<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>PM Anwar Ibrahim: Potensi Investasi RI-Malaysia Besar tapi Belum Optimal</title><description>Prabowo Subianto telah menerima kunjungan Perdana Menteri (PM) Malaysia Dato&amp;#39; Seri Anwar Ibrahim di Istana Merdeka.&#13;
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2025/06/27/320/3150902/pm-anwar-ibrahim-potensi-investasi-ri-malaysia-besar-tapi-belum-optimal</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2025/06/27/320/3150902/pm-anwar-ibrahim-potensi-investasi-ri-malaysia-besar-tapi-belum-optimal"/><item><title>PM Anwar Ibrahim: Potensi Investasi RI-Malaysia Besar tapi Belum Optimal</title><link>https://economy.okezone.com/read/2025/06/27/320/3150902/pm-anwar-ibrahim-potensi-investasi-ri-malaysia-besar-tapi-belum-optimal</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2025/06/27/320/3150902/pm-anwar-ibrahim-potensi-investasi-ri-malaysia-besar-tapi-belum-optimal</guid><pubDate>Jum'at 27 Juni 2025 19:48 WIB</pubDate><dc:creator>Riyan Rizki Roshali</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/06/27/320/3150902/presiden_prabowo_dan_pm_malaysia-XJN5_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Presiden Prabowo dan PM Malaysia (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/06/27/320/3150902/presiden_prabowo_dan_pm_malaysia-XJN5_large.jpg</image><title>Presiden Prabowo dan PM Malaysia (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto telah menerima kunjungan Perdana Menteri (PM) Malaysia Dato&amp;#39; Seri Anwar Ibrahim di Istana Merdeka, Jakarta pada hari ini, Jumat (27/6/2025). Pertemuan itu salah satunya membahas soal kerja sama Indonesia dan Malaysia.&#13;
&#13;
1. Miliki Tanggung Jawab&#13;
&#13;
Perdana Menteri (PM) Malaysia Dato&amp;#39; Seri Anwar Ibrahim mengatakan Malaysia dan Indonesia masing-masing memiliki tanggung jawab untuk mengangkat martabat negara, ekonomi, investasi, perdagangan, hingga pendidikan.&#13;
&#13;
&amp;quot;Untuk menjadikan hubungan ini agak significant dan special. Hubungan ini boleh mendekatkan dan menyelesaikan semua isu-isu yang berbangkit, termasuk isu maritim, isu sempadan,&amp;quot; ujar Anwar Ibrahim.&#13;
&#13;
Dia menjelaskan apabila masih buntu perundingan, dari segi hukum dan peraturan undang-undang.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Maka tidak ada halangan untuk kita segerakan kerja sama ekonomi. Termasuk yang disinggung tadi, joint development authority,&amp;quot; jelasnya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Dia menuturkan, persoalan itu masih membutuhkan waktu yang cukup lama untuk selesai secara tuntas. Bahkan bisa hingga dua dekade lagi.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Maka itu, lanjut dia waktu dimanfaatkan dengan optimal agar kedua negara bisa segera menuai hasil.&#13;
&#13;
2. Potensi Investasi&#13;
&#13;
Dia menambahkan Indonesia dan Malaysia sendiri juga merupakan negara yang sama-sama memiliki potensi investasi dan perdagangan yang besar. Namun, hasilnya belum bisa dirasakan dengan optimal.&#13;
&#13;
&amp;quot;Saya setuju dengan permintaan Presiden Prabowo agar diambil langkah-langkah yang munasabah, apa pun yang mungkin Untuk kita tingkatkan investasi negara. Dalam menghadapi isu-isu tarif dan isu-isu hubungan antarabangsa, kekuatan kita adalah kekuatan domestik, kekuatan bilateral, dan kekuatan ASEAN. Dan ini kita harus bina dengan semangat yang ada di kalangan pimpinan,&amp;quot; pungkasnya.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto telah menerima kunjungan Perdana Menteri (PM) Malaysia Dato&amp;#39; Seri Anwar Ibrahim di Istana Merdeka, Jakarta pada hari ini, Jumat (27/6/2025). Pertemuan itu salah satunya membahas soal kerja sama Indonesia dan Malaysia.&#13;
&#13;
1. Miliki Tanggung Jawab&#13;
&#13;
Perdana Menteri (PM) Malaysia Dato&amp;#39; Seri Anwar Ibrahim mengatakan Malaysia dan Indonesia masing-masing memiliki tanggung jawab untuk mengangkat martabat negara, ekonomi, investasi, perdagangan, hingga pendidikan.&#13;
&#13;
&amp;quot;Untuk menjadikan hubungan ini agak significant dan special. Hubungan ini boleh mendekatkan dan menyelesaikan semua isu-isu yang berbangkit, termasuk isu maritim, isu sempadan,&amp;quot; ujar Anwar Ibrahim.&#13;
&#13;
Dia menjelaskan apabila masih buntu perundingan, dari segi hukum dan peraturan undang-undang.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Maka tidak ada halangan untuk kita segerakan kerja sama ekonomi. Termasuk yang disinggung tadi, joint development authority,&amp;quot; jelasnya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Dia menuturkan, persoalan itu masih membutuhkan waktu yang cukup lama untuk selesai secara tuntas. Bahkan bisa hingga dua dekade lagi.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Maka itu, lanjut dia waktu dimanfaatkan dengan optimal agar kedua negara bisa segera menuai hasil.&#13;
&#13;
2. Potensi Investasi&#13;
&#13;
Dia menambahkan Indonesia dan Malaysia sendiri juga merupakan negara yang sama-sama memiliki potensi investasi dan perdagangan yang besar. Namun, hasilnya belum bisa dirasakan dengan optimal.&#13;
&#13;
&amp;quot;Saya setuju dengan permintaan Presiden Prabowo agar diambil langkah-langkah yang munasabah, apa pun yang mungkin Untuk kita tingkatkan investasi negara. Dalam menghadapi isu-isu tarif dan isu-isu hubungan antarabangsa, kekuatan kita adalah kekuatan domestik, kekuatan bilateral, dan kekuatan ASEAN. Dan ini kita harus bina dengan semangat yang ada di kalangan pimpinan,&amp;quot; pungkasnya.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
