<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Sri Mulyani Buka Suara soal Ancaman Tarif Trump Terkait BRICS</title><description>Sri Mulyani Indrawati buka suara soal ancaman tarif tambahan dari Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump terhadap negara-negara.&#13;
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2025/07/07/320/3153401/sri-mulyani-buka-suara-soal-ancaman-tarif-trump-terkait-brics</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2025/07/07/320/3153401/sri-mulyani-buka-suara-soal-ancaman-tarif-trump-terkait-brics"/><item><title>Sri Mulyani Buka Suara soal Ancaman Tarif Trump Terkait BRICS</title><link>https://economy.okezone.com/read/2025/07/07/320/3153401/sri-mulyani-buka-suara-soal-ancaman-tarif-trump-terkait-brics</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2025/07/07/320/3153401/sri-mulyani-buka-suara-soal-ancaman-tarif-trump-terkait-brics</guid><pubDate>Senin 07 Juli 2025 17:27 WIB</pubDate><dc:creator>Anggie Ariesta</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/07/07/320/3153401/menkeu_sri_mulyani-5kTr_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menkeu Sri Mulyani (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/07/07/320/3153401/menkeu_sri_mulyani-5kTr_large.jpg</image><title>Menkeu Sri Mulyani (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati buka suara soal ancaman tarif tambahan dari Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump terhadap negara-negara yang mendukung kebijakan BRICS.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Dia mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo Subianto saat ini sedang berada di pertemuan BRICS. Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump mengeluarkan pernyataan yang mengancam negara-negara yang dianggap mendukung kebijakan BRICS.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kita sedang melihat hari ini Bapak Presiden (Prabowo) ada di pertemuan BRICS tadi dengan para pemimpin dan kemudian Presiden Donald Trump membuat statement bahwa kelompok BRICS itu dianggap sebagai tidak mendukung Amerika sehingga mengancam akan menyampaikan tambahan tarif,&amp;quot; ujar Sri Mulyani dalam Raker dengan Komisi XI DPR, Senin (7/7/2025).&#13;
&#13;
1. Perkuat Kerja Sama Politik&#13;
&#13;
Ancaman tarif ini muncul setelah negara-negara anggota BRICS sepakat untuk memperkuat kerja sama politik dan keamanan dalam format organisasi yang diperluas, menyusul Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-17 BRICS yang diadakan di Rio de Janeiro pada 6-7 Juli 2025. Trump menuding BRICS sebagai platform yang mengusung kebijakan &amp;quot;anti-Amerika&amp;quot;.&#13;
&#13;
&amp;quot;Negara mana pun yang mendukung kebijakan anti-Amerika dari BRICS, akan dikenakan tarif tambahan sebesar 10 persen. Tidak akan ada pengecualian terhadap kebijakan ini,&amp;quot; kata Trump melalui platform media sosial Truth Social miliknya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
2. Lingkungan Global yang Dinamis&#13;
&#13;
Menanggapi situasi ini, Sri Mulyani menegaskan bahwa kondisi seperti ini menggambarkan lingkungan global yang sangat dinamis.&#13;
&#13;
&amp;quot;Ini untuk menggambarkan bahwa dalam suasana seperti ini kita akan terus dihadapkan pada suasana yang sangat dinamis,&amp;quot; pungkasnya.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati buka suara soal ancaman tarif tambahan dari Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump terhadap negara-negara yang mendukung kebijakan BRICS.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Dia mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo Subianto saat ini sedang berada di pertemuan BRICS. Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump mengeluarkan pernyataan yang mengancam negara-negara yang dianggap mendukung kebijakan BRICS.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kita sedang melihat hari ini Bapak Presiden (Prabowo) ada di pertemuan BRICS tadi dengan para pemimpin dan kemudian Presiden Donald Trump membuat statement bahwa kelompok BRICS itu dianggap sebagai tidak mendukung Amerika sehingga mengancam akan menyampaikan tambahan tarif,&amp;quot; ujar Sri Mulyani dalam Raker dengan Komisi XI DPR, Senin (7/7/2025).&#13;
&#13;
1. Perkuat Kerja Sama Politik&#13;
&#13;
Ancaman tarif ini muncul setelah negara-negara anggota BRICS sepakat untuk memperkuat kerja sama politik dan keamanan dalam format organisasi yang diperluas, menyusul Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-17 BRICS yang diadakan di Rio de Janeiro pada 6-7 Juli 2025. Trump menuding BRICS sebagai platform yang mengusung kebijakan &amp;quot;anti-Amerika&amp;quot;.&#13;
&#13;
&amp;quot;Negara mana pun yang mendukung kebijakan anti-Amerika dari BRICS, akan dikenakan tarif tambahan sebesar 10 persen. Tidak akan ada pengecualian terhadap kebijakan ini,&amp;quot; kata Trump melalui platform media sosial Truth Social miliknya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
2. Lingkungan Global yang Dinamis&#13;
&#13;
Menanggapi situasi ini, Sri Mulyani menegaskan bahwa kondisi seperti ini menggambarkan lingkungan global yang sangat dinamis.&#13;
&#13;
&amp;quot;Ini untuk menggambarkan bahwa dalam suasana seperti ini kita akan terus dihadapkan pada suasana yang sangat dinamis,&amp;quot; pungkasnya.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
