<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Uang Beredar di Indonesia Naik Tembus Rp9.406,6 Triliun pada Mei 2025&amp;nbsp;</title><description>BI) mencatat likuiditas perekonomian atau uang beredar dalam arti luas (M2) mencatat pertumbuhan positif pada Mei 2025.&#13;
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2025/06/23/320/3149553/uang-beredar-di-indonesia-naik-tembus-rp9-406-6-triliun-pada-mei-2025-nbsp</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2025/06/23/320/3149553/uang-beredar-di-indonesia-naik-tembus-rp9-406-6-triliun-pada-mei-2025-nbsp"/><item><title>Uang Beredar di Indonesia Naik Tembus Rp9.406,6 Triliun pada Mei 2025&amp;nbsp;</title><link>https://economy.okezone.com/read/2025/06/23/320/3149553/uang-beredar-di-indonesia-naik-tembus-rp9-406-6-triliun-pada-mei-2025-nbsp</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2025/06/23/320/3149553/uang-beredar-di-indonesia-naik-tembus-rp9-406-6-triliun-pada-mei-2025-nbsp</guid><pubDate>Senin 23 Juni 2025 12:54 WIB</pubDate><dc:creator>Anggie Ariesta</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/06/23/320/3149553/uang-0JoI_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Uang Beredar (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/06/23/320/3149553/uang-0JoI_large.jpg</image><title>Uang Beredar (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Bank Indonesia (BI) mencatat likuiditas perekonomian atau uang beredar dalam arti luas (M2) mencatat pertumbuhan positif pada Mei 2025.&#13;
&#13;
Posisi M2 pada Mei 2025 tercatat sebesar Rp9.406,6 triliun atau tumbuh sebesar 4,9 persen (yoy), setelah pada bulan sebelumnya sebesar 5,2 persen (yoy).&#13;
&#13;
&amp;quot;Perkembangan M2 pada Mei 2025 terutama dipengaruhi oleh perkembangan penyaluran kredit dan tagihan bersih kepada Pemerintah Pusat (Pempus),&amp;quot; ujar Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso dalam keterangan resmi, Senin (23/6/2025).&#13;
&#13;
1. Dipengaruhi Penyaluran Kredit&#13;
&#13;
Ramdan menjelaskan perkembangan M2 pada Mei 2025 terutama dipengaruhi oleh perkembangan penyaluran kredit dan aktiva luar negeri bersih.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Penyaluran kredit pada Mei 2025 tumbuh sebesar 8,1 persen (yoy), setelah pada bulan sebelumnya tumbuh sebesar 8,5 persen (yoy),&amp;quot; ungkapnya.&#13;
&#13;
Kredit tersebut yang diberikan hanya dalam bentuk Pinjaman (Loans), dan tidak termasuk instrumen keuangan yang dipersamakan dengan pinjaman, seperti surat berharga (Debt Securities), tagihan akseptasi (Banker&amp;#39;s Acceptances), dan Tagihan Repo.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Selain itu, kredit yang diberikan tidak termasuk kredit yang diberikan oleh kantor Bank Umum yang berkedudukan di Luar Negeri, dan kredit yang disalurkan kepada Pemerintah Pusat dan Bukan Penduduk.&#13;
&#13;
2. Tagihan ke Pemerintah&#13;
&#13;
Tagihan bersih kepada Pemerintah pusat terkontraksi sebesar 25,7 persen (yoy), setelah pada bulan sebelumnya kontraksi sebesar 21 persen (yoy).&#13;
&#13;
Untuk aktiva luar negeri bersih tumbuh sebesar 3,9 persen (yoy), lebih rendah dibandingkan pertumbuhan bulan sebelumnya sebesar 3,6 persen (yoy).&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Bank Indonesia (BI) mencatat likuiditas perekonomian atau uang beredar dalam arti luas (M2) mencatat pertumbuhan positif pada Mei 2025.&#13;
&#13;
Posisi M2 pada Mei 2025 tercatat sebesar Rp9.406,6 triliun atau tumbuh sebesar 4,9 persen (yoy), setelah pada bulan sebelumnya sebesar 5,2 persen (yoy).&#13;
&#13;
&amp;quot;Perkembangan M2 pada Mei 2025 terutama dipengaruhi oleh perkembangan penyaluran kredit dan tagihan bersih kepada Pemerintah Pusat (Pempus),&amp;quot; ujar Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso dalam keterangan resmi, Senin (23/6/2025).&#13;
&#13;
1. Dipengaruhi Penyaluran Kredit&#13;
&#13;
Ramdan menjelaskan perkembangan M2 pada Mei 2025 terutama dipengaruhi oleh perkembangan penyaluran kredit dan aktiva luar negeri bersih.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Penyaluran kredit pada Mei 2025 tumbuh sebesar 8,1 persen (yoy), setelah pada bulan sebelumnya tumbuh sebesar 8,5 persen (yoy),&amp;quot; ungkapnya.&#13;
&#13;
Kredit tersebut yang diberikan hanya dalam bentuk Pinjaman (Loans), dan tidak termasuk instrumen keuangan yang dipersamakan dengan pinjaman, seperti surat berharga (Debt Securities), tagihan akseptasi (Banker&amp;#39;s Acceptances), dan Tagihan Repo.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Selain itu, kredit yang diberikan tidak termasuk kredit yang diberikan oleh kantor Bank Umum yang berkedudukan di Luar Negeri, dan kredit yang disalurkan kepada Pemerintah Pusat dan Bukan Penduduk.&#13;
&#13;
2. Tagihan ke Pemerintah&#13;
&#13;
Tagihan bersih kepada Pemerintah pusat terkontraksi sebesar 25,7 persen (yoy), setelah pada bulan sebelumnya kontraksi sebesar 21 persen (yoy).&#13;
&#13;
Untuk aktiva luar negeri bersih tumbuh sebesar 3,9 persen (yoy), lebih rendah dibandingkan pertumbuhan bulan sebelumnya sebesar 3,6 persen (yoy).&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
