<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Golf Tak Kena Pajak Hiburan di Jakarta, Pramono: Sudah Dikenakan PPN!</title><description>Viral olahraga padel dikenakan objek Pajak Barang dan Jasa Tertentu (PBJT) Hiburan dan Kesenian di Jakarta. Besaran pajaknya yakni 10%.&#13;
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2025/07/07/320/3153328/golf-tak-kena-pajak-hiburan-di-jakarta-pramono-sudah-dikenakan-ppn</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2025/07/07/320/3153328/golf-tak-kena-pajak-hiburan-di-jakarta-pramono-sudah-dikenakan-ppn"/><item><title>Golf Tak Kena Pajak Hiburan di Jakarta, Pramono: Sudah Dikenakan PPN!</title><link>https://economy.okezone.com/read/2025/07/07/320/3153328/golf-tak-kena-pajak-hiburan-di-jakarta-pramono-sudah-dikenakan-ppn</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2025/07/07/320/3153328/golf-tak-kena-pajak-hiburan-di-jakarta-pramono-sudah-dikenakan-ppn</guid><pubDate>Senin 07 Juli 2025 14:04 WIB</pubDate><dc:creator>Muhammad Refi Sandi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/07/07/320/3153328/gubernur_jakarta_soal_pajak_hiburan-U3KW_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Gubernur Jakarta soal Pajak Hiburan (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/07/07/320/3153328/gubernur_jakarta_soal_pajak_hiburan-U3KW_large.jpg</image><title>Gubernur Jakarta soal Pajak Hiburan (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Viral olahraga padel dikenakan objek Pajak Barang dan Jasa Tertentu (PBJT) Hiburan dan Kesenian di Jakarta. Besaran pajaknya yakni capai 10%.&#13;
&#13;
Hal ini membuat adanya pro dan kontra di Masyarakat dengan kebijakan tersebut. Pasalnya ada olahraga golf tak kena pajak hiburan di Jakarta.&#13;
&#13;
1. Golf Tak Masuk Pajak Hiburan&#13;
&#13;
Terkait hal itu, Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung menjelaskan alasan olahraga golf tidak dikenakan PBJT sebesar 10 persen.&#13;
&#13;
Menurutnya golf telah dikenakan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) sehingga tidak diperbolehkan pungutan ganda.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kemudian ada pertanyaan, kenapa kok golf tidak dikenakan ini? Teman-teman sekalian, golf sudah dikenakan PPN. Sehingga pajak itu tidak boleh ganda. PPN-nya golf 11 persen. Jadi padel dikenakan 10 persen, golf 11 persen,&amp;quot; ujarnya di Jakarta, Senin (7/7/2025).&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
2. Alasan Padel Kena Pajak Hiburan&#13;
&#13;
Dia juga menjelaskan Undang-undang telah mengatur terkait PBJT sebesar 10 persen olahraga kekinian padel. Itu bukanlah inisiatif Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI melalui Badan Pendapatan Daerah (Bapenda).&#13;
&#13;
&amp;quot;Jadi undang-undang kita sudah mengatur pajak hiburan dan pajak pertandingan. Semua yang menyangkut pajak hiburan olahraga itu semuanya terkena pajak. Ada 21. Termasuk tenis, renang, basket, bola volley, padel,&amp;quot; tuturnya.&#13;
&#13;
&amp;quot;Untuk basket, padel, renang dan sebagainya adalah 10 persen. Jadi itulah yang diatur Dan kami mengatur itu bukan karena inisiatif dari pemerintah Jakarta, tapi undang-undang yang mengatur itu. Dan kami menerapkan itu. Sehingga dengan begitu ini ya terakhir kali saya jawab urusan, ini kan pasti ada kaitannya sama padel,&amp;quot; tambahnya.&#13;
&#13;
3. Target Menengah ke Atas&#13;
&#13;
Pramono menyebut isu ini ramai karena olahraga padel tengah digandrungi pencinta olahraga dengan target kalangan menengah ke atas.&#13;
&#13;
&amp;quot;Ini kan menjadi rame karena padel. Dan padel ini terus serang aja mohon maaf. Rata-rata yang bermain adalah middle ke atas,&amp;quot; pungkasnya.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Viral olahraga padel dikenakan objek Pajak Barang dan Jasa Tertentu (PBJT) Hiburan dan Kesenian di Jakarta. Besaran pajaknya yakni capai 10%.&#13;
&#13;
Hal ini membuat adanya pro dan kontra di Masyarakat dengan kebijakan tersebut. Pasalnya ada olahraga golf tak kena pajak hiburan di Jakarta.&#13;
&#13;
1. Golf Tak Masuk Pajak Hiburan&#13;
&#13;
Terkait hal itu, Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung menjelaskan alasan olahraga golf tidak dikenakan PBJT sebesar 10 persen.&#13;
&#13;
Menurutnya golf telah dikenakan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) sehingga tidak diperbolehkan pungutan ganda.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kemudian ada pertanyaan, kenapa kok golf tidak dikenakan ini? Teman-teman sekalian, golf sudah dikenakan PPN. Sehingga pajak itu tidak boleh ganda. PPN-nya golf 11 persen. Jadi padel dikenakan 10 persen, golf 11 persen,&amp;quot; ujarnya di Jakarta, Senin (7/7/2025).&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
2. Alasan Padel Kena Pajak Hiburan&#13;
&#13;
Dia juga menjelaskan Undang-undang telah mengatur terkait PBJT sebesar 10 persen olahraga kekinian padel. Itu bukanlah inisiatif Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI melalui Badan Pendapatan Daerah (Bapenda).&#13;
&#13;
&amp;quot;Jadi undang-undang kita sudah mengatur pajak hiburan dan pajak pertandingan. Semua yang menyangkut pajak hiburan olahraga itu semuanya terkena pajak. Ada 21. Termasuk tenis, renang, basket, bola volley, padel,&amp;quot; tuturnya.&#13;
&#13;
&amp;quot;Untuk basket, padel, renang dan sebagainya adalah 10 persen. Jadi itulah yang diatur Dan kami mengatur itu bukan karena inisiatif dari pemerintah Jakarta, tapi undang-undang yang mengatur itu. Dan kami menerapkan itu. Sehingga dengan begitu ini ya terakhir kali saya jawab urusan, ini kan pasti ada kaitannya sama padel,&amp;quot; tambahnya.&#13;
&#13;
3. Target Menengah ke Atas&#13;
&#13;
Pramono menyebut isu ini ramai karena olahraga padel tengah digandrungi pencinta olahraga dengan target kalangan menengah ke atas.&#13;
&#13;
&amp;quot;Ini kan menjadi rame karena padel. Dan padel ini terus serang aja mohon maaf. Rata-rata yang bermain adalah middle ke atas,&amp;quot; pungkasnya.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
