<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title> 60 Keluarga Terkaya RI Kuasai Hampir 50 Persen Lahan Bersertifikat</title><description>60 keluarga di Indonesia menguasai 48 persen dari 55,9 juta hektare lahan bersertifikat di Indonesia.&#13;
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2025/07/15/455/3155557/60-keluarga-terkaya-ri-kuasai-hampir-50-persen-lahan-bersertifikat</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2025/07/15/455/3155557/60-keluarga-terkaya-ri-kuasai-hampir-50-persen-lahan-bersertifikat"/><item><title> 60 Keluarga Terkaya RI Kuasai Hampir 50 Persen Lahan Bersertifikat</title><link>https://economy.okezone.com/read/2025/07/15/455/3155557/60-keluarga-terkaya-ri-kuasai-hampir-50-persen-lahan-bersertifikat</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2025/07/15/455/3155557/60-keluarga-terkaya-ri-kuasai-hampir-50-persen-lahan-bersertifikat</guid><pubDate>Selasa 15 Juli 2025 20:01 WIB</pubDate><dc:creator>Nur Khabibi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/07/15/455/3155557/nusron_wahid-Q6dT_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg"> 60 Keluarga Terkaya RI Kuasai Hampir 50 Persen Lahan Bersertifikat (Foto: Nusron Wahid/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/07/15/455/3155557/nusron_wahid-Q6dT_large.jpg</image><title> 60 Keluarga Terkaya RI Kuasai Hampir 50 Persen Lahan Bersertifikat (Foto: Nusron Wahid/Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wahid menyatakan, 60 keluarga di Indonesia menguasai 48 persen dari 55,9 juta hektare lahan bersertifikat di Indonesia. 60 keluarga ini menguasai lahan bersertifikat di Indonesia berdasarkan data perusahaan-perusahaan usai dilacak.&#13;
&#13;
&amp;quot;48 persen dari 55,9 juta hektare itu hanya dikuasai oleh 60 keluarga di Indonesia, yang kalau dipetakan PT-nya, PT-nya bisa berupa macam-macam, tapi kalau di-tracking siapa benefecial ownershipnya (BO) nya, itu hanya 60 keluarga,&amp;quot; kata Nusron dalam acara diskusi publik pada Pengukuhan dan Rakernas I PB IKA-PMII di Hotel Bidakara Jakarta, Minggu (13/7/2025). &amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Dan Alhamdulillah 60 keluarga itu tidak ada 1 pun dari PMII,&amp;quot; sambungnya.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Kendati begitu, Nusron tidak menyebutkan siapa saja 60 keluarga tersebut. Menurutnya, hal tersebut yang menyebabkan adanya kemiskinan struktural yang dinilai bermula dari kesalahan kebijakan di masa lalu.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Nah ini saya anggap kebijakan yang salah secara struktural yang mengakibatkan &amp;#39;kesenjangan ekonomi&amp;#39; secara struktural, jadi bukan karena tidak mampu, tapi karena kebijakan adalah yang waktu itu belum berpihak,&amp;quot; ujarnya.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Nusron mengatakan, Presiden Prabowo Subianto telah memerintahkan agar prinsip pemerataan dan keadilan ditegakkan.&#13;
&#13;
&amp;quot;Nah perintah dan mandatnya Bapak Presiden kepada kami adalah melakukan perubahan dengan menggunakan prinsip tiga, pertama adalah prinsip keadilan, kedua adalah prinsip pemerataan, dan yang ketiga adalah prinsip kesinambungan hidup,&amp;quot; tambahnya.&#13;
&amp;nbsp;&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wahid menyatakan, 60 keluarga di Indonesia menguasai 48 persen dari 55,9 juta hektare lahan bersertifikat di Indonesia. 60 keluarga ini menguasai lahan bersertifikat di Indonesia berdasarkan data perusahaan-perusahaan usai dilacak.&#13;
&#13;
&amp;quot;48 persen dari 55,9 juta hektare itu hanya dikuasai oleh 60 keluarga di Indonesia, yang kalau dipetakan PT-nya, PT-nya bisa berupa macam-macam, tapi kalau di-tracking siapa benefecial ownershipnya (BO) nya, itu hanya 60 keluarga,&amp;quot; kata Nusron dalam acara diskusi publik pada Pengukuhan dan Rakernas I PB IKA-PMII di Hotel Bidakara Jakarta, Minggu (13/7/2025). &amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Dan Alhamdulillah 60 keluarga itu tidak ada 1 pun dari PMII,&amp;quot; sambungnya.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Kendati begitu, Nusron tidak menyebutkan siapa saja 60 keluarga tersebut. Menurutnya, hal tersebut yang menyebabkan adanya kemiskinan struktural yang dinilai bermula dari kesalahan kebijakan di masa lalu.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Nah ini saya anggap kebijakan yang salah secara struktural yang mengakibatkan &amp;#39;kesenjangan ekonomi&amp;#39; secara struktural, jadi bukan karena tidak mampu, tapi karena kebijakan adalah yang waktu itu belum berpihak,&amp;quot; ujarnya.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Nusron mengatakan, Presiden Prabowo Subianto telah memerintahkan agar prinsip pemerataan dan keadilan ditegakkan.&#13;
&#13;
&amp;quot;Nah perintah dan mandatnya Bapak Presiden kepada kami adalah melakukan perubahan dengan menggunakan prinsip tiga, pertama adalah prinsip keadilan, kedua adalah prinsip pemerataan, dan yang ketiga adalah prinsip kesinambungan hidup,&amp;quot; tambahnya.&#13;
&amp;nbsp;&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
