<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>21 Penerbangan di Bandara Soetta Batal Akibat Layang-Layang</title><description>Masyarakat diperingatkan untuk tidak lagi bermain layang-layang di sekitar bandara&#13;
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2025/07/08/320/3153758/21-penerbangan-di-bandara-soetta-batal-akibat-layang-layang</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2025/07/08/320/3153758/21-penerbangan-di-bandara-soetta-batal-akibat-layang-layang"/><item><title>21 Penerbangan di Bandara Soetta Batal Akibat Layang-Layang</title><link>https://economy.okezone.com/read/2025/07/08/320/3153758/21-penerbangan-di-bandara-soetta-batal-akibat-layang-layang</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2025/07/08/320/3153758/21-penerbangan-di-bandara-soetta-batal-akibat-layang-layang</guid><pubDate>Selasa 08 Juli 2025 20:12 WIB</pubDate><dc:creator>Iqbal Dwi Purnama</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/07/08/320/3153758/layangan-YWVj_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">21 Penerbangan di Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta) Batal Terbang. (Foto: Okezone.com/Airnav)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/07/08/320/3153758/layangan-YWVj_large.jpg</image><title>21 Penerbangan di Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta) Batal Terbang. (Foto: Okezone.com/Airnav)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; AirNav Indonesia mengungkapkan, 21 penerbangan di Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta) batal terbang dan mendarat akibat gangguan layang-layang pada periode 4&amp;ndash;6 Juli 2025. Masyarakat diperingatkan untuk tidak lagi bermain layang-layang di sekitar bandara, khususnya di area yang menjadi jalur perlintasan lepas landas dan pendaratan pesawat di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kami menyayangkan bahwa hari ini masih saja ada masyarakat yang tidak mengindahkan imbauan untuk tidak menerbangkan layang-layang di area sekitar bandara demi menjaga keselamatan penerbangan,&amp;quot; ujar Direktur Utama AirNav Indonesia, Capt. Avirianto Suratno, Selasa (8/7/2025).&#13;
&#13;
AirNav bahkan sempat mengeluarkan peringatan khusus kepada pilot atau Notice to Airmen (NOTAM) terkait gangguan layang-layang di area Bandara Soekarno-Hatta tersebut. NOTAM bernomor A1912/25 menegaskan bahwa semua lalu lintas penerbangan dari dan menuju Bandara Soekarno-Hatta diperkirakan akan mengalami keterlambatan.&#13;
&#13;
&amp;quot;Alasan kami menerbitkan NOTAM adalah karena aktivitas penerbangan layang-layang di final approach area sangat membahayakan keselamatan pesawat yang akan take-off atau landing di Bandara Soekarno-Hatta,&amp;quot; tambahnya.&#13;
&#13;
Langkah selanjutnya setelah NOTAM diterbitkan, Avirianto menambahkan, petugas Air Traffic Controller (ATC) terpaksa mengalihkan pendaratan sebanyak sembilan pesawat ke bandara lain (divert), kemudian enam pesawat diperintahkan untuk go-around alias membatalkan pendaratan dan terbang kembali, lalu lima pesawat diminta untuk membatalkan prosedur pendekatan (approach), serta satu pesawat diinstruksikan kembali ke bandara asal (return to base).&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Alasan petugas kami melakukan itu cuma satu, yaitu karena adanya ancaman keselamatan. Sekali lagi, kami memohon dengan sangat kepada masyarakat, khususnya yang tinggal di sekitar bandara, untuk tidak menerbangkan layang-layang. Karena itu sangat membahayakan dan sangat mengancam keselamatan pesawat serta nyawa para penumpangnya,&amp;quot; tambahnya.&#13;
&#13;
Sebagai tindak lanjut untuk mengantisipasi agar kejadian ini tidak terulang, AirNav Indonesia melakukan koordinasi secara aktif dengan seluruh pemangku kepentingan, antara lain Otoritas Bandara Wilayah I, Polres Bandara Soekarno-Hatta, PT Angkasa Pura Indonesia, serta pihak lain yang terkait untuk menangani gangguan ini melalui Ground Delay Program (GDP) dan Pre-Departure Clearance (PDC).&#13;
&#13;
&amp;quot;Sekali lagi, kami mengajak seluruh masyarakat, demi keselamatan penerbangan, tolong stop main layang-layang dekat bandara. Mari kita ciptakan langit Indonesia yang aman dan bebas hambatan untuk kegiatan penerbangan,&amp;quot; pungkas Avirianto.&#13;
&#13;
&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; AirNav Indonesia mengungkapkan, 21 penerbangan di Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta) batal terbang dan mendarat akibat gangguan layang-layang pada periode 4&amp;ndash;6 Juli 2025. Masyarakat diperingatkan untuk tidak lagi bermain layang-layang di sekitar bandara, khususnya di area yang menjadi jalur perlintasan lepas landas dan pendaratan pesawat di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kami menyayangkan bahwa hari ini masih saja ada masyarakat yang tidak mengindahkan imbauan untuk tidak menerbangkan layang-layang di area sekitar bandara demi menjaga keselamatan penerbangan,&amp;quot; ujar Direktur Utama AirNav Indonesia, Capt. Avirianto Suratno, Selasa (8/7/2025).&#13;
&#13;
AirNav bahkan sempat mengeluarkan peringatan khusus kepada pilot atau Notice to Airmen (NOTAM) terkait gangguan layang-layang di area Bandara Soekarno-Hatta tersebut. NOTAM bernomor A1912/25 menegaskan bahwa semua lalu lintas penerbangan dari dan menuju Bandara Soekarno-Hatta diperkirakan akan mengalami keterlambatan.&#13;
&#13;
&amp;quot;Alasan kami menerbitkan NOTAM adalah karena aktivitas penerbangan layang-layang di final approach area sangat membahayakan keselamatan pesawat yang akan take-off atau landing di Bandara Soekarno-Hatta,&amp;quot; tambahnya.&#13;
&#13;
Langkah selanjutnya setelah NOTAM diterbitkan, Avirianto menambahkan, petugas Air Traffic Controller (ATC) terpaksa mengalihkan pendaratan sebanyak sembilan pesawat ke bandara lain (divert), kemudian enam pesawat diperintahkan untuk go-around alias membatalkan pendaratan dan terbang kembali, lalu lima pesawat diminta untuk membatalkan prosedur pendekatan (approach), serta satu pesawat diinstruksikan kembali ke bandara asal (return to base).&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Alasan petugas kami melakukan itu cuma satu, yaitu karena adanya ancaman keselamatan. Sekali lagi, kami memohon dengan sangat kepada masyarakat, khususnya yang tinggal di sekitar bandara, untuk tidak menerbangkan layang-layang. Karena itu sangat membahayakan dan sangat mengancam keselamatan pesawat serta nyawa para penumpangnya,&amp;quot; tambahnya.&#13;
&#13;
Sebagai tindak lanjut untuk mengantisipasi agar kejadian ini tidak terulang, AirNav Indonesia melakukan koordinasi secara aktif dengan seluruh pemangku kepentingan, antara lain Otoritas Bandara Wilayah I, Polres Bandara Soekarno-Hatta, PT Angkasa Pura Indonesia, serta pihak lain yang terkait untuk menangani gangguan ini melalui Ground Delay Program (GDP) dan Pre-Departure Clearance (PDC).&#13;
&#13;
&amp;quot;Sekali lagi, kami mengajak seluruh masyarakat, demi keselamatan penerbangan, tolong stop main layang-layang dekat bandara. Mari kita ciptakan langit Indonesia yang aman dan bebas hambatan untuk kegiatan penerbangan,&amp;quot; pungkas Avirianto.&#13;
&#13;
&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
