<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Daftar 21 Olahraga yang Resmi Kena Pajak Hiburan di Jakarta</title><description>Bukan hanya padel, ada sejumlah olahraga yang juga kena pajak hingga 10 persen seperti futsal, basket, berkuda hingga biliar.&#13;
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2025/07/07/320/3153415/daftar-21-olahraga-yang-resmi-kena-pajak-hiburan-di-jakarta</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2025/07/07/320/3153415/daftar-21-olahraga-yang-resmi-kena-pajak-hiburan-di-jakarta"/><item><title>Daftar 21 Olahraga yang Resmi Kena Pajak Hiburan di Jakarta</title><link>https://economy.okezone.com/read/2025/07/07/320/3153415/daftar-21-olahraga-yang-resmi-kena-pajak-hiburan-di-jakarta</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2025/07/07/320/3153415/daftar-21-olahraga-yang-resmi-kena-pajak-hiburan-di-jakarta</guid><pubDate>Senin 07 Juli 2025 22:12 WIB</pubDate><dc:creator>Najma Aulia Taufik</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/07/07/320/3153415/pajak-GMXe_large.png" expression="full" type="image/jpeg">Daftar 21 Olahraga yang Resmi Kena Pajak Hiburan di Jakarta. (Foto: Okezone.com/Freepik)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/07/07/320/3153415/pajak-GMXe_large.png</image><title>Daftar 21 Olahraga yang Resmi Kena Pajak Hiburan di Jakarta. (Foto: Okezone.com/Freepik)</title></images><description>JAKARTA - Daftar 21 olahraga yang resmi kena pajak hiburan di Jakarta. Bukan hanya padel, ada sejumlah olahraga yang juga kena pajak hingga 10 persen seperti futsal, basket, berkuda hingga biliar.&#13;
&#13;
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengenakan pajak hiburan terhadap 21 jenis olahraga komersial yang selama ini digunakan masyarakat untuk rekreasi. Melalui keputusan terbaru dari Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) pada Senin (7/7/2025), kebijakan ini mulai berlaku pada 2025 dan mewajibkan fasilitas olahraga tertentu membayar Pajak Barang dan Jasa Tertentu (PBJT) sebesar 10 persen.&#13;
&#13;
Jenis olahraga yang dikenakan pajak meliputi aktivitas yang dilakukan di tempat berbayar, seperti lapangan, kolam, atau studio yang menyediakan layanan kebugaran maupun permainan. Beberapa di antaranya adalah futsal, yoga, zumba, panjat tebing, hingga padel yang tengah populer di kalangan masyarakat urban Jakarta.&#13;
&#13;
Kepala Bapenda DKI Jakarta Lusiana Herawati menyatakan, kebijakan ini didasari prinsip transparansi dan keadilan fiskal. Dia juga menegaskan bahwa pajak yang dipungut akan kembali dimanfaatkan untuk pembangunan fasilitas umum dan pelayanan publik.&#13;
&#13;
&amp;quot;Pemungutan pajak dilakukan dengan adil, dan hasilnya digunakan sebesar-besarnya untuk kepentingan warga,&amp;quot; ujarnya.&#13;
&#13;
Tarif pajak yang dikenakan sebesar 10 persen ini disebut masih lebih rendah dibanding Pajak Pertambahan Nilai (PPN) yang berlaku secara umum sebesar 11 persen. Sementara itu, olahraga seperti golf tidak termasuk dalam daftar objek pajak hiburan karena telah dikenakan pajak melalui jalur lain, yaitu PPN sebagai jasa komersial.&#13;
&#13;
Berikut daftar lengkap 21 jenis olahraga yang kini terkena pajak hiburan di Jakarta:&#13;
&#13;
1. Jetski&#13;
&#13;
2. Kolam Renang&#13;
&#13;
3. Lapangan futsal, sepak bola, dan mini soccer&#13;
&#13;
4. Lapangan tenis&#13;
&#13;
5. Lapangan padel&#13;
&#13;
6. Lapangan bulu tangkis&#13;
&#13;
7. Lapangan basket&#13;
&#13;
8. Lapangan voli&#13;
&#13;
9. Lapangan tenis meja&#13;
&#13;
10. Lapangan squash&#13;
&#13;
11. Lapangan panahan&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
12. Lapangan bisbol atau sofbol&#13;
&#13;
13. Lapangan tembak&#13;
&#13;
14. Sasana tinju atau bela diri&#13;
&#13;
15. Tempat bowling&#13;
&#13;
16. Tempat biliar&#13;
&#13;
17. Tempat panjat tebing&#13;
&#13;
18. Tempat ice skating&#13;
&#13;
19. Tempat berkuda&#13;
&#13;
20. Tempat atletik/lari&#13;
&#13;
21. Tempat kebugaran (fitness center), termasuk yoga, pilates, dan zumba&#13;
&#13;
Kebijakan ini menyesuaikan perkembangan tren gaya hidup masyarakat yang menjadikan olahraga sebagai bagian dari hiburan berbayar. Pemerintah daerah berharap kebijakan ini dapat memperkuat sistem kontribusi publik tanpa mengurangi semangat hidup sehat.&#13;
&#13;
&amp;quot;Berolahraga tetap penting, tapi mari bersama-sama ikut membangun kota lewat pajak yang tertib dan transparan,&amp;quot; tutup Lusiana.&#13;
&amp;nbsp;&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Daftar 21 olahraga yang resmi kena pajak hiburan di Jakarta. Bukan hanya padel, ada sejumlah olahraga yang juga kena pajak hingga 10 persen seperti futsal, basket, berkuda hingga biliar.&#13;
&#13;
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengenakan pajak hiburan terhadap 21 jenis olahraga komersial yang selama ini digunakan masyarakat untuk rekreasi. Melalui keputusan terbaru dari Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) pada Senin (7/7/2025), kebijakan ini mulai berlaku pada 2025 dan mewajibkan fasilitas olahraga tertentu membayar Pajak Barang dan Jasa Tertentu (PBJT) sebesar 10 persen.&#13;
&#13;
Jenis olahraga yang dikenakan pajak meliputi aktivitas yang dilakukan di tempat berbayar, seperti lapangan, kolam, atau studio yang menyediakan layanan kebugaran maupun permainan. Beberapa di antaranya adalah futsal, yoga, zumba, panjat tebing, hingga padel yang tengah populer di kalangan masyarakat urban Jakarta.&#13;
&#13;
Kepala Bapenda DKI Jakarta Lusiana Herawati menyatakan, kebijakan ini didasari prinsip transparansi dan keadilan fiskal. Dia juga menegaskan bahwa pajak yang dipungut akan kembali dimanfaatkan untuk pembangunan fasilitas umum dan pelayanan publik.&#13;
&#13;
&amp;quot;Pemungutan pajak dilakukan dengan adil, dan hasilnya digunakan sebesar-besarnya untuk kepentingan warga,&amp;quot; ujarnya.&#13;
&#13;
Tarif pajak yang dikenakan sebesar 10 persen ini disebut masih lebih rendah dibanding Pajak Pertambahan Nilai (PPN) yang berlaku secara umum sebesar 11 persen. Sementara itu, olahraga seperti golf tidak termasuk dalam daftar objek pajak hiburan karena telah dikenakan pajak melalui jalur lain, yaitu PPN sebagai jasa komersial.&#13;
&#13;
Berikut daftar lengkap 21 jenis olahraga yang kini terkena pajak hiburan di Jakarta:&#13;
&#13;
1. Jetski&#13;
&#13;
2. Kolam Renang&#13;
&#13;
3. Lapangan futsal, sepak bola, dan mini soccer&#13;
&#13;
4. Lapangan tenis&#13;
&#13;
5. Lapangan padel&#13;
&#13;
6. Lapangan bulu tangkis&#13;
&#13;
7. Lapangan basket&#13;
&#13;
8. Lapangan voli&#13;
&#13;
9. Lapangan tenis meja&#13;
&#13;
10. Lapangan squash&#13;
&#13;
11. Lapangan panahan&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
12. Lapangan bisbol atau sofbol&#13;
&#13;
13. Lapangan tembak&#13;
&#13;
14. Sasana tinju atau bela diri&#13;
&#13;
15. Tempat bowling&#13;
&#13;
16. Tempat biliar&#13;
&#13;
17. Tempat panjat tebing&#13;
&#13;
18. Tempat ice skating&#13;
&#13;
19. Tempat berkuda&#13;
&#13;
20. Tempat atletik/lari&#13;
&#13;
21. Tempat kebugaran (fitness center), termasuk yoga, pilates, dan zumba&#13;
&#13;
Kebijakan ini menyesuaikan perkembangan tren gaya hidup masyarakat yang menjadikan olahraga sebagai bagian dari hiburan berbayar. Pemerintah daerah berharap kebijakan ini dapat memperkuat sistem kontribusi publik tanpa mengurangi semangat hidup sehat.&#13;
&#13;
&amp;quot;Berolahraga tetap penting, tapi mari bersama-sama ikut membangun kota lewat pajak yang tertib dan transparan,&amp;quot; tutup Lusiana.&#13;
&amp;nbsp;&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
