaian yang datang begitu saja, melainkan hasil dari perencanaan dan pelaksanaan strategi bisnis yang solid,&amp;rdquo; ujar Direktur Pusat Studi Kebijakan Publik, Sofyano Zakaria, Jumat (20/6/2025).&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Menurut Sofyano, peningkatan setoran PLN menunjukkan peran perusahaan sebagai BUMN strategis yang terus memperkuat kontribusi terhadap ketahanan fiskal dan pembangunan nasional.&#13;
&#13;
&amp;quot;Dengan berbagai kontribusi dan dukungannya, PLN memainkan peran penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan pendapatan negara, menjadikannya salah satu pendorong fiskal yang strategis,&amp;quot; ujar Sofyano.&#13;
&#13;
Dari sisi operasional, PLN berhasil mencatatkan penjualan tenaga listrik sebesar 306 terawatt hour (TWh) sepanjang tahun 2024.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Penjualan tersebut membuktikan bahwa PLN tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan energi masyarakat, tetapi juga mendorong kemandirian energi melalui optimalisasi sumber daya domestik, perluasan jaringan, serta efisiensi sistem kelistrikan,&amp;rdquo; jelasnya.&#13;
&#13;
Realisasi penjualan tersebut tumbuh sekitar 6% dibandingkan 2023 dan bahkan melampaui target pemerintah hampir 300 TWh atau 102% dari target yang ditetapkan.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Pencapaian tersebut tidak hanya menunjukkan keberhasilan korporasi dalam aspek operasional, tetapi juga arah yang jelas dalam memperkuat kemandirian energi nasional, sebagaimana diamanatkan dalam Asta Cita Presiden Prabowo Subianto,&amp;rdquo; tambahnya.&#13;
&#13;
Transformasi bisnis PLN, lanjutnya, terbukti efektif melalui modernisasi teknologi, digitalisasi layanan, serta perencanaan infrastruktur berbasis data dan analitik.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Semua ini tidak lepas dari kepemimpinan Direktur Utama PLN yang memiliki kapabilitas tinggi dalam mengelola perubahan,&amp;rdquo; tegasnya.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
