<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Sri Mulyani Janji Jaga Defisit dan Utang Secara Hati-Hati dalam APBN 2026</title><description>Sri Mulyani Indrawati memastikan defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026 berada pada tingkat signifikan&#13;
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2025/07/07/320/3153422/sri-mulyani-janji-jaga-defisit-dan-utang-secara-hati-hati-dalam-apbn-2026</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2025/07/07/320/3153422/sri-mulyani-janji-jaga-defisit-dan-utang-secara-hati-hati-dalam-apbn-2026"/><item><title>Sri Mulyani Janji Jaga Defisit dan Utang Secara Hati-Hati dalam APBN 2026</title><link>https://economy.okezone.com/read/2025/07/07/320/3153422/sri-mulyani-janji-jaga-defisit-dan-utang-secara-hati-hati-dalam-apbn-2026</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2025/07/07/320/3153422/sri-mulyani-janji-jaga-defisit-dan-utang-secara-hati-hati-dalam-apbn-2026</guid><pubDate>Senin 07 Juli 2025 18:25 WIB</pubDate><dc:creator>Anggie Ariesta</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/07/07/320/3153422/sri_mulyani-4uO5_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menteri Keuangan Sri Mulyani Janji Jaga APBN 2026. (Foto: Okezone.com)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/07/07/320/3153422/sri_mulyani-4uO5_large.jpg</image><title>Menteri Keuangan Sri Mulyani Janji Jaga APBN 2026. (Foto: Okezone.com)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memastikan defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026 berada pada tingkat signifikan, meski dalam rentang yang telah disepakati. Hal ini disampaikan Sri Mulyani dalam pembahasan asumsi dasar ekonomi makro dengan Komisi XI DPR RI.&#13;
&#13;
&amp;quot;Untuk defisit, walaupun Pak Hanif tadi menyampaikan laporannya tipis, tapi defisitnya masih cukup tebal, Pak, di 2,48 hingga 2,58 persen. Kami akan tetap menjaga 2,53% dari PDB,&amp;quot; ujar Sri Mulyani, Senin (7/7/2025).&#13;
&#13;
Sri Mulyani menegaskan komitmen pemerintah untuk menjaga pengelolaan pembiayaan dan utang secara hati-hati, berkelanjutan, dan transparan, sesuai dengan perhatian yang telah disampaikan oleh masyarakat dan pimpinan DPR.&#13;
&#13;
&amp;quot;Sesuai dengan concern yang disampaikan oleh masyarakat dan juga anggota DPR, pimpinan DPR, mengenai langkah-langkah untuk mengelola pembiayaan dan pengelolaan utang yang hati-hati, sustainable, dan transparan, kami akan terus menjaga sesuai dengan amanat tersebut,&amp;quot; jelasnya.&#13;
&#13;
Dari sisi pendapatan negara, Sri Mulyani menyebutkan adanya penambahan target penerimaan dari Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, dengan rentang penerimaan pajak dan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) yang disesuaikan dalam pembahasan. Pemerintah akan terus berupaya keras melalui optimalisasi pendapatan negara.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kami akan terus berupaya keras melalui optimalisasi pendapatan negara, melalui langkah-langkah yang tadi telah disampaikan oleh Panja yang cukup detail, yaitu pendapatan untuk bisa tercapai antara 11,71% hingga 12,31%,&amp;quot; kata Menkeu.&#13;
&#13;
Sebelumnya, Komisi XI DPR RI bersama pemerintah dan otoritas terkait telah menyepakati asumsi dasar ekonomi makro dan target pembangunan dalam Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) 2026.&#13;
&#13;
Kesepakatan asumsi dasar ekonomi makro dalam APBN 2026:&#13;
&#13;
1. Pertumbuhan ekonomi antara 5,2% hingga 5,8%&#13;
&#13;
2. Nilai tukar Rupiah Rp16.500 hingga Rp16.900 per dolar AS&#13;
&#13;
3. Inflasi antara 1,5% hingga 3,5%&#13;
&#13;
Sri Mulyani menyampaikan rasa terima kasih kepada pimpinan dan anggota Komisi XI DPR RI atas pembahasan yang detail.&#13;
&#13;
&amp;quot;Secara singkat, kami ingin menyampaikan kepada pimpinan dan anggota Komisi XI rasa terima kasih atas pembahasan yang cukup detail,&amp;quot; ucapnya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Menkeu juga menyatakan bahwa kesepakatan yang telah dicapai akan menjadi bekal bagi pemerintah untuk mempertajam desain Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2026.&#13;
&#13;
&amp;quot;Bapak dan Ibu sekalian, para pimpinan dan anggota Komisi XI yang kami hormati, kami juga dalam hal ini akan terus mendevelop dalam satu bulan ke depan nota keuangan berdasarkan pembahasan dari Komisi XI dan Badan Anggaran. Untuk kemudian akan disampaikan oleh Bapak Presiden pada tanggal 16 Agustus dalam bentuk nota keuangan dan RAPBN 2026. Kesepakatan yang telah kita dapatkan pada hari ini akan menjadi bekal bagi kami untuk mempertajam desain dari RAPBN 2026,&amp;quot; paparnya.&#13;
&#13;
Terkait target pertumbuhan ekonomi antara 5,2% hingga 5,8% yang disampaikan oleh Panja Pertumbuhan, Sri Mulyani mengakui bahwa upaya yang sangat keras akan dibutuhkan untuk mencapainya.&#13;
&#13;
&amp;quot;Untuk Panja Pertumbuhan yang tadi menyampaikan pertumbuhan antara 5,2% hingga 5,8% untuk proyeksi 2026, tentu akan dibutuhkan upaya sangat keras untuk bisa mencapai target dan proyeksi pertumbuhan tersebut,&amp;quot; tutupnya.&#13;
&#13;
Dia menambahkan bahwa berbagai langkah kebijakan, baik dari sisi aggregate demand maupun aggregate supply, akan dituangkan dalam nota keuangan mendatang.&#13;
&#13;
&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memastikan defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026 berada pada tingkat signifikan, meski dalam rentang yang telah disepakati. Hal ini disampaikan Sri Mulyani dalam pembahasan asumsi dasar ekonomi makro dengan Komisi XI DPR RI.&#13;
&#13;
&amp;quot;Untuk defisit, walaupun Pak Hanif tadi menyampaikan laporannya tipis, tapi defisitnya masih cukup tebal, Pak, di 2,48 hingga 2,58 persen. Kami akan tetap menjaga 2,53% dari PDB,&amp;quot; ujar Sri Mulyani, Senin (7/7/2025).&#13;
&#13;
Sri Mulyani menegaskan komitmen pemerintah untuk menjaga pengelolaan pembiayaan dan utang secara hati-hati, berkelanjutan, dan transparan, sesuai dengan perhatian yang telah disampaikan oleh masyarakat dan pimpinan DPR.&#13;
&#13;
&amp;quot;Sesuai dengan concern yang disampaikan oleh masyarakat dan juga anggota DPR, pimpinan DPR, mengenai langkah-langkah untuk mengelola pembiayaan dan pengelolaan utang yang hati-hati, sustainable, dan transparan, kami akan terus menjaga sesuai dengan amanat tersebut,&amp;quot; jelasnya.&#13;
&#13;
Dari sisi pendapatan negara, Sri Mulyani menyebutkan adanya penambahan target penerimaan dari Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, dengan rentang penerimaan pajak dan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) yang disesuaikan dalam pembahasan. Pemerintah akan terus berupaya keras melalui optimalisasi pendapatan negara.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kami akan terus berupaya keras melalui optimalisasi pendapatan negara, melalui langkah-langkah yang tadi telah disampaikan oleh Panja yang cukup detail, yaitu pendapatan untuk bisa tercapai antara 11,71% hingga 12,31%,&amp;quot; kata Menkeu.&#13;
&#13;
Sebelumnya, Komisi XI DPR RI bersama pemerintah dan otoritas terkait telah menyepakati asumsi dasar ekonomi makro dan target pembangunan dalam Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) 2026.&#13;
&#13;
Kesepakatan asumsi dasar ekonomi makro dalam APBN 2026:&#13;
&#13;
1. Pertumbuhan ekonomi antara 5,2% hingga 5,8%&#13;
&#13;
2. Nilai tukar Rupiah Rp16.500 hingga Rp16.900 per dolar AS&#13;
&#13;
3. Inflasi antara 1,5% hingga 3,5%&#13;
&#13;
Sri Mulyani menyampaikan rasa terima kasih kepada pimpinan dan anggota Komisi XI DPR RI atas pembahasan yang detail.&#13;
&#13;
&amp;quot;Secara singkat, kami ingin menyampaikan kepada pimpinan dan anggota Komisi XI rasa terima kasih atas pembahasan yang cukup detail,&amp;quot; ucapnya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Menkeu juga menyatakan bahwa kesepakatan yang telah dicapai akan menjadi bekal bagi pemerintah untuk mempertajam desain Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2026.&#13;
&#13;
&amp;quot;Bapak dan Ibu sekalian, para pimpinan dan anggota Komisi XI yang kami hormati, kami juga dalam hal ini akan terus mendevelop dalam satu bulan ke depan nota keuangan berdasarkan pembahasan dari Komisi XI dan Badan Anggaran. Untuk kemudian akan disampaikan oleh Bapak Presiden pada tanggal 16 Agustus dalam bentuk nota keuangan dan RAPBN 2026. Kesepakatan yang telah kita dapatkan pada hari ini akan menjadi bekal bagi kami untuk mempertajam desain dari RAPBN 2026,&amp;quot; paparnya.&#13;
&#13;
Terkait target pertumbuhan ekonomi antara 5,2% hingga 5,8% yang disampaikan oleh Panja Pertumbuhan, Sri Mulyani mengakui bahwa upaya yang sangat keras akan dibutuhkan untuk mencapainya.&#13;
&#13;
&amp;quot;Untuk Panja Pertumbuhan yang tadi menyampaikan pertumbuhan antara 5,2% hingga 5,8% untuk proyeksi 2026, tentu akan dibutuhkan upaya sangat keras untuk bisa mencapai target dan proyeksi pertumbuhan tersebut,&amp;quot; tutupnya.&#13;
&#13;
Dia menambahkan bahwa berbagai langkah kebijakan, baik dari sisi aggregate demand maupun aggregate supply, akan dituangkan dalam nota keuangan mendatang.&#13;
&#13;
&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
