<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Trump Turunkan Tarif Jadi 19%, RI Janji Beli Energi AS dan 50 Pesawat Boeing</title><description>Presiden Prabowo Subianto mencapai kesepakatan dengan Presiden AS Donald Trump terkait penurunan tarif&#13;
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2025/07/16/320/3155678/trump-turunkan-tarif-jadi-19-ri-janji-beli-energi-as-dan-50-pesawat-boeing</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2025/07/16/320/3155678/trump-turunkan-tarif-jadi-19-ri-janji-beli-energi-as-dan-50-pesawat-boeing"/><item><title>Trump Turunkan Tarif Jadi 19%, RI Janji Beli Energi AS dan 50 Pesawat Boeing</title><link>https://economy.okezone.com/read/2025/07/16/320/3155678/trump-turunkan-tarif-jadi-19-ri-janji-beli-energi-as-dan-50-pesawat-boeing</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2025/07/16/320/3155678/trump-turunkan-tarif-jadi-19-ri-janji-beli-energi-as-dan-50-pesawat-boeing</guid><pubDate>Rabu 16 Juli 2025 12:11 WIB</pubDate><dc:creator>Feby Novalius</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/07/16/320/3155678/tarif_impor-l6kp_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Tarif Impor AS pada Barang-Barang dari Indonesia menjadi 19%. (Foto :Okezone.com/Freepik)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/07/16/320/3155678/tarif_impor-l6kp_large.jpg</image><title>Tarif Impor AS pada Barang-Barang dari Indonesia menjadi 19%. (Foto :Okezone.com/Freepik)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Presiden Prabowo Subianto mencapai kesepakatan dengan Presiden AS Donald Trump terkait penurunan tarif impor barang asal Indonesia ke Amerika Serikat, dari usulan 32% menjadi 19%. Dalam kesepakatan tersebut, Indonesia telah berkomitmen untuk membeli produk energi senilai USD15 miliar, produk pertanian senilai USD4,5 miliar, serta 50 unit pesawat Boeing terbaru.&#13;
&#13;
Menanggapi kabar mengejutkan ini, Research Director di Prasasti Center for Policy Studies, Gundy Cahyadi, menilai pentingnya melihat dinamika ini dalam konteks yang lebih luas.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Tarif ala Trump lebih merupakan panggung politik ketimbang kebijakan jangka panjang yang serius. Pasar keuangan global sudah cukup terbiasa dengan gaya berpolitik teatrikal ini,&amp;rdquo; ujarnya, Rabu (16/7/2025).&#13;
&#13;
Gundy mencatat, setelah Liberation Day di April lalu, volatilitas pasar global melonjak, dengan indeks VIX menyentuh level tertingginya sejak pandemi. Namun pada Juli, reaksi pasar cenderung mereda.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Investor cenderung melihat ancaman tarif sebagai bagian dari pola lama: ancaman di depan layar, negosiasi di balik layar,&amp;quot; katanya.&#13;
&#13;
Dia juga menyoroti bahwa perekonomian Indonesia tidak terlalu bergantung pada ekspor, bila dibandingkan dengan negara-negara tetangga di ASEAN.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Ekspor ke AS hanya mencakup sekitar 10% dari total ekspor Indonesia. Dengan nilai ekspor tahun lalu sebesar USD290 miliar, skenario terburuk&amp;mdash;jika akses pasar ke AS tertutup sepenuhnya&amp;mdash;akan berdampak sekitar USD 29 miliar. Angka ini signifikan, namun setara dengan hanya 2% dari total PDB Indonesia. Terasa, tapi tidak sampai mengguncang fondasi ekonomi,&amp;quot; ujarnya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Menurut Gundy, fokus utama Indonesia saat ini seharusnya tetap pada upaya mendorong investasi.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Langkah Presiden Prabowo untuk memperkuat kemitraan internasional patut diapresiasi. Indonesia telah menjajaki hubungan strategis dengan berbagai negara, termasuk bergabung dengan BRICS awal tahun ini,&amp;quot; ujarnya.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Keputusan Presiden Prabowo untuk tetap hadir dalam KTT BRICS meski ada tekanan dari Presiden Trump menunjukkan arah kebijakan luar negeri Indonesia yang konsisten: memperluas kerja sama, memperkuat posisi, dan menjaga ketegasan. Jika Trump tampil dengan drama, maka Jakarta sedang menulis naskahnya sendiri,&amp;rdquo; tandasnya.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Presiden Prabowo Subianto mencapai kesepakatan dengan Presiden AS Donald Trump terkait penurunan tarif impor barang asal Indonesia ke Amerika Serikat, dari usulan 32% menjadi 19%. Dalam kesepakatan tersebut, Indonesia telah berkomitmen untuk membeli produk energi senilai USD15 miliar, produk pertanian senilai USD4,5 miliar, serta 50 unit pesawat Boeing terbaru.&#13;
&#13;
Menanggapi kabar mengejutkan ini, Research Director di Prasasti Center for Policy Studies, Gundy Cahyadi, menilai pentingnya melihat dinamika ini dalam konteks yang lebih luas.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Tarif ala Trump lebih merupakan panggung politik ketimbang kebijakan jangka panjang yang serius. Pasar keuangan global sudah cukup terbiasa dengan gaya berpolitik teatrikal ini,&amp;rdquo; ujarnya, Rabu (16/7/2025).&#13;
&#13;
Gundy mencatat, setelah Liberation Day di April lalu, volatilitas pasar global melonjak, dengan indeks VIX menyentuh level tertingginya sejak pandemi. Namun pada Juli, reaksi pasar cenderung mereda.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Investor cenderung melihat ancaman tarif sebagai bagian dari pola lama: ancaman di depan layar, negosiasi di balik layar,&amp;quot; katanya.&#13;
&#13;
Dia juga menyoroti bahwa perekonomian Indonesia tidak terlalu bergantung pada ekspor, bila dibandingkan dengan negara-negara tetangga di ASEAN.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Ekspor ke AS hanya mencakup sekitar 10% dari total ekspor Indonesia. Dengan nilai ekspor tahun lalu sebesar USD290 miliar, skenario terburuk&amp;mdash;jika akses pasar ke AS tertutup sepenuhnya&amp;mdash;akan berdampak sekitar USD 29 miliar. Angka ini signifikan, namun setara dengan hanya 2% dari total PDB Indonesia. Terasa, tapi tidak sampai mengguncang fondasi ekonomi,&amp;quot; ujarnya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Menurut Gundy, fokus utama Indonesia saat ini seharusnya tetap pada upaya mendorong investasi.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Langkah Presiden Prabowo untuk memperkuat kemitraan internasional patut diapresiasi. Indonesia telah menjajaki hubungan strategis dengan berbagai negara, termasuk bergabung dengan BRICS awal tahun ini,&amp;quot; ujarnya.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Keputusan Presiden Prabowo untuk tetap hadir dalam KTT BRICS meski ada tekanan dari Presiden Trump menunjukkan arah kebijakan luar negeri Indonesia yang konsisten: memperluas kerja sama, memperkuat posisi, dan menjaga ketegasan. Jika Trump tampil dengan drama, maka Jakarta sedang menulis naskahnya sendiri,&amp;rdquo; tandasnya.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
