<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Daftar 14 Perusahaan IPO di BEI, 8 Beraset Jumbo</title><description>Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat 14 perusahaan dalam proses pencatatan saham atau Initial Public Offering (IPO).&#13;
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2025/06/23/278/3149651/daftar-14-perusahaan-ipo-di-bei-8-beraset-jumbo</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2025/06/23/278/3149651/daftar-14-perusahaan-ipo-di-bei-8-beraset-jumbo"/><item><title>Daftar 14 Perusahaan IPO di BEI, 8 Beraset Jumbo</title><link>https://economy.okezone.com/read/2025/06/23/278/3149651/daftar-14-perusahaan-ipo-di-bei-8-beraset-jumbo</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2025/06/23/278/3149651/daftar-14-perusahaan-ipo-di-bei-8-beraset-jumbo</guid><pubDate>Senin 23 Juni 2025 17:13 WIB</pubDate><dc:creator>Dinar Fitra Maghiszha</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/06/23/278/3149651/bei-fpwP_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Daftar 14 Perusahaan IPO di BEI. (Foto: Okezone.com/IDX Channel)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/06/23/278/3149651/bei-fpwP_large.jpg</image><title>Daftar 14 Perusahaan IPO di BEI. (Foto: Okezone.com/IDX Channel)</title></images><description>JAKARTA - Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat 14 perusahaan dalam proses pencatatan saham atau Initial Public Offering (IPO). Dari jumlah tersebut, delapan di antaranya tergolong sebagai perusahaan dengan aset skala besar.&#13;
&#13;
&amp;quot;Per 20 Juni 2025, telah ada 14 perusahaan yang berhasil mencatatkan saham di BEI dengan total dana yang dihimpun mencapai Rp7,01 triliun,&amp;quot; tulis BEI dalam pengumuman, Senin (23/6).&#13;
&#13;
Berdasarkan klasifikasi aset sesuai dengan Peraturan OJK Nomor 53/POJK.04/2017, terdapat 1 perusahaan skala kecil, 5 perusahaan skala menengah, dan 8 perusahaan skala besar dalam daftar tersebut.&#13;
&#13;
Perusahaan skala besar dalam pipeline ini merupakan calon emiten yang memiliki total aset di atas Rp250 miliar.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Sementara perusahaan skala menengah memiliki aset antara Rp50 miliar hingga Rp250 miliar, dan skala kecil di bawah Rp50 miliar.&#13;
&#13;
Dari sisi sektoral, perusahaan dalam pipeline berasal dari beragam industri. BEI merinci, dua perusahaan berasal dari sektor basic materials, satu dari sektor consumer siklikal, dua dari consumer non-siklikal, satu dari sektor energi, serta tiga dari sektor keuangan.&#13;
&#13;
Sementara itu, sektor kesehatan menyumbang dua calon emiten, dan sektor transportasi serta logistik mencatatkan tiga perusahaan&#13;
&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat 14 perusahaan dalam proses pencatatan saham atau Initial Public Offering (IPO). Dari jumlah tersebut, delapan di antaranya tergolong sebagai perusahaan dengan aset skala besar.&#13;
&#13;
&amp;quot;Per 20 Juni 2025, telah ada 14 perusahaan yang berhasil mencatatkan saham di BEI dengan total dana yang dihimpun mencapai Rp7,01 triliun,&amp;quot; tulis BEI dalam pengumuman, Senin (23/6).&#13;
&#13;
Berdasarkan klasifikasi aset sesuai dengan Peraturan OJK Nomor 53/POJK.04/2017, terdapat 1 perusahaan skala kecil, 5 perusahaan skala menengah, dan 8 perusahaan skala besar dalam daftar tersebut.&#13;
&#13;
Perusahaan skala besar dalam pipeline ini merupakan calon emiten yang memiliki total aset di atas Rp250 miliar.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Sementara perusahaan skala menengah memiliki aset antara Rp50 miliar hingga Rp250 miliar, dan skala kecil di bawah Rp50 miliar.&#13;
&#13;
Dari sisi sektoral, perusahaan dalam pipeline berasal dari beragam industri. BEI merinci, dua perusahaan berasal dari sektor basic materials, satu dari sektor consumer siklikal, dua dari consumer non-siklikal, satu dari sektor energi, serta tiga dari sektor keuangan.&#13;
&#13;
Sementara itu, sektor kesehatan menyumbang dua calon emiten, dan sektor transportasi serta logistik mencatatkan tiga perusahaan&#13;
&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
