<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Sektor Ketenagalistrikan Jadi Solusi Hadapi Krisis Energi Global</title><description>Imaduddin Abdullah menyatakan sektor ketenagalistrikan menjadi solusi kunci guna memperkuat ketahanan energi nasional.&#13;
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2025/07/08/320/3153722/sektor-ketenagalistrikan-jadi-solusi-hadapi-krisis-energi-global</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2025/07/08/320/3153722/sektor-ketenagalistrikan-jadi-solusi-hadapi-krisis-energi-global"/><item><title>Sektor Ketenagalistrikan Jadi Solusi Hadapi Krisis Energi Global</title><link>https://economy.okezone.com/read/2025/07/08/320/3153722/sektor-ketenagalistrikan-jadi-solusi-hadapi-krisis-energi-global</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2025/07/08/320/3153722/sektor-ketenagalistrikan-jadi-solusi-hadapi-krisis-energi-global</guid><pubDate>Selasa 08 Juli 2025 18:50 WIB</pubDate><dc:creator>Taufik Fajar</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/07/08/320/3153722/ketenagalistrikan-rZph_large.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Sektor Ketenagalistrikan (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/07/08/320/3153722/ketenagalistrikan-rZph_large.jpeg</image><title>Sektor Ketenagalistrikan (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Direktur Institute for Development of Economics &amp;amp; Finance (Indef) Imaduddin Abdullah menyatakan sektor ketenagalistrikan menjadi solusi kunci guna memperkuat ketahanan energi nasional di tengah ketidakpastian yang memengaruhi pasokan energi dunia.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Sektor ketenagalistrikan bisa menjadi solusi Indonesia dari ketergantungan terhadap impor BBM. Terutama dari kawasan Timur Tengah yang penuh konflik, menimbulkan risiko tinggi terhadap pasokan dan fluktuasi harga energi,&amp;rdquo; katanya di Jakarta, Selasa (8/7/2025)&#13;
Dia menjelaskan ketergantungan itu, juga diperberat oleh depresiasi Rupiah dan rendahnya kapasitas produksi minyak dalam negeri.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Produksi minyak tidak mampu mengimbangi kebutuhan energi domestik. Kombinasi masalah tersebut menciptakan kerentanan bagi sistem energi nasional,&amp;rdquo; katanya.&#13;
&#13;
Untuk itu, Pemerintah perlu mendorong diversifikasi sumber energi dengan menitikberatkan pada pengembangan sektor ketenagalistrikan.&#13;
&#13;
Dalam paparannya, upaya elektrifikasi terhadal berbagai sektor seperti industri, transportasi, hingga rumah tangga menjadi langkah strategis untuk mengurangi ketergantungan pada energi berbasis impor.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Ketika konsumsi listrik meningkat secara signifikan, hal itu mampu menciptakan efek domino positif, mulai dari peningkatan investasi pada energi terbarukan hingga terbentuknya ekosistem energi yang tangguh dan berkelanjutan,&amp;rdquo; ujarnya.&#13;
&#13;
Peningkatan permintaan listrik akibat elektrifikasi tersebut, kata Imaduddin, menjadi daya tarik bagi investor untuk menanamkan modalnya di sektor energi bersih dan modern.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Dengan demikian, sektor ketenagalistrikan bukan hanya menjawab tantangan jangka pendek, tetapi juga membuka jalan menuju masa depan energi nasional yang lebih aman dan kompetitif.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Optimalisasi ketenagalistrikan tak hanya memperkuat fondasi energi nasional, tetapi juga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan dan memperbesar daya saing Indonesia di kancah global,&amp;rdquo; pungkasnya.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Direktur Institute for Development of Economics &amp;amp; Finance (Indef) Imaduddin Abdullah menyatakan sektor ketenagalistrikan menjadi solusi kunci guna memperkuat ketahanan energi nasional di tengah ketidakpastian yang memengaruhi pasokan energi dunia.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Sektor ketenagalistrikan bisa menjadi solusi Indonesia dari ketergantungan terhadap impor BBM. Terutama dari kawasan Timur Tengah yang penuh konflik, menimbulkan risiko tinggi terhadap pasokan dan fluktuasi harga energi,&amp;rdquo; katanya di Jakarta, Selasa (8/7/2025)&#13;
Dia menjelaskan ketergantungan itu, juga diperberat oleh depresiasi Rupiah dan rendahnya kapasitas produksi minyak dalam negeri.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Produksi minyak tidak mampu mengimbangi kebutuhan energi domestik. Kombinasi masalah tersebut menciptakan kerentanan bagi sistem energi nasional,&amp;rdquo; katanya.&#13;
&#13;
Untuk itu, Pemerintah perlu mendorong diversifikasi sumber energi dengan menitikberatkan pada pengembangan sektor ketenagalistrikan.&#13;
&#13;
Dalam paparannya, upaya elektrifikasi terhadal berbagai sektor seperti industri, transportasi, hingga rumah tangga menjadi langkah strategis untuk mengurangi ketergantungan pada energi berbasis impor.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Ketika konsumsi listrik meningkat secara signifikan, hal itu mampu menciptakan efek domino positif, mulai dari peningkatan investasi pada energi terbarukan hingga terbentuknya ekosistem energi yang tangguh dan berkelanjutan,&amp;rdquo; ujarnya.&#13;
&#13;
Peningkatan permintaan listrik akibat elektrifikasi tersebut, kata Imaduddin, menjadi daya tarik bagi investor untuk menanamkan modalnya di sektor energi bersih dan modern.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Dengan demikian, sektor ketenagalistrikan bukan hanya menjawab tantangan jangka pendek, tetapi juga membuka jalan menuju masa depan energi nasional yang lebih aman dan kompetitif.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Optimalisasi ketenagalistrikan tak hanya memperkuat fondasi energi nasional, tetapi juga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan dan memperbesar daya saing Indonesia di kancah global,&amp;rdquo; pungkasnya.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
