<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Menteri Ara Butuh Rp48 Triliun untuk Bangun dan Renovasi 3 Juta Rumah di 2026</title><description>Maruarar Sirait meminta tambahan anggaran Rp48,02 triliun dalam rapat kerja bersama Komisi V DPR RI hari ini&#13;
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2025/07/10/470/3154340/menteri-ara-butuh-rp48-triliun-untuk-bangun-dan-renovasi-3-juta-rumah-di-2026</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2025/07/10/470/3154340/menteri-ara-butuh-rp48-triliun-untuk-bangun-dan-renovasi-3-juta-rumah-di-2026"/><item><title>Menteri Ara Butuh Rp48 Triliun untuk Bangun dan Renovasi 3 Juta Rumah di 2026</title><link>https://economy.okezone.com/read/2025/07/10/470/3154340/menteri-ara-butuh-rp48-triliun-untuk-bangun-dan-renovasi-3-juta-rumah-di-2026</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2025/07/10/470/3154340/menteri-ara-butuh-rp48-triliun-untuk-bangun-dan-renovasi-3-juta-rumah-di-2026</guid><pubDate>Kamis 10 Juli 2025 19:45 WIB</pubDate><dc:creator>Tangguh Yudha</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/07/10/470/3154340/menteri_ara-2ATR_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait meminta tambahan anggaran Rp48,02 triliun. (Foto:Okezone.com/PKP)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/07/10/470/3154340/menteri_ara-2ATR_large.jpg</image><title>Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait meminta tambahan anggaran Rp48,02 triliun. (Foto:Okezone.com/PKP)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait meminta tambahan anggaran Rp48,02 triliun dalam rapat kerja bersama Komisi V DPR RI hari ini. Anggaran tersebut dibutuhkan untuk program kerja di 2026.&#13;
&#13;
&amp;quot;Anggaran untuk tahun 2026 kami mengusulkan sebesar Rp49,854 triliun, sehingga pagu indikatif diperlukan tambahan Rp48 triliun,&amp;quot; tegas Ara di DPR RI, Kamis (10/7/2025).&#13;
&#13;
Ara mengungkapkan, penambahan anggaran diperlukan untuk mendanai program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) tahun anggaran 2026. Anggaran ditargetkan dapat membangun 2 juta unit rumah guna mendukung program perumahan rakyat.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kami mohon doa dan dukungan dari teman-teman Komisi V. Kami mengusulkan dari usulan anggaran tersebut sebesar Rp45,55 triliun atau 91,37% dialokasikan untuk BSPS, dengan target 2 juta unit rumah di tahun 2026,&amp;quot; ujarnya.&#13;
&#13;
Selain BSPS, usulan anggaran tambahan juga mencakup Rp4,3 triliun (8,63%) untuk program lainnya di luar BSPS. Jumlah ini mengalami peningkatan sebesar Rp840 miliar atau 24,27% dari anggaran tahun sebelumnya sebesar Rp3,46 triliun.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Ara menjelaskan bahwa penambahan anggaran ini merupakan bagian dari upaya mencapai target pembangunan dan renovasi 3 juta unit rumah serta penanganan kawasan kumuh sebagaimana tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025&amp;ndash;2029 dan Rencana Kerja Pemerintah (RKP) 2026.&#13;
&#13;
&amp;quot;Melalui usulan anggaran tersebut, Kementerian PKP menargetkan pembangunan sebesar 2.052.822 unit rumah dan penanganan kawasan kumuh seluas 225 unit (hektar),&amp;quot; ungkapnya.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait meminta tambahan anggaran Rp48,02 triliun dalam rapat kerja bersama Komisi V DPR RI hari ini. Anggaran tersebut dibutuhkan untuk program kerja di 2026.&#13;
&#13;
&amp;quot;Anggaran untuk tahun 2026 kami mengusulkan sebesar Rp49,854 triliun, sehingga pagu indikatif diperlukan tambahan Rp48 triliun,&amp;quot; tegas Ara di DPR RI, Kamis (10/7/2025).&#13;
&#13;
Ara mengungkapkan, penambahan anggaran diperlukan untuk mendanai program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) tahun anggaran 2026. Anggaran ditargetkan dapat membangun 2 juta unit rumah guna mendukung program perumahan rakyat.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kami mohon doa dan dukungan dari teman-teman Komisi V. Kami mengusulkan dari usulan anggaran tersebut sebesar Rp45,55 triliun atau 91,37% dialokasikan untuk BSPS, dengan target 2 juta unit rumah di tahun 2026,&amp;quot; ujarnya.&#13;
&#13;
Selain BSPS, usulan anggaran tambahan juga mencakup Rp4,3 triliun (8,63%) untuk program lainnya di luar BSPS. Jumlah ini mengalami peningkatan sebesar Rp840 miliar atau 24,27% dari anggaran tahun sebelumnya sebesar Rp3,46 triliun.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Ara menjelaskan bahwa penambahan anggaran ini merupakan bagian dari upaya mencapai target pembangunan dan renovasi 3 juta unit rumah serta penanganan kawasan kumuh sebagaimana tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025&amp;ndash;2029 dan Rencana Kerja Pemerintah (RKP) 2026.&#13;
&#13;
&amp;quot;Melalui usulan anggaran tersebut, Kementerian PKP menargetkan pembangunan sebesar 2.052.822 unit rumah dan penanganan kawasan kumuh seluas 225 unit (hektar),&amp;quot; ungkapnya.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
