<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>MNC Asia Holding Raih Pendapatan Rp15,23 Triliun pada 2024</title><description>MNC Asia Holding Tbk (BHIT) mencatatkan kinerja keuangan yang solid sepanjang tahun buku 2024. &#13;
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2025/06/30/278/3151590/mnc-asia-holding-raih-pendapatan-rp15-23-triliun-pada-2024</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2025/06/30/278/3151590/mnc-asia-holding-raih-pendapatan-rp15-23-triliun-pada-2024"/><item><title>MNC Asia Holding Raih Pendapatan Rp15,23 Triliun pada 2024</title><link>https://economy.okezone.com/read/2025/06/30/278/3151590/mnc-asia-holding-raih-pendapatan-rp15-23-triliun-pada-2024</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2025/06/30/278/3151590/mnc-asia-holding-raih-pendapatan-rp15-23-triliun-pada-2024</guid><pubDate>Senin 30 Juni 2025 23:56 WIB</pubDate><dc:creator>Tangguh Yudha</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/06/30/278/3151590/rupst_mnc_holding_asia-AteU_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">RUPST MNC Holding Asia (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/06/30/278/3151590/rupst_mnc_holding_asia-AteU_large.jpg</image><title>RUPST MNC Holding Asia (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - MNC Asia Holding Tbk (BHIT) mencatatkan kinerja keuangan yang solid sepanjang tahun buku 2024.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Direktur PT MNC Asia Holding Tbk Natalia Purnama mengatakan perseroan berhasil mencatatkan pendapatan bersih sebesar Rp15,23 triliun.&#13;
&#13;
Natalia menjelaskan bahwa sektor media masih menjadi kontributor utama terhadap pendapatan perseroan. Di mana sektor tersebut menyumbang sebesar Rp9,63 triliun atau 63,23% dari total pendapatan hingga akhir tahun 2024.&#13;
&#13;
&amp;quot;Sedangkan kontribusi pendapatan dari sektor jasa keuangan tercatat sebesar 21,62% atau Rp3,29 triliun. Sektor pertambangan sebesar 8% atau Rp1,22 triliun dan sektor lainnya sebesar 7,15% atau 1,09 triliun di tahun 2024,&amp;quot; ujar Natalia dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar Senin (30/6/2025).&#13;
&#13;
Selain mencatatkan pendapatan signifikan, perseroan juga membukukan EBITDA sebesar Rp4,06 triliun dengan marjin EBITDA 26,63%. Sementara itu, marjin laba bersih tercatat sebesar 6,23%.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Natalia menambahkan bahwa total aset konsolidasian perusahaan meningkat menjadi Rp75,24 triliun pada akhir 2024, naik 6,86% dari Rp70,41 triliun pada tahun sebelumnya.&#13;
&#13;
&amp;quot;Di sisi lain, liabilitas konsolidasian mengalami kenaikan 11,43% dari Rp29 triliun menjadi Rp32,24 triliun. Sedangkan ekuitas perseroan juga tumbuh 3,7% menjadi Rp42,89 triliun dari sebelumnya Rp41,38 triliun di tahun 2023,&amp;quot; lanjutnya.&#13;
&#13;
Dari sisi neraca, jumlah aset konsolidasian Perseroan mengalami peningkatan 6,86% year-on-year (yoy) menjadi Rp75,24 triliun per akhir tahun 2024.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Total liabilitas konsolidasian Perseroan meningkat 11,43% yoy menjadi Rp32,34 triliun per Desember 2024. Total ekuitas Perseroan juga naik 3,7% yoy menjadi Rp42,89 triliun pada akhir tahun 2024.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - MNC Asia Holding Tbk (BHIT) mencatatkan kinerja keuangan yang solid sepanjang tahun buku 2024.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Direktur PT MNC Asia Holding Tbk Natalia Purnama mengatakan perseroan berhasil mencatatkan pendapatan bersih sebesar Rp15,23 triliun.&#13;
&#13;
Natalia menjelaskan bahwa sektor media masih menjadi kontributor utama terhadap pendapatan perseroan. Di mana sektor tersebut menyumbang sebesar Rp9,63 triliun atau 63,23% dari total pendapatan hingga akhir tahun 2024.&#13;
&#13;
&amp;quot;Sedangkan kontribusi pendapatan dari sektor jasa keuangan tercatat sebesar 21,62% atau Rp3,29 triliun. Sektor pertambangan sebesar 8% atau Rp1,22 triliun dan sektor lainnya sebesar 7,15% atau 1,09 triliun di tahun 2024,&amp;quot; ujar Natalia dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar Senin (30/6/2025).&#13;
&#13;
Selain mencatatkan pendapatan signifikan, perseroan juga membukukan EBITDA sebesar Rp4,06 triliun dengan marjin EBITDA 26,63%. Sementara itu, marjin laba bersih tercatat sebesar 6,23%.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Natalia menambahkan bahwa total aset konsolidasian perusahaan meningkat menjadi Rp75,24 triliun pada akhir 2024, naik 6,86% dari Rp70,41 triliun pada tahun sebelumnya.&#13;
&#13;
&amp;quot;Di sisi lain, liabilitas konsolidasian mengalami kenaikan 11,43% dari Rp29 triliun menjadi Rp32,24 triliun. Sedangkan ekuitas perseroan juga tumbuh 3,7% menjadi Rp42,89 triliun dari sebelumnya Rp41,38 triliun di tahun 2023,&amp;quot; lanjutnya.&#13;
&#13;
Dari sisi neraca, jumlah aset konsolidasian Perseroan mengalami peningkatan 6,86% year-on-year (yoy) menjadi Rp75,24 triliun per akhir tahun 2024.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Total liabilitas konsolidasian Perseroan meningkat 11,43% yoy menjadi Rp32,34 triliun per Desember 2024. Total ekuitas Perseroan juga naik 3,7% yoy menjadi Rp42,89 triliun pada akhir tahun 2024.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
